Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Berapa Banyak Uang yang Ada di Dunia? Ini Perhitungannya

7 min read
Berapa Banyak Uang yang Ada di Dunia? Ini Perhitungannya
ilustrasi uang berterbangan (pixabay.com/QuinceCreative)
  • Tidak ada angka tunggal total uang dunia karena definisinya berbeda; uang tunai BIS di 20 negara utama dan zona euro diperkirakan 8,28 triliun dolar AS pada 2021.

  • Ekonom mengukur uang berdasarkan likuiditas melalui M0, M1, dan M2; pada September 2024, M0 AS sekitar 2,3 triliun dolar AS, M1 18,15 triliun dolar AS, dan M2 21,22 triliun dolar AS.

  • GDP, GNI, HDI, dan kekayaan pribadi mengukur aspek ekonomi berbeda; rata-rata global tidak mencerminkan kepemilikan individu karena distribusi uang dan kekayaan tidak merata.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernahkah kamu bertanya-tanya, seberapa banyak sebenarnya uang yang beredar di seluruh dunia? Jika semua uang tunai, saldo rekening, deposito, hingga berbagai bentuk aset yang dapat dianggap sebagai uang dijumlahkan, angkanya tentu sangat besar. Namun, menentukan satu angka pasti ternyata tidak sesederhana menjumlahkan seluruh uang kertas dan koin yang ada.

Hal ini karena "uang" dapat didefinisikan dan diukur dengan beberapa cara. Para ekonom menggunakan sejumlah kategori untuk melihat jumlah uang berdasarkan tingkat likuiditasnya, sementara ukuran seperti GDP dan pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih luas mengenai aktivitas dan kekayaan ekonomi dunia.

  1. 1. Berapa banyak uang yang beredar di dunia?

    Uang
    Ilustrasi uang (freepik.com)

    Dikutip dari GOBankingRates, jumlah uang di dunia sebenarnya dapat dihitung dengan beberapa metode berbeda. Karena itu, tidak ada satu angka yang bisa secara mutlak disebut sebagai total uang di dunia.

    Jika yang dihitung hanya uang tunai berupa uang kertas dan koin yang beredar, Bank for International Settlements (BIS) memperkirakan nilainya mencapai sekitar 8,275 triliun dolar AS atau 8,28 triliun dolar AS pada 2021. Angka tersebut mencakup 20 negara utama ditambah kawasan euro dan merupakan estimasi terbaru yang tersedia dari BIS untuk kategori tersebut.

    Namun, angka itu belum mencerminkan keseluruhan uang yang tersedia dalam sistem keuangan. Ada hampir 200 negara di dunia, dan uang tidak hanya berbentuk uang tunai. Saldo rekening bank, deposito, reksa dana tertentu, dan instrumen keuangan lainnya juga dapat masuk ke dalam kategori pengukuran uang yang lebih luas.

  2. 2. Bagaimana uang dikategorikan?

    Uang
    Ilustrasi uang (freepik.com)

    Menurut Federal Reserve Bank of Richmond, ekonom mengelompokkan uang terutama berdasarkan seberapa mudah uang tersebut digunakan atau dicairkan, yang disebut sebagai tingkat likuiditas.

    Kategori tersebut dimulai dari ukuran yang paling sempit dan paling likuid, yaitu M0, kemudian berkembang ke kategori yang lebih luas seperti M1 dan M2. Di Amerika Serikat, terdapat pula kategori M3 yang merupakan ukuran paling luas, meskipun Federal Reserve sudah tidak lagi menghitung dan menerbitkannya.

    Setiap kategori yang lebih tinggi mencakup kategori sebelumnya. Artinya, M2 mencakup M0 dan M1, sementara M3 mencakup M0, M1, dan M2.

    • M0: Uang tunai dan cadangan bank

    M0, yang juga dikenal sebagai monetary base, merupakan ukuran paling dasar dari jumlah uang. Kategori ini mencakup uang yang beredar di masyarakat serta uang yang disimpan bank sebagai cadangan.

