Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Affiliator? Ini Pengertian hingga Cara Kerjanya

Apa Itu Affiliator? Ini Pengertian hingga Cara Kerjanya
ilustrasi affiliator (pexels.com/cottonbro studio)
  • Affiliator mempromosikan produk atau layanan melalui tautan khusus dan memperoleh komisi saat audiens melakukan transaksi atau tindakan yang ditetapkan advertiser.
  • Alurnya mencakup pendaftaran program, penyebaran link di berbagai kanal, klik audiens, pencatatan tindakan oleh sistem, lalu pembayaran komisi sesuai skema.
  • Komisi afiliasi dapat memakai skema Pay Per Lead, Pay Per Sale, atau Pay Per Click; program populer di Indonesia tersedia di Shopee, Lazada, TikTok, dan Instagram.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Affiliator adalah pihak yang mempromosikan produk orang lain lewat tautan khusus. Mereka akan mendapatkan komisi setiap kali ada konsumen yang mengklik tautan tersebut dan berhasil melakukan transaksi.

Saat ini, banyak orang yang berlomba-lomba menjadi affiliator. Alasannya jelas, komisi yang ditawarkan bisa mencapai angka yang fantastis! Tapi ingat, kamu gak boleh asal terjun kalau kamu mau dapat keuntungan maksimal. Nah, buat kamu yang tertarik mendalami dunia affiliate, yuk, simak artikel berikut ini!

  1. 1. Pengertian affiliator

    apa itu affiliator
    ilustrasi Shopee Affiliator (pexels.com/Anna Nekrashevich)

    Kata Afiliator berasal dari istilah "afiliasi", yang berarti jalinan kerja sama antara dua pihak di mana salah satunya memberikan dukungan sumber daya. Dalam dunia bisnis digital, afiliator berperan mempromosikan sebuah layanan atau produk menggunakan tautan khusus dan membagikannya di berbagai platform media sosial.

    Dengan kata lain, afiliator adalah individu yang bertugas memasarkan suatu produk dan akan memperoleh komisi dari perusahaan apabila ada konsumen yang berhasil melakukan pembelian melalui promosinya. Peran affiliate dinilai ampuh dalam strategi pemasaran digital modern sebab mereka membantu perusahaan memperluas jangkauan pasar tanpa perlu mengeluarkan biaya besar.

  2. 2. Cara kerja affiliator

    apa itu affiliator
    ilustrasi marketing affiliator (pexels.com/Canva Studio)

    Cara kerja affiliator atau affiliate marketing sangat bergantung dengan sistem komisi. Seorang affiliator akan mempromosikan produk milik advertiser, lalu mendapatkan bayaran jika terjadi tindakan tertentu seperti penjualan atau pendaftaran. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan lengkap alurnya:

    Cara Kerja Affiiliator dari Klik Link Sampai Mendapatkan Komisi

    • Affiliator mendaftar program affiliate dan mendapatkan link unik atau kode referral.
    • Kemudian, link tersebut dipromosikan melalui media sosial, blog, email, atau iklan.
    • Konsumen mengklik link affiliate dan diarahkan ke halaman produk advertiser.
    • Jika konsumen melakukan pembelian atau tindakan yang ditentukan (misalnya mengisi formulir), sistem akan mencatat transaksi tersebut.
    • Affiliator mendapatkan komisi sesuai skema yang disepakati, misalnya persentase dari nilai penjualan.

    Ilustrasi Cara Kerja Affiliate Marketing di Platform Shopee Affiliate

    Kamu mempromosikan produk kecantikan yang dijual di Shopee seharga Rp250 ribu dengan menaruh link-nya di Instagram Story. Dari unggahan tersebut, ada 50 orang yang klik link kamu, dan lima di antaranya check out produknya.

    Nah, kalau persentase komisinya adalah 10 persen, berarti kamu berhak mendapat Rp25 ribu untuk setiap barang yang terjual. Tinggal dikalikan saja, dari lima transaksi sukses tersebut, kamu berhasil mengantongi total komisi sebesar Rp125 ribu.

