Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Premium Risiko dalam Investasi? Ini Penjelasannya

3 min read
Apa Itu Premium Risiko dalam Investasi? Ini Penjelasannya
ilustrasi pasar saham, investasi, krisis, risiko (magnific.com/rawpixel.com)
  • Premium risiko adalah tambahan imbal hasil yang diharapkan investor sebagai kompensasi karena menanggung risiko investasi lebih tinggi.
  • Dalam pinjaman, peminjam dengan prospek tidak pasti dapat menghadapi premium risiko dan suku bunga lebih tinggi.
  • Premium risiko dihitung dari selisih imbal hasil investasi berisiko dengan imbal hasil investasi bebas risiko.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ketika memilih investasi, investor tidak hanya mempertimbangkan berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh. Tingkat risiko juga menjadi bagian yang perlu diperhitungkan, terutama ketika investasi tersebut memiliki kemungkinan mengalami kerugian.

Karena itu, investasi dengan risiko lebih tinggi perlu menawarkan potensi imbal hasil yang lebih besar. Tambahan imbal hasil inilah yang dikenal sebagai risiko premium (premium risk).

Dilansir Investopedia, besarnya premium menjadi kompensasi bagi investor karena bersedia menanggung risiko tambahan dibandingkan investasi bebas risiko (risk-free rate).

  1. 1. Premium risiko jadi kompensasi atas risiko investasi

    ilustrasi investasi
    ilustrasi investasi (magnific.com/rawpixel-com)

    Untuk memahami konsep ini, premium risiko dapat dibayangkan seperti uang bahaya (hazard pay) yang diberikan kepada pekerja dengan pekerjaan berisiko tinggi. Dalam investasi, kompensasi tersebut berupa potensi imbal hasil tambahan atas risiko kerugian yang ditanggung investor.

    Investor dapat memperoleh imbal hasil tertentu dari investasi yang dianggap bebas risiko, seperti surat berharga pemerintah AS. Ketika memilih investasi yang lebih berisiko, investor kemudian mengharapkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan tingkat tersebut.

    Tambahan imbal hasil itu menjadi salah satu pertimbangan ketika investor memilih investasi berisiko. Risiko tersebut dapat berupa kemungkinan kehilangan sebagian atau seluruh modal yang ditempatkan.

    Premium risiko juga dapat dipandang sebagai imbalan ketika investasi berisiko berhasil. Investasi di pasar yang sudah matang cenderung memiliki hasil yang lebih dapat diprediksi sehingga peluang untuk menghasilkan perubahan besar lebih kecil.

    Sebaliknya, inisiatif baru yang memiliki risiko lebih tinggi berpotensi menghasilkan terobosan yang mengubah suatu bidang. Jika berhasil, investasi tersebut dapat memberikan imbal hasil yang sangat tinggi.

    Potensi keuntungan tersebut menjadi salah satu insentif bagi investor yang bersedia memilih investasi dengan tingkat risiko lebih tinggi.

  2. 2. Risiko gagal bayar bikin biaya pinjaman lebih tinggi

    ilustrasi utang, pinjaman, dolar Amerika Serikat
    ilustrasi utang, pinjaman, dolar Amerika Serikat (vecteezy.com/Ahmad Juliyanto)

    Konsep premium risiko juga berlaku dalam pinjaman. Peminjam yang memiliki prospek tidak pasti biasanya menghadapi premium risiko yang lebih tinggi. Kondisi itu dapat membuat mereka harus membayar suku bunga lebih tinggi.

    Ketika peminjam mengambil lebih banyak utang, risiko gagal membayar atau default juga meningkat. Bagi investor, risiko tersebut menjadi bagian yang perlu dipertimbangkan sebelum memberikan pinjaman.

    Investor perlu memperhitungkan seberapa besar premium risiko yang diminta agar sebanding dengan risiko yang ditanggung. Jika terjadi gagal bayar, investor dapat menghadapi proses penagihan utang.

    Dalam kondisi kebangkrutan, investor juga belum tentu mendapatkan kembali seluruh uang yang dipinjamkan. Jumlah yang berhasil dikembalikan dapat hanya sebagian kecil dari nilai yang sebelumnya dijanjikan, meskipun pinjaman tersebut memberikan premium risiko yang tinggi.

    Premium risiko dapat dihitung dengan mengurangi imbal hasil yang diharapkan dari investasi bebas risiko dari imbal hasil yang diharapkan dari investasi berisiko.

    Premium risiko = Imbal hasil investasi berisiko - Imbal hasil bebas risiko

    Selisih tersebut merupakan tambahan imbal hasil yang diharapkan sebagai kompensasi atas risiko yang ditanggung investor.

  3. 3. Contoh menghitung premium risiko

    ilustrasi dokumen keuangan dengan kalkulator dan pena
    ilustrasi dokumen keuangan dengan kalkulator dan pena (pexels.com/Pixabay)

    Premium risiko pada dasarnya menunjukkan berapa besar tambahan imbal hasil yang diharapkan investor karena mengambil risiko. Angka tersebut dihitung dengan membandingkan imbal hasil investasi berisiko dengan imbal hasil investasi bebas risiko.

    Sebagai contoh, jika S&P 500 memiliki premium risiko sebesar 5 persen, berarti investor mengharapkan imbal hasil 5 persen lebih tinggi dari indeks tersebut dibandingkan investasi bebas risiko yang digunakan sebagai pembanding.

    Contoh lainnya, seorang investor memperkirakan suatu saham memberikan imbal hasil tahunan sebesar 8 persen, termasuk dividen. Pada saat yang sama, tersedia investasi lain dengan imbal hasil bebas risiko sebesar 3 persen per tahun.

    Premium risiko saham tersebut dihitung dengan mengurangi imbal hasil bebas risiko dari imbal hasil saham:

    8 persen - 3 persen = 5 persen

    Jadi, premium risiko yang diharapkan dari investasi saham tersebut sebesar 5 persen.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More