    Berdasarkan data Federal Reserve untuk September 2024, jumlah M0 di Amerika Serikat berada di kisaran 2,3 triliun dolar AS.

    • M1: Uang yang lebih mudah digunakan

    M1 mencakup seluruh uang dalam M0, ditambah sejumlah bentuk simpanan yang dapat digunakan secara langsung untuk transaksi.

    Di antaranya adalah travelers' checks, demand deposits, rekening yang dapat digunakan untuk pembayaran dengan cek, serta negotiable orders of withdrawal.

    Pada September 2024, jumlah M1 Amerika Serikat yang telah disesuaikan secara musiman mencapai sekitar 18,15 triliun dolar AS.

    • M2: Mencakup simpanan dan instrumen keuangan kain

    M2 memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan M1. Selain seluruh komponen M1, M2 juga mencakup beberapa bentuk simpanan dan instrumen keuangan seperti reksa dana tertentu, sertifikat deposito (CD), money market securities, dan deposito berjangka lainnya.

    Pada September 2024, total M2 Amerika Serikat mencapai sekitar US$21,22 triliun.

    • M3: Ukuran uang yang lebih luas

    M3 mencakup seluruh komponen M2 dan menambahkan berbagai bentuk uang atau aset yang dimiliki oleh institusi-institusi besar.

    Dibandingkan M1 dan M2, aset yang masuk dalam M3 memiliki tingkat likuiditas yang lebih rendah. Namun, Federal Reserve saat ini sudah tidak lagi menghitung M3, sehingga data M3 terbaru tidak tersedia dari bank sentral AS.

  3. 3. GDP juga bisa memberikan gambaran ekonomi dunia

    Bank
    Ilustrasi bank (freepik.com)

    Selain melihat jumlah uang, cara lain untuk memahami skala ekonomi global adalah melalui gross domestic product (GDP) atau produk domestik bruto.

    GDP mengukur total nilai barang dan jasa yang diproduksi dan dibeli dalam suatu negara selama periode tertentu, biasanya satu tahun. Dengan kata lain, GDP lebih menggambarkan aktivitas produksi dan ukuran ekonomi, bukan jumlah uang yang dimiliki masyarakat.

    GDP juga digunakan untuk melihat apakah perekonomian suatu negara sedang mengalami pertumbuhan atau kontraksi. Namun, GDP memiliki keterbatasan. International Monetary Fund (IMF) mencatat bahwa GDP tidak secara langsung menggambarkan standar hidup atau kesejahteraan masyarakat. Salah satu alasannya adalah pertumbuhan GDP tidak otomatis dirasakan secara merata oleh seluruh penduduk.

    Jadi, sebuah negara dapat memiliki GDP yang besar, tetapi bukan berarti setiap penduduknya menikmati tingkat kekayaan yang sama.

  4. 4. Human Development Index memberikan perspektif yang lebih luas

    Ilustrasi pendidikan
    Ilustrasi pendidikan (freepik.com)

    Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai perkembangan suatu negara, kita juga dapat melihat Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia.

    HDI tidak hanya mempertimbangkan faktor ekonomi. Menurut United Nations Development Programme (UNDP), indeks ini juga memperhitungkan umur harapan hidup dan pendidikan, karena keduanya dianggap sama pentingnya dengan faktor ekonomi dalam menggambarkan pembangunan suatu negara.

    Untuk komponen ekonomi, HDI menggunakan gross national income (GNI), bukan GDP. GNI lebih berfokus pada pendapatan yang diterima oleh penduduk suatu negara, bukan hanya nilai barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri.

    Pada 2023, total GNI global mencapai sekitar US$105,7 triliun, berdasarkan data World Bank Group. Meski demikian, GNI juga memiliki keterbatasan karena angka tersebut tidak menunjukkan bagaimana pendapatan didistribusikan di antara masyarakat. Karena itu, GNI tetap perlu dilihat bersama indikator lain, terutama ketika ingin memahami ketimpangan ekonomi.