  3. 3. Skema dan sistem komisi affiliator

    apa itu affiliator
    ilustrasi affiliator (pexels.com/Kindel Media)

    Dalam affiliate marketing, pendapatan yang diterima affiliator berdasarkan sistem komisi. Komisi tidak selalu berdasarkan jumlah penjualan. Skema pembayaran berbeda tergantung dari brand atau platform yang digunakan. Berikut penjelan skema affiliator lengkap.

    1. Pay Per Lead (PPL)

    Skema ini memberikan komisi apabila audiens melakukan tindakan spesifik yang dikategorikan sebagai lead, seperti registrasi akun baru, pengisian formulir data, atau penggunaan layanan uji coba gratis. Skema pembayaran ini cocok diterapkan pada kampanye produk digital maupun layanan berbasis langganan.

    Sebagai contoh, kamu mempromosikan sebuah platform investasi dengan komisi Rp15 ribu untuk setiap pengguna baru yang mendaftar. Apabila terdapat 30 orang yang melakukan registrasi melalui tautan afiliasi kamu, maka total komisi yang akan diperoleh mencapai Rp450 ribu.

    2. Pay Per Sale (PPS)

    Skema ini yang paling banyak dipakai dalam afiliate marketing. Seorang affiliator baru akan menerima komisi ketika terjadi transaksi pembelian yang sah melalui tautan yang dibagikan. Sistem ini sangat direkomendasikan untuk memasarkan produk fisik, seperti pakaian, perangkat elektronik, maupun perabotan rumah tangga.

    Sebagai ilustrasi, kamu memasarkan sebuah produk seharga Rp500 ribu dengan persentase komisi sebesar 10%. Apabila produk tersebut berhasil terjual kepada empat orang konsumen, maka komisi yang kamu terima adalah Rp50 ribu per transaksi. Dengan demikian, total pendapatan yang dikumpulkan menjadi Rp200 ribu.

    3. Pay Per Click (PPC)

    Dalam skema ini, komisi dibayarkan berdasarkan jumlah klik yang dilakukan oleh audiens pada tautan afiliasi, terlepas dari ada atau tidaknya transaksi pembelian di akhir. Skema PPC umumnya dimanfaatkan secara khusus untuk keperluan kampanye peningkatan brand awareness, seperti peluncuran aplikasi atau promosi situs web baru.

    Contoh:

    Misalnya, sebuah program kemitraan menetapkan komisi sebesar Rp40 ribu untuk setiap 1.000 klik. Jika tautan afiliasi kamu berhasil memancing 10 ribu klik dari audiens, maka total komisi yang akan dibayarkan kepada kamu adalah sebesar Rp400 ribu.

    4. Simulasi Hitungan Komisi

    Sebagai simulasi, mari asumsikan kamu sedang memasarkan tiga jenis produk yang berbeda melalui program Shopee Affiliate:

    • Produk A: Harga Rp150 ribu dengan komisi 10 persen, sehingga menghasilkan komisi Rp15 ribu per produk yang terjual.
    • Produk B: Harga Rp300 ribu dengan komisi 8 persen, sehingga menghasilkan komisi Rp24 ribu per produk yang terjual.
    • Produk C: Harga Rp600 ribu dengan komisi 5 persen, sehingga menghasilkan komisi Rp30 ribu per produk yang terjual.

    Apabila dalam rentang waktu satu minggu kamu berhasil mencatatkan 8 penjualan untuk Produk A, 5 penjualan untuk Produk B, dan 3 penjualan untuk Produk C, maka rincian komisi yang akan kamu peroleh adalah sebagai berikut:

    • Produk A: 8 x Rp15 ribu = Rp120 ribu
    • Produk B: 5 x Rp24 ribu = Rp120 ribu
    • Produk C: 3 x Rp30 ribu = Rp90 ribu

    Dengan demikian, total pendapatan mingguanmu akan mencapai Rp330 ribu.

  4. 4. Perbedaan Affiliator, Influencer, dan Dropshipper

    Banyak orang mengira affiliator, influencer, dan dropshipper merupakan pekerjaan yang sama. Meski ketiganya saling berkaitan, namun punya perbedaan yang mendasar. Agar kamu lebih paham, berikut IDN Times sajikan perbedaan affiliator, influencer, dan dropshipper ke dalam tabel.

