ilustrasi pasar tradisional di Indonesia (unsplash.com/Devi Puspita Amartha Yahya)
Setelah investasi dan kewajiban utama selesai, hitunglah sisa uang yang tersedia. Business Standard menyarankan agar setengah dari sisa tersebut dipindahkan ke rekening khusus untuk kebutuhan harian seperti makan, belanja, dan transportasi. Rekening ini bisa dihubungkan dengan aplikasi pembayaran yang biasa kamu gunakan supaya transaksi sehari-hari gak bercampur dengan uang tabungan. Pemisahan rekening membuatmu lebih gampang melihat apakah pengeluaran sudah mulai melewati batas.
Perhatikan juga kondisi keuangan ketika memasuki tanggal 22 karena periode ini disebut sebagai salah satu titik rawan dalam rutinitas tersebut. Jika uang belanja sudah habis sebelum gajian berikutnya, jangan langsung mengambil dana penyangga untuk menutupi pengeluaran konsumtif, ya. Business Standard menyarankan agar kamu melakukan evaluasi terhadap pengeluaran beberapa minggu sebelumnya, termasuk biaya pesan makanan dan transportasi. Kalau memang terjadi pemborosan, kamu bisa membatasi pengeluaran nonwajib sampai gaji berikutnya masuk.
Mengatur gaji yang masuk pada hari kerja terakhir memang membutuhkan rutinitas yang sedikit berbeda dibandingkan sistem gajian di pertengahan bulan. Kamu perlu memberi jeda untuk memastikan dana aman, mengamankan tabungan atau investasi, lalu membayar kewajiban sebelum mengalokasikan uang untuk kebutuhan harian. Prinsip pay yourself