Jakarta, IDN Times - Pekan ini, industri kripto akan kembali memperingati Bitcoin Pizza Day. Hari itu menjadi momentum tertentu bagi para pelaku industri Bitcoin, dan juga para investor. Sebenarnya, apa itu Bitcoin Pizza Day? Simak pengertian hingga maknanya bagi industri aset kripto Indonesia.
Bitcoin Pizza Day: Pengertian hingga Maknanya bagi Industri Kripto RI

1. Pengertian Bitcoin Pizza Day
Bitcoin Pizza Day merupakan momen historis dalam industri kripto global yang merujuk pada transaksi pembelian dua loyang pizza menggunakan Bitcoin pada 2010.
Transaksi itu adalah tonggak sejarah, pertama kali Bitcoin memiliki nilai ekonomi di dunia nyata. Bitcoin Pizza Day jatuh pada tanggal 22 Mei setiap tahunnya.
Pelaku industri kripto di Indonesia biasanya turut memperingati hari itu setiap tahunnya. Misalnya seperti Indodax, yang menjelang peringatan Bitcoin Pizza Day mencatatkan jumlah penggunanya hampir menyentuh angka 10 juta orang.
“Perjalanan industri kripto hari ini sudah sangat berbeda dibanding satu dekade lalu. Jika dahulu fokus utamanya adalah akses dan adopsi, kini industri bergerak menuju fase yang lebih matang dengan menempatkan kepercayaan dan perlindungan pengguna sebagai prioritas utama,” kata CEO Indodax, William Sutanto dikutip Senin, (18/5/2026).
2. Makna Bitcoin Pizza Day bagi Indonesia
Menurut William, aset kripto berkembang menjadi instrumen digital dengan tingkat adopsi yang terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026, jumlah pengguna aset kripto nasional telah mencapai 21,37 juta orang. Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya atau sekitar 46,5 persen merupakan member Indodax.
Menurut William, pertumbuhan industri juga diikuti oleh perubahan standar operasional yang semakin ketat. Seiring bertambahnya jumlah pengguna dan hadirnya pengawasan industri kripto melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), pelaku industri dituntut untuk meningkatkan tata kelola, transparansi, serta sistem keamanan yang lebih komprehensif.
Dalam hal ini, lanjutnya, aspek Know Your Customer (KYC) Hygiene menjadi salah satu fondasi penting untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan identitas, fraud digital, hingga ancaman siber yang semakin kompleks di era digital saat ini.
“Dalam industri yang terus berkembang, keamanan tidak lagi hanya berbicara soal perlindungan aset, tetapi juga perlindungan identitas digital pengguna. Karena itu, praktik KYC Hygiene dan penguatan sistem keamanan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kripto yang sehat dan berkelanjutan,” ucap William.
3. Pilihan aset terus diperluas
Sejalan dengan meningkatnya standar transparansi industri, Indodax juga menyediakan Proof of Reserves (PoR) sebagai salah satu bentuk akuntabilitas perusahaan terhadap member. Melalui sistem itu, aset pengguna dapat diverifikasi secara berkala untuk memastikan ketersediaan dana yang tersimpan di platform tetap terjaga secara transparan.
Langkah itu menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus mendorong penerapan standar operasional industri aset digital yang berorientasi pada perlindungan pengguna.
Selain itu, Indodax juga memperluas pilihan aset digital yang dapat diperdagangkan di platform untuk mendukung kebutuhan pengguna yang semakin beragam.
Saat ini, tersedia lebih dari 500 aset kripto, termasuk aset terbaru berbasis Real World Assets (RWA) seperti Tokenized Stocks.
Kehadiran berbagai pilihan aset tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif diversifikasi portofolio yang lebih luas seiring berkembangnya minat dan pemahaman masyarakat terhadap investasi aset digital.