Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bank Mandiri Awali 2026 dengan Kinerja Solid
Gedung Bank Mandiri. (dok. Bank Mandiri)
  • Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit 15,62 persen YoY menjadi Rp1.511,4 triliun pada Januari 2026.

  • Dana Pihak Ketiga tumbuh 17,29 persen YoY mencapai Rp1.635,5 triliun dengan rasio CASA stabil di 73 persen.

  • Laba bersih naik 16,18 persen YoY menjadi Rp4,65 triliun didukung peningkatan pendapatan bunga dan digitalisasi layanan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Bank Mandiri mencatatkan kinerja keuangan positif pada awal 2026 dengan pertumbuhan kredit, aset, dan laba bersih yang signifikan berdasarkan laporan keuangan Januari 2026.
  • Who?
    Bank Mandiri melalui Direktur Finance & Strategy, Novita Widya Anggraini, menyampaikan capaian tersebut dalam keterangan resmi kepada publik.
  • Where?
    Kinerja dan laporan disampaikan dari Jakarta, mencakup aktivitas pembiayaan dan layanan Bank Mandiri di berbagai daerah di Indonesia.
  • When?
    Laporan kinerja mencakup periode Januari 2026 dan disampaikan secara resmi pada Senin, 23 Februari 2026.
  • Why?
    Pertumbuhan terjadi karena strategi penyaluran pembiayaan ke sektor produktif, penguatan ekosistem digital, serta efisiensi biaya dana untuk mendukung ekonomi kerakyatan.
  • How?
    Peningkatan dicapai melalui sinergi strategi bisnis, pengelolaan risiko yang disiplin, optimalisasi pendanaan CASA, serta ekspansi digital lewat Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bank Mandiri mencatatkan kinerja positif pada awal 2026. Berdasarkan laporan keuangan bulanan (bank only) Januari 2026, realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1.511,4 triliun.

Pertumbuhan tersebut mendorong total aset naik 13,96 persen YoY menjadi Rp2.191,9 triliun. Kinerja ini mempertegas peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong pertumbuhan nasional.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan pertumbuhan kredit sejalan dengan komitmen perseroan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, termasuk UMKM di berbagai daerah.

“Pertumbuhan ini menjadi wujud sinergi antara strategi bisnis, pengelolaan risiko, dan penguatan ekosistem. Kami memastikan akselerasi tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian agar memberi nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan,” ujar Novita dalam keterangan resminya, Senin (23/2).

1. DPK tumbuh 17,29 persen, likuiditas terjaga

ilustrasi Mandirian, karyawan Bank Mandiri (dok. Bank Mandiri)

Di samping itu, struktur pendanaan juga menunjukkan penguatan yang solid. Dana Pihak Ketiga (DPK) secara bank only tercatat sebesar Rp1.635,5 triliun atau tumbuh 17,29 persen YoY, sejalan dengan strategi optimalisasi pendanaan dan penguatan basis nasabah. Adapun, komposisi dana tersebut didominasi dana murah dengan rasio Current Account Saving Account (CASA) terjaga di level 73 persen, sehingga mendukung efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat struktur likuiditas perseroan.

2. Laba bersih naik 16,18 persen

(dok. Bank Mandiri)

Dari sisi profitabilitas, Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp4,65 triliun per Januari 2026 atau tumbuh 16,18 persen YoY. Kinerja ini ditopang kenaikan Net Interest Income (NII) sebesar 10,2 persen YoY serta penurunan Cost of Fund (CoF) sebesar 27 basis poin dibanding bulan sebelumnya menjadi 2,06 persen.

Fee Based Income (FBI) recurring juga tumbuh 16,1 persen YoY, memperkuat struktur pendapatan yang semakin berimbang. Rasio Cost to Income Ratio (CIR) membaik menjadi 37,75 persen, turun dari posisi di atas 40 persen pada bulan sebelumnya. Sementara dari sisi digital, transaksi Livin’ by Mandiri tumbuh 49,3 persen YoY, Kopra by Mandiri meningkat 27 persen YoY, dan transaksi treasury naik 33 persen YoY.

Novita mengatakan penguatan ekosistem digital menjadi strategi untuk memperluas inklusi keuangan melalui integrasi layanan bagi nasabah ritel, pelaku usaha, hingga merchant UMKM. “Melalui konektivitas yang semakin kuat antarsegmen, kami ingin memastikan setiap kebutuhan transaksi dan pembiayaan dapat terpenuhi secara lebih mudah, cepat, dan relevan dengan perkembangan ekonomi nasional,” ujarnya.

3. Kualitas kredit membaik, risiko terjaga

Bank Mandiri Menerbitkan Global Bond sebesar 800 juta dolar AS dengan 3.5 kali oversubscription . (Dok/Istimewa).

Sementara itu, dari sisi kualitas kredit, Cost of Credit (CoC) per Januari 2026 juga mencatatkan penurunan sebesar 21 basis poin (bps) YoY mencapai 0,35 persen dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga stabil di 0,97 persen atau turun 3 bps secara tahunan. Kondisi ini mencerminkan disiplin manajemen risiko serta selektivitas Bank Mandiri dalam ekspansi pembiayaan.

Sebagai mitra strategis pemerintah dan bagian dari ekosistem Danantara, Bank Mandiri terus mengarahkan pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM. Melalui penguatan ekosistem korporasi, ritel, dan digital yang terhubung dari hulu ke hilir, bank berkode emiten BMRI ini memastikan setiap lini bisnis saling mendukung untuk menciptakan nilai tambah yang lebih luas.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Dengan fundamental yang solid, efisiensi yang terjaga, serta strategi yang adaptif, kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan sepanjang 2026,” pungkas Novita. (WEB)

Editorial Team