Komitmen dalam pemberdayaan UMKM, BRI kembali menggelar agenda bulanan Bazar Klaster Mantriku di Kantor Pusat BRI Jakarta pada Jumat (12/11). (Dok. BRI)
Meski aktivitas bisnis mengalami moderasi pada Q2-2026, prospek UMKM untuk kuartal III masih menunjukkan arah positif. Aktivitas bisnis di seluruh sektor diperkirakan tetap berada pada fase ekspansif, meski dengan laju yang lebih moderat. Sektor pertambangan dan konstruksi diperkirakan menjadi penopang seiring semakin banyaknya proyek pemerintah dan swasta yang bergulir.
Optimisme tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Sentimen Bisnis Pelaku UMKM untuk Q3-2026 yang mencapai 120,2. Level indeks yang berada cukup jauh di atas 100 menunjukkan optimisme terhadap prospek ekonomi, sektor usaha, dan perkembangan bisnis dalam tiga bulan mendatang. Optimisme juga terlihat pada mayoritas sektor usaha. Indeks sentimen bisnis sektor konstruksi naik 7,4 poin menjadi 110,8, sedangkan sektor pertambangan meningkat 1,6 poin menjadi 108,3.
Penguatan kedua sektor tersebut terutama didorong bergulirnya proyek pemerintah dan swasta, peningkatan permintaan pasir, batu, dan galian untuk bangunan, serta kondisi cuaca yang kondusif.
“Prospek bisnis UMKM pada Q3-2026 diperkirakan tetap berada pada fase ekspansif, meskipun lebih moderat, terutama ditopang oleh peningkatan proyek pemerintah dan swasta yang akan memberikan spillover effect terhadap sektor lainnya serta perekonomian yang tetap tumbuh. Di sisi lain, pelemahan daya beli dan El Nino menjadi faktor risiko yang perlu dicermati, khususnya bagi sektor pertanian,” ujar Hery.
Aktivitas investasi UMKM juga masih tumbuh dengan indeks berada di atas 100. Hal tersebut menunjukkan pelaku UMKM masih memiliki keyakinan terhadap prospek ekonomi dan keberlanjutan usahanya di tengah moderasi aktivitas bisnis.