Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Aset yang Sering Dipilih Investor saat Konflik Global
Ilustrasi krisis finansial (freepik.com)
  • Konflik geopolitik mendorong flight to safety, saat investor mengalihkan dana dari aset berisiko demi menjaga nilai modal, likuiditas, dan fleksibilitas di tengah ketidakpastian pasar.
  • Emas dan surat utang pemerintah AS kerap dipilih sebagai aset relatif aman karena berperan dalam diversifikasi serta didukung nilai intrinsik atau reputasi pembayaran pemerintah AS.
  • Kas di tabungan berbunga tinggi atau money market, dolar AS, dan saham sektor defensif menjadi pilihan untuk menjaga akses dana, stabilitas, serta kebutuhan esensial saat ekonomi tertekan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketika konflik geopolitik meningkat, pasar keuangan biasanya ikut merasakan dampaknya. Ketidakpastian mengenai berapa lama konflik akan berlangsung, bagaimana hasil akhirnya, hingga potensi kenaikan harga minyak dan gangguan rantai pasok membuat investor mulai lebih berhati-hati dalam menempatkan uang mereka.

Pengalaman dari gejolak ekonomi selama pandemi COVID-19 juga masih cukup membekas. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung melakukan apa yang dikenal sebagai flight to safety, yaitu memindahkan dana dari aset berisiko seperti saham menuju instrumen yang dianggap lebih mampu menjaga nilai kekayaan. Meski tidak ada investasi yang benar-benar bebas risiko, beberapa aset secara historis lebih sering menjadi pilihan ketika ketidakpastian meningkat.

Dikutip dari GoBankingRates, berikut lima tempat yang kerap dianggap relatif aman untuk menempatkan uang saat kondisi geopolitik dan pasar sedang penuh tekanan.

1. Emas

Ilustrasi emas (freepik.com)

Emas sudah lama dikenal sebagai salah satu aset safe haven yang paling populer. Salah satu alasannya adalah emas memiliki nilai intrinsik dan tidak bergantung langsung pada kinerja suatu pemerintah, mata uang, maupun perekonomian tertentu.

Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, permintaan terhadap emas sering kali meningkat karena investor menggunakannya sebagai diversifikasi sekaligus perlindungan terhadap berbagai risiko ekonomi dan pasar. UBS juga menyebut emas sebagai salah satu instrumen yang dapat membantu melakukan diversifikasi portofolio dan menghadapi berbagai risiko pasar.

Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, juga dikenal mendorong investor untuk memiliki emas sebagai salah satu penyeimbang dalam portofolio. Menurutnya, memahami peran emas berarti juga memahami bagaimana sejarah dan ekonomi bekerja.

2. Surat utang pemerintah AS

Ilustrasi investasi (freepik.com)

Surat utang pemerintah Amerika Serikat, atau U.S. Treasury securities, juga sering menjadi tujuan investor ketika ketegangan geopolitik meningkat.

Instrumen ini dianggap relatif aman karena pembayaran utamanya didukung oleh pemerintah AS. Securities and Exchange Commission juga mengategorikan Treasury securities sebagai salah satu jenis investasi yang secara umum dianggap paling aman di dunia.

Karena reputasi tersebut, obligasi pemerintah AS kerap menjadi pilihan bagi investor yang ingin mengurangi eksposur terhadap aset berisiko ketika terjadi gejolak ekonomi maupun geopolitik.

3. High-Yield savings account atau money market account

Ilustrasi risiko investasi (freepik.com)

Sebagian investor memilih langkah yang lebih sederhana ketika pasar sedang bergejolak: menjual sebagian aset berisiko dan menyimpan uang dalam bentuk kas.

Dana tersebut dapat ditempatkan pada rekening tabungan berbunga tinggi atau money market account yang memenuhi ketentuan perlindungan simpanan. Strategi ini memungkinkan investor tetap mendapatkan sejumlah bunga sambil mempertahankan akses yang relatif cepat terhadap dana mereka.

Keuntungannya bukan hanya pada potensi imbal hasil, tetapi juga fleksibilitas. Ketika peluang investasi kembali muncul, dana tersebut dapat digunakan tanpa harus terlebih dahulu menjual aset lain yang mungkin sedang mengalami penurunan harga.

4. Dolar AS

Ilustrasi dolar AS (freepik.com)

Selain aset dalam bentuk fisik maupun surat berharga, mata uang juga dapat menjadi tempat berlindung ketika kondisi global memburuk. Dolar AS secara historis merupakan salah satu mata uang yang paling banyak dicari ketika investor meningkatkan preferensi terhadap aset yang dianggap lebih aman.

Status Amerika Serikat sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan terbesar di dunia turut mendukung posisi dolar sebagai mata uang safe haven. Dalam situasi ketidakpastian geopolitik, permintaan terhadap dolar dapat meningkat karena investor mencari likuiditas dan stabilitas.

David Morrison, senior market analyst di Trade Nation, menyebut bahwa dolar AS sebagai mata uang safe haven yang menjadi pilihan utama bagi banyak investor.

5. Saham-saham defensif

Ilustrasi pasar saham (freepik.com)

Tidak semua saham memiliki tingkat sensitivitas yang sama terhadap kondisi ekonomi. Beberapa sektor dikenal lebih defensif karena menyediakan produk dan layanan yang tetap dibutuhkan masyarakat, bahkan ketika perekonomian sedang mengalami tekanan.

Contohnya adalah perusahaan yang bergerak di sektor utilitas, kebutuhan pokok, dan layanan esensial lainnya. Bagaimanapun kondisi ekonomi, masyarakat tetap membutuhkan listrik, makanan, transportasi, dan berbagai kebutuhan dasar.

Pada akhirnya, ketika pasar bergerak tanpa arah yang jelas, mempertahankan ketenangan bisa sama pentingnya dengan memilih aset yang tepat. Investor tidak harus selalu mengejar keuntungan terbesar dalam setiap kondisi. Terkadang, kemampuan untuk menjaga modal, mempertahankan likuiditas, dan tetap memiliki ruang untuk mengambil peluang ketika keadaan membaik justru menjadi strategi yang paling berharga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article