Ledakan AI membuat permintaan terhadap chip dan infrastruktur pusat data terus menjadi perhatian investor. Setelah NVIDIA membukukan pendapatan US$96,2 miliar pada kuartal II 2026, saham sejumlah perusahaan semikonduktor lain ikut menguat karena pasar melihat permintaan AI masih kuat. Kondisi ini membuat industri chip semakin menjadi sorotan di pasar saham.
4 Saham Chip yang Mencuri Perhatian di Tengah Maraknya AI

- NVIDIA mencatat pendapatan US$96,2 miliar pada kuartal II 2026, naik 106 persen tahunan, didorong bisnis pusat data US$89 miliar dan proyeksi kuartal berikutnya sekitar US$108 miliar.
- Kinerja NVIDIA mengangkat saham chip lain karena permintaan AI dinilai tetap kuat; Broadcom mendapat peluang dari chip khusus dan teknologi jaringan pusat data.
- AMD berupaya merebut pasar komputasi AI, sementara Intel mencari peluang melalui prosesor dan manufaktur; keduanya masih perlu membuktikan pertumbuhan bisnis yang konsisten.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan AI tidak hanya berdampak pada satu perusahaan. Setiap perusahaan memiliki peran berbeda, mulai dari pembuat chip AI hingga penyedia teknologi pendukung pusat data. Berikut empat saham chip yang mencuri perhatian di tengah maraknya AI.
1. NVIDIA memimpin pertumbuhan cip AI

ilustrasi NVIDIA (unsplash.com/BoliviaInteligente) NVIDIA masih menjadi nama terbesar dalam perkembangan chip AI karena produknya digunakan untuk menjalankan berbagai sistem kecerdasan buatan. Pada kuartal II 2026, pendapatannya mencapai US$96,2 miliar, naik 106 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan dari bisnis pusat data bahkan mencapai US$89 miliar, meningkat 117 persen secara tahunan.
Kinerja tersebut kembali memperkuat keyakinan investor bahwa permintaan terhadap komputasi AI terus meningkat. NVIDIA juga memperkirakan pendapatan kuartal berikutnya mencapai sekitar US$108 miliar, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Setelah laporan tersebut, saham NVIDIA melonjak 6,8 persen dan turut mendorong kenaikan saham perusahaan chip lainnya.
2. Broadcom ikut diuntungkan dari pertumbuhan AI

Broadcom (broadcom.com) Broadcom memiliki posisi yang berbeda dari NVIDIA karena bisnisnya mencakup chip khusus dan teknologi jaringan yang digunakan dalam pusat data. Kebutuhan terhadap infrastruktur AI membuat perusahaan teknologi membutuhkan semakin banyak komponen untuk menghubungkan dan menjalankan sistem komputasi dalam skala besar. Karena itu, pertumbuhan belanja AI juga membuka peluang bagi Broadcom.
Perusahaan ini menjadi salah satu saham yang ikut menguat setelah laporan NVIDIA menunjukkan permintaan AI masih kuat. Broadcom juga menjadi perhatian berikutnya karena akan melaporkan kinerja kuartal ketiganya pada 2 September 2026. Investor akan melihat apakah pertumbuhan bisnis AI Broadcom mampu mengikuti kuatnya permintaan yang terlihat pada NVIDIA.
3. AMD berusaha memperbesar bisnis cip AI

ilustrasi AMD (unsplash.com/Rubaitul Azad) AMD menjadi salah satu pesaing NVIDIA di pasar chip untuk pusat data dan komputasi AI. Perusahaan mengembangkan berbagai produk untuk kebutuhan pemrosesan data, termasuk chip yang dirancang untuk menjalankan beban kerja AI. Ketika kebutuhan komputasi meningkat, AMD memiliki peluang untuk mendapatkan bagian dari pasar yang selama ini didominasi oleh NVIDIA.
Saham AMD juga ikut mendapat sentimen positif setelah NVIDIA memberikan proyeksi pertumbuhan yang kuat. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor tidak hanya memperhatikan kinerja NVIDIA, tetapi juga melihat peluang bagi perusahaan lain yang dapat memenuhi kebutuhan komputasi AI. Meski demikian, AMD masih harus membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis AI dapat menghasilkan peningkatan pendapatan yang konsisten di tengah persaingan yang ketat.
4. Intel berusaha bangkit di tengah ledakan AI

ilustrasi Intel (unsplash.com/Rubaitul Azad) Intel kembali menjadi perhatian setelah sahamnya ikut menguat menyusul laporan NVIDIA. Perusahaan ini memang tidak memiliki posisi yang sama dengan NVIDIA dalam chip AI, tetapi tetap memiliki peran dalam industri semikonduktor melalui prosesor dan bisnis manufakturnya. Pertumbuhan pusat data dan kebutuhan komputasi yang semakin besar dapat menciptakan peluang baru bagi perusahaan.
Kenaikan saham Intel juga memperlihatkan bagaimana optimisme terhadap AI dapat menyebar ke berbagai bagian industri chip. Namun, peluang tersebut tidak berarti Intel otomatis akan menikmati pertumbuhan sebesar NVIDIA. Investor masih perlu melihat kemampuan perusahaan untuk meningkatkan kinerja bisnis, memperkuat teknologi manufaktur, dan mengubah investasi besar di industri chip menjadi keuntungan yang berkelanjutan.
Ledakan AI telah membuat industri semikonduktor menjadi salah satu bagian penting dalam pergerakan pasar saham teknologi. Dari keempat saham chip yang mencuri perhatian di tengah maraknya AI, NVIDIA masih menjadi pemain utama. Sementara Broadcom, AMD, dan Intel mencoba memanfaatkan pertumbuhan kebutuhan chip serta infrastruktur AI dari posisi masing-masing. Bagi investor, kuatnya permintaan AI memang membuka peluang, tetapi kinerja keuangan dan kemampuan setiap perusahaan tetap menjadi hal penting untuk diperhatikan.





















