ilustrasi utang, pinjaman, dolar Amerika Serikat (vecteezy.com/Ahmad Juliyanto)
Konsep premium risiko juga berlaku dalam pinjaman. Peminjam yang memiliki prospek tidak pasti biasanya menghadapi premium risiko yang lebih tinggi. Kondisi itu dapat membuat mereka harus membayar suku bunga lebih tinggi.
Ketika peminjam mengambil lebih banyak utang, risiko gagal membayar atau default juga meningkat. Bagi investor, risiko tersebut menjadi bagian yang perlu dipertimbangkan sebelum memberikan pinjaman.
Investor perlu memperhitungkan seberapa besar premium risiko yang diminta agar sebanding dengan risiko yang ditanggung. Jika terjadi gagal bayar, investor dapat menghadapi proses penagihan utang.
Dalam kondisi kebangkrutan, investor juga belum tentu mendapatkan kembali seluruh uang yang dipinjamkan. Jumlah yang berhasil dikembalikan dapat hanya sebagian kecil dari nilai yang sebelumnya dijanjikan, meskipun pinjaman tersebut memberikan premium risiko yang tinggi.
Premium risiko dapat dihitung dengan mengurangi imbal hasil yang diharapkan dari investasi bebas risiko dari imbal hasil yang diharapkan dari investasi berisiko.
Premium risiko = Imbal hasil investasi berisiko - Imbal hasil bebas risiko
Selisih tersebut merupakan tambahan imbal hasil yang diharapkan sebagai kompensasi atas risiko yang ditanggung investor.