Bank Mandiri kembali ditunjuk PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Bank Pembayaran dan Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) untuk pasar modal. (Dok. Mandiri)
Sejalan dengan penguatan profitabilitas, Direktur Risk Management Bank Mandiri, Danis Subyantoro menjelaskan, kualitas aset tetap menjadi perhatian dalam setiap ekspansi kredit.
Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto bank only membaik menjadi 0,98 persen per September 2026, dari 1,03 persen setahun sebelumnya.
Ketahanan portofolio juga didukung NPL coverage ratio bank only sebesar 243 persen, dengan cost of credit sebesar 0,55 persen.
Pada saat yang sama, rasio kredit dalam perhatian khusus (special mention loan/SML) bank only turun menjadi 2,88 persen, dari 3,35 persen setahun sebelumnya.
Pada segmen korporasi, NPL tercatat 0,30 persen, sementara NPL kredit ekosistem turunan berada pada 0,90 persen.
“Pertumbuhan kredit perlu disertai penilaian risiko dan pemantauan kualitas aset yang disiplin. Dengan pengelolaan tersebut, kami menjaga kualitas portofolio agar Bank Mandiri dapat terus mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat dan dunia usaha,” ujar Danis.
Pertumbuhan bisnis tersebut turut didukung permodalan yang terjaga, dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) bank only sebesar 18,48 persen per September 2026. Posisi ini memberikan ruang bagi Bank Mandiri untuk melanjutkan pengembangan bisnis dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat pertumbuhan bisnis melalui perluasan pembiayaan berbasis ekosistem, peningkatan transaksi nasabah, serta pengembangan layanan digital dan bullion.
Novita mengatakan, langkah tersebut dijalankan dengan tetap menjaga kualitas aset, efisiensi, dan kecukupan modal agar pertumbuhan bisnis dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional.
“Fokus kami bukan hanya menjaga pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan setiap ekspansi memberikan nilai tambah bagi nasabah, pelaku usaha, dan pemegang saham,” ujar Novita.