  5. 5. Berapa banyak uang yang ada untuk setiap orang?

    Ilustrasi dapat uang banyak (freepik.com)
    Ilustrasi dapat uang banyak (freepik.com)

    Jika jumlah uang dunia dibagi dengan jumlah penduduk, kita bisa mendapatkan gambaran kasar mengenai berapa banyak uang yang tersedia secara rata-rata untuk setiap orang.

    Menggunakan angka M0 Amerika Serikat sebesar 2,3 triliun dolar AS dan jumlah penduduk dunia sekitar 8,17 miliar orang, perhitungannya menghasilkan sekitar 282 dolar AS per orang.

    Jika menggunakan ukuran M1, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 2.221 dolar AS per orang. Sementara dengan menggunakan M2, angkanya menjadi sekitar US$2.597 per orang.

    Namun, angka tersebut bukan berarti setiap orang di dunia memiliki uang sebesar itu. Ini hanyalah hasil pembagian secara matematis dan tidak menggambarkan kondisi keuangan individu secara nyata.

    Selain itu, sejumlah estimasi kekayaan global juga tidak mencakup seluruh negara atau seluruh penduduk. Hasilnya pun dapat berbeda tergantung apakah yang digunakan adalah rata-rata (mean) atau median.

  6. 6. Rata-Rata kekayaan tidak sama dengan kekayaan yang dimiliki kebanyakan orang

    Ilustrasi orang kaya (freepik.com)
    Ilustrasi orang kaya (freepik.com)

    Sebagai contoh, UBS Wealth Management secara rutin menerbitkan Global Wealth Report. Laporan 2023, yang merupakan laporan terbaru yang memuat estimasi kekayaan bersih pribadi secara global, memperkirakan rata-rata kekayaan sekitar US$84.718 per orang dewasa. Namun, angka tersebut hanya menghitung orang dewasa dan menggunakan data dari 60 negara dengan total kekayaan terbesar.

    Visual Capitalist, dalam laporan mengenai data tersebut, juga mencantumkan angka median kekayaan per orang dewasa, yaitu sekitar 8.654 dolar AS.

    Perbedaan yang cukup besar antara rata-rata dan median menunjukkan mengapa melihat satu angka saja bisa memberikan gambaran yang kurang lengkap. Kekayaan yang sangat besar dari sebagian kecil individu dapat membuat angka rata-rata terlihat jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi finansial orang kebanyakan.

  7. 7. Jadi, berapa sebenarnya total uang di dunia?

    Dolar AS
    Ilustrasi dolar AS (freepik.com)

    Pada akhirnya, tidak ada satu angka tunggal yang dapat digunakan untuk menjawab berapa banyak uang yang ada di dunia. Jawabannya sangat bergantung pada apa yang kita definisikan sebagai "uang".

    Jika hanya menghitung uang kertas dan koin, nilainya jauh lebih kecil. Jika memasukkan saldo rekening dan simpanan melalui ukuran seperti M1 dan M2, jumlahnya menjadi jauh lebih besar. Sementara itu, GDP, GNI, dan total kekayaan pribadi mengukur aspek ekonomi yang berbeda dan tidak bisa begitu saja disamakan dengan jumlah uang yang beredar.

    Yang juga penting, angka global tidak selalu menggambarkan kondisi individu. Kekayaan dan uang tersebar sangat tidak merata, baik antarnegara maupun di dalam suatu negara. Karena itu, mengetahui total uang atau kekayaan dunia mungkin menarik sebagai gambaran skala ekonomi, tetapi belum tentu memberi tahu kita bagaimana kondisi keuangan orang pada umumnya.

    Dengan kata lain, ketika membahas "berapa banyak uang yang ada di dunia", pertanyaan yang tidak kalah penting adalah: uang yang mana, diukur dengan cara apa, dan dimiliki oleh siapa?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More