Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AS Sumbang Rp64 Miliar buat Bantu Pemulihan Banjir-Longsor di Nepal

AS Sumbang Rp64 Miliar buat Bantu Pemulihan Banjir-Longsor di Nepal
potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Renan Tagliaferro)
  • AS menyalurkan bantuan kemanusiaan lebih dari 3,6 juta dolar AS atau Rp64 miliar, termasuk pangan darurat hingga tiga bulan bagi 10.000 keluarga terdampak banjir dan longsor di Nepal.
  • Nilai bantuan tersebut meningkat dari komitmen awal 500 ribu dolar AS, yang juga mencakup rencana pengiriman penasihat tanggap bencana untuk mendukung penyelamatan dan evakuasi.
  • Nepal mengklarifikasi tidak menolak bantuan internasional, melainkan menunda kedatangannya agar terkoordinasi; bencana di perbatasan Nepal-Tibet menewaskan 734 orang dan menyebabkan 2.400 orang hilang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan bantuan uang tunai sebesar 3,6 juta dolar AS atau Rp64 miliar untuk membantu pemulihan banjir bandang dan longsor yang terjadi di perbatasan Nepal dan Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026) lalu. Selain uang tunai, Washington juga menyumbang bantuan makanan untuk 10 ribu keluarga di Nepal yang terdampak bencana. 

"Amerika Serikat berdiri bersama rakyat Nepal dengan memberikan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari 3,6 juta dolar AS, termasuk bantuan pangan darurat hingga tiga bulan untuk hingga 10.000 rumah tangga yang terkena dampak banjir," tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS dalam sebuah unggahan di media sosial X pada Sabtu (29/8/2026). 

  1. 1. Sebelumnya AS berjanji akan menyumbang Rp8 miliar

    Gedung Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat di Washington D.C.
    Gedung Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat di Washington D.C. (flickr.com/Tony Webster via commons.wikimedia.org/Tony Webster)

    Jumlah bantuan yang diberikan AS untuk pemulihan bencana di Nepal tadi meningkat dari yang sudah dijanjikan. Sebab, pada Rabu lalu, Negeri Paman Sam hanya menjanjikan bantuan sebesar 500 ribu dolar AS atau setara Rp8,8 miliar. Ketika itu, Washington juga menjanjikan pengiriman tim ahli dan petugas penyelamat untuk mencari dan mengevakuasi korban banjir dan longsor di Nepal.

    “Amerika Serikat menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari mereka yang kehilangan nyawa dalam banjir bandang dahsyat di Distrik Rasuwa, Nepal. Kami akan mengerahkan penasihat tanggap bencana ke wilayah tersebut dan memberikan $500.000 untuk mendukung upaya penyelamatan,” kata Kemlu AS dilansir Inquirer

  2. 2. Nepal sempat menolak bantuan asing untuk pemulihan bencana

    Bendera Nepal sedang berkibar.
    potret bendera Nepal (unsplash.com/Samrat Khadka)

    Sebelum ini, Nepal sempat menolak bantuan pihak asing untuk membantu pencarian dan evakuasi korban banjir dan longsor yang terjadi di wilayahnya. Sebab, negara yang berbatasan langsung dengan China itu menilai petugas penyelamat yang terdiri dari tentara dan polisi nasional sejauh ini sudah cukup untuk menyelamatkan dan mengevakuasi para korban. 

    "Tawaran bantuan itu wajar. Namun, badan keamanan kami sedang melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Untuk saat ini, kami tidak membutuhkan bantuan seperti itu," kata Lok Bahadur Chhetri, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Nepal, pada Jumat (28/8/2026), merespons tawaran negara asing yang ingin membantu evakuasi korban bencana dilansir CNA.

  3. 3. Nepal memberikan klarifikasi soal penolakan bantuan asing

    Foto udara pemukiman yang terdampak banjir bandang dan longsor Nepal pada 27 Agustus 2026 (AFP/PRABIN RANABHAT)
    Foto udara pemukiman yang terdampak banjir bandang dan longsor Nepal pada 27 Agustus 2026 (AFP/PRABIN RANABHAT)

    Sehari setelahnya, yakni pada Sabtu (29/8), Nepal memberikan klarifikasi atas pernyataan Juru Bicara Kemlu mereka yang dianggap menolak bantuan asing. Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Nepal, Shisir Khanal, mengatakan, pihaknya bukan bermaksud menolak bantuan internasional untuk membantu pencarian dan evakuasi korban. Namun, pihaknya hanya menunda kedatangan bantuan asing saja. Sebab, kedatangan bantuan asing sudah diatur agar bisa kondusif. 

    Sebagai informasi, jumlah korban tewas imbas banjir bandang dan longsor yang terjadi di perbatasan Nepal dan Tibet kini sudah tembus 734 orang. Sementara itu, jumlah korban hilang sudah mencapai 2.400 orang. Saat ini, petugas penyelamat dari Nepal dan China masih berupaya untuk mencari dan mengevakuasi para korban. Selain itu, mereka juga sedang berupaya untuk membersihkan kekacauan di sekitar lokasi bencana. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More