- Januari sebesar 154,6 miliar dolar AS
- Februari sebesar 151,9 miliar dolar AS
- Maret sebesar 148,2 miliar dolar AS
- April sebesar 146,2 miliar dolar AS
- Mei sebesar 144,9 miliar dolar AS
- Juni sebesar 145,6 miliar dolar AS
- Juli sebesar 145,3 miliar dolar AS
- Agustus sebesar 146,5 miliar dolar AS
- Seltember sebesar 145,3 miliar dolar AS
Cadangan Devisa Indonesia September 2026 Turun Tipis Jadi Rp2.574 T

- Cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat 146,3 miliar dolar AS atau Rp2.574 triliun, turun 200 juta dolar AS dari posisi Agustus.
- Perubahan cadangan devisa dipengaruhi penarikan pinjaman luar negeri, penerimaan pajak dan jasa, serta pembayaran utang pemerintah jatuh tempo dan stabilisasi rupiah.
- BI menilai cadangan devisa tetap memadai, setara pembiayaan 5,3 bulan impor dan berada di atas standar internasional, sehingga mendukung ketahanan eksternal.
Take a Deeper Reads

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat sebesar 146,3 miliar dolar AS atau setara Rp2.574 triliun (kurs Rp17.600) atau turun 200 juta dolar AS dibandingkan posisi akhir Agustus 2026 yang mencapai 146,5 miliar dolar AS.
"Perkembangan cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa," ungkap Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Di sisi lain, posisi cadangan devisa turut tertekan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.
1. Cadangan devisa dipastikan memadai penuhi kebutuhan impor dan bayar utang

ilustrasi uang (pexels.com/Pixabay) Meski turun tipis, BI menilai posisi cadangan devisa tersebut tetap memadai. Cadangan devisa pada akhir September 2026 setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor, atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Posisi tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
"Posisi cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ujar Denny.
2. BI meyakini ketahanan eksternal tetap terjaga

Logo Bank Indonesia Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga. Hal ini didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional.
Selain itu, imbal hasil investasi di Indonesia yang masih menarik dinilai menjadi salah satu faktor pendukung aliran modal asing.
BI juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk menjaga ketahanan eksternal. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
3. Rincian cadangan devisa Januari-September 2026

ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk) Berikut posisi cadangan devisa periode Januari-September 2026




















