ilustrasi pekerja memegang uang (pexels.com/Yan Krukau)
Pemerintah Australia mendukung penuh kenaikan upah pekerja. Bendahara Negara Australia, Jim Chalmers, menilai kebijakan ini selaras dengan upaya pemerintah menekan beban biaya hidup masyarakat.
"Kami menganggap upah yang layak sebagai jalan keluar, bukan sebagai sumber masalah baru," kata Chalmers.
Sebaliknya, kalangan pelaku usaha merespons kebijakan ini dengan lebih berhati-hati. Kenaikan upah dinilai berpotensi menambah beban operasional bagi perusahaan.
"Bagi perusahaan yang sudah kesulitan menghadapi tingginya suku bunga, inflasi, dan harga bahan bakar, keputusan ini tentu akan menambah beban biaya," kata Kepala Kebijakan dan Advokasi ACCI, David Alexander.
Pemilik sebuah kafe, Jack Eltabar, sepakat bahwa pekerja berhak mendapat kenaikan gaji. Namun, ia menyebut pengusaha kecil akan kesulitan jika harus terus menanggung biaya tambahan.
"Dalam waktu dekat, kemungkinan besar akan ada kenaikan harga jual barang ke tingkat konsumen karena pengusaha tidak sanggup lagi menanggung beban produksi," ungkap Jack.
Sementara itu, para pengamat ekonomi mengingatkan bahwa dampak kebijakan ini terhadap inflasi harus terus dipantau.
"Kenaikan upah ini akan membuat harga jasa ikut naik, karena perusahaan pasti akan membebankan tambahan biaya tenaga kerja dan produksi ini kepada pihak konsumen," tutur ekonom AMP, My Bui.