Bayar pakai QRIS memang praktis, tinggal scan, cek nominal, lalu transaksi selesai dalam hitungan detik. Tapi di balik kemudahannya, ada saja modus penipuan yang memanfaatkan kebiasaan orang yang sudah terbiasa membayar tanpa banyak berpikir, misalnya lewat QRIS palsu atau kode yang sengaja diarahkan ke tujuan berbeda. Karena itu, jangan sampai kemudahan transaksi malah bikin kita lengah, lho!
5 Modus Penipuan QRIS yang Bisa Terjadi Tanpa Disadari

- Penipu dapat menempelkan atau mengganti QRIS asli dengan kode milik mereka, termasuk di kasir, kotak amal, poster, dan area pembayaran.
- Sebelum membayar, pengguna perlu memeriksa nama penerima serta memastikan QRIS berasal dari sumber resmi; hindari kode yang tampak rusak, ditempel ulang, atau mencurigakan.
- Pelaku juga bisa meminta pembayaran ulang atau memakai iming-iming promo dan verifikasi; cek status transaksi, jangan bagikan PIN, password, OTP, maupun data perbankan.
Yang bikin tricky, modus penipuan QRIS gak selalu kelihatan aneh dari awal. Karena QRIS sudah jadi bagian dari transaksi sehari-hari, mulai dari bayar di warung, kafe, sampai berbagai layanan, kita kadang terlalu terbiasa sampai lupa mengecek detailnya. Nah, supaya gak gampang terkecoh saat bayar, yuk kenali lima modus penipuan QRIS yang bisa terjadi tanpa disadari!
1. QRIS plasu yang mengarah ke rekening pelaku

ilustrasi membayar dengan QRIS (magnific.com/magnific) Pernah melihat kode QRIS ditempel di meja atau dekat kasir, lalu langsung scan tanpa mengecek lagi detailnya? Kebiasaan seperti itu sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh pelaku dengan memasang QRIS palsu di atas kode pembayaran yang asli. Meskipun terlihat hampir sama, uang yang kamu kirim bisa saja masuk ke rekening pelaku tersebut.
Supaya gak kecolongan, biasakanlah memeriksa nama penerima yang muncul di aplikasi sebelum menekan tombol untuk membayar. Kalau nama merchant atau penerima terasa berbeda dari yang seharusnya, sebaiknya jangan lanjutkan transaksi dan tanyakan langsung kepada penjual. Meskipun langkah kecil ini terkesan sederhana, bisa jadi penyelamat sebelum uang berpindah tangan secara tidak semestinya.
2. QRIS dipasang di lokasi yang gak semestinya

ilustrasi QRIS (magnific.com/magnific) Kadang QRIS palsu justru dipasang di tempat yang ramai dan kelihatan biasa saja, seperti kotak amal, poster, stiker, atau area pembayaran. Karena bentuknya sekilas gak jauh berbeda dari QRIS asli, orang yang lagi buru-buru bisa saja langsung scan tanpa mengecek lebih dulu. Nah, dari sini masalah bisa muncul karena kode yang terlihat meyakinkan belum tentu benar-benar terhubung ke pihak yang seharusnya menerima uang.
Oleh karena itu, jangan hanya melihat bentuk atau logo pada kode QR, tetapi juga perhatikan nama penerima setelah kode tersebut dipindai. Untuk donasi atau pembayaran tertentu, pastikan QRIS itu berasal dari sumber yang resmi dan sesuai dengan identitas penerima dana. Kalau ada kode yang tampak ditempel ulang, dalam kondisi rusak, atau mencurigakan, lebih baik mencari alternatif pembayaran lainnya daripada mengambil risiko.
3. QRIS diganti dengan kode milik pelaku

ilustrasi QRIS (magnific.com/magnific) Bayangkan kamu sudah berada di kasir, tinggal melakukan scan QRIS dan transaksi pun selesai, namun ternyata kode yang kamu pindai bukan milik toko tersebut. Pelaku dapat mencoba untuk mengubah atau menempatkan kode QRIS yang berbeda sehingga pembayaran malah masuk ke rekening yang berbeda dari tujuan awal. Situasi ini sering kali terlewatkan karena fokus kita biasanya hanya pada jumlah yang harus dibayarkan.
Oleh karena itu, kebiasaan untuk memeriksa nama penerima sebelum melanjutkan pembayaran menjadi sangat penting dalam situasi seperti ini. Kalau nama yang tertera tidak sesuai dengan nama merchant atau pihak yang seharusnya menerima uang, jangan lanjutkan meskipun jumlah yang tertera sudah benar. Sebaiknya tanyakan kembali kepada penjual agar transaksi benar-benar diterima oleh pihak yang tepat.
4. Penipu memakai alasan untuk meminta pembayaran ulang

ilustrasi membayar tagihan atau cicilan (pexels.com/www.kaboompics.com) Ada juga modus di mana seseorang mengklaim bahwa pembayaran QRIS sebelumnya gagal dan meminta kamu untuk membayarnya lagi. Karena notifikasi atau situasi transaksi kadang membuat bingung, korban bisa saja langsung scan kode baru tanpa memeriksa apakah pembayaran pertama memang gagal. Kalau ternyata transaksi pertama memang berhasil, kamu bisa membayar dua kali tanpa menyadarinya.
Sebelum melakukan pembayaran ulang, periksa terlebih dahulu riwayat transaksi dan status pembayaran di aplikasi yang kamu gunakan. Jika statusnya berhasil, jangan tergesa-gesa untuk melakukan transaksi kedua hanya karena seseorang meminta. Pastikan untuk mengonfirmasi dengan merchant melalui cara yang jelas agar tidak ada pembayaran ganda yang akhirnya bikin repot.
5. QRIS dijadikan umpan untuk mengarahkan ke situs atau modus lain

ilustrasi QRIS (magnific.com/magnific) Terakhir, modus penipuan QRIS yang bisa terjadi tanpa disadari adalah mengarahkan korban untuk scan kode dengan iming-iming mendapatkan hadiah, promo, atau melakukan verifikasi tertentu. Kemudian, korban diminta mengikuti instruksi lanjutan. Di titik ini, masalahnya bukan cuma soal uang yang dibayarkan, tetapi juga risiko ketika pengguna mulai diminta memberikan data atau melakukan tindakan yang gak semestinya.
Kalau QRIS-nya berasal dari sumber yang gak jelas, apalagi disertai iming-iming hadiah atau permintaan data pribadi, jangan buru-buru scan atau mengikuti instruksinya, lho. Jangan sampai karena alasan “verifikasi”, kamu malah memberikan PIN, password, OTP, atau data perbankan kepada orang lain. Nah, QRIS memang bikin pembayaran jadi praktis, tetapi tetap sempatkan untuk mengecek siapa penerimanya dan pastikan tujuan transaksinya jelas sebelum menekan tombol bayar.
QRIS memang bikin pembayaran jadi cepat dan praktis, tetapi kemudahan ini tetap perlu diimbangi dengan kebiasaan mengecek sebelum membayar. Mulai dari QRIS palsu, kode yang ditempel sembarangan, hingga modus yang mengatasnamakan promo, semuanya bisa membuat uang berpindah ke pihak yang salah tanpa disadari. Nah, sebelum scan QRIS berikutnya, sempatkan untuk cek detail penerima dan jangan mudah mengikuti instruksi yang terasa janggal.





