    Perbedaan Affiliator, Influencer, dan Dropshipper

    Aspek Perbandingan

    Affiliator

    Influencer

    Dropshipper

    Definisi

    Orang yang mempromosikan produk pihak lain menggunakan tautan khusus (link referral).

    Seseorang dengan pengikut setia di media sosial yang memanfaatkan pengaruhnya untuk mempromosikan merek.

    Penjual yang memasarkan produk milik pemasok ( supplier) atas nama tokonya sendiri tanpa perlu menyetok barang.

    Sumber Pendapatan

    Komisi persentase dari setiap penjualan atau klik yang berhasil melalui link referral mereka.

    Tarif promosi (endorse), rate card, atau kontrak kerja sama dengan suatu merek/brand.

    Keuntungan dari selisih harga jual yang mereka tentukan sendiri dengan harga asli dari pemasok.

    Fokus Utama

    Mendorong konversi atau penjualan langsung melalui klik tautan.

    Membuat konten untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) dan keterlibatan audiens (engagement).

    Membangun toko online, mencari pembeli, dan mengelola pesanan.

    Penentuan Harga

    Tidak memiliki kuasa untuk menentukan harga produk.

    Tidak menjual produk secara langsung (hanya menyediakan jasa promosi).

    Bebas menentukan harga jual produk kepada konsumen untuk mengatur margin keuntungan.

    Stok & Pengiriman

    Tidak perlu mengurus stok barang atau pengiriman.

    Tidak mengurus stok barang atau pengiriman.

    Tidak menyetok barang, pesanan diteruskan ke pemasok dan dikirim langsung oleh pemasok ke pembeli.

    Layanan Pelanggan

    Tidak perlu melayani pertanyaan pembeli atau komplain terkait produk.

    Tidak bertanggung jawab atas layanan pelanggan dari produk yang diiklankan.

    Harus berinteraksi langsung dengan pembeli, seperti menjawab chat dan menangani keluhan.

  5. 5. Contoh Program Affiliator di Indonesia

    apa itu affiliator
    ilustrasi Shopee Affiliator (pexels.com/Anna Nekrashevich)

    Di Indonesia, ada beberapa program komisi affiliate marketing yang populer.Berikut beberapa di antaranya:

    1. Shopee Affiliate

    Program Shopee Affiliate menawarkan komisi hingga 7 persen untuk setiap barang yang berhasil terjual melalui tautan promosi yang kamu bagikan. Kamu bebas menyebarkan tautan tersebut lewat berbagai platform, mulai dari Instagram, TikTok, hingga WhatsApp. Untuk memperbesar peluang mendapatkan komisi, Shopee mengadakan berbagai program menarik untuk para affiliator.

    2. Lazada Affiliate

    Melalui Lazada Affiliate, kamu berkesempatan meraup komisi yang berkisar antara 1,5 persen hingga 7 persen, tergantung pada kategori produknya. Program ini sangat ideal bagi kamu yang fokus mempromosikan niche spesifik, seperti fesyen, kecantikan, atau perlengkapan rumah . Menariknya lagi, Lazada menyediakan berbagai materi promosi yang siap kamu gunakan.

    3. TikTok Affiliate

    TikTok Affiliate memberikan keleluasaan bagimu untuk memasarkan produk secara lebih interaktif lewat konten video pendek maupun live streaming. Kamu hanya perlu menyematkan produk pada fitur keranjang belanja. Nantinya, setiap transaksi pembelian yang berhasil melalui keranjang tersebut akan langsung dikonversi menjadi komisi secara otomatis.

    4. Instagram Affiliate

    Kamu juga bisa memaksimalkan Instagram dengan menyisipkan sticker link pada unggahan Story maupun Reels. Saat ini, banyak kreator konten yang mengandalkan fitur Instagram untuk mendongkrak penjualan afiliasi dari Shopee, Lazada, maupun marketplace lainnya. Hal ini tentu tidak lepas dari karakter audiens Instagram yang cenderung lebih aktif dan memiliki tingkat engagement yang tinggi.

    Itulah penjelasan lengkap affiliator mulai dari pengrtian hingga cara kerjanya. Semoga bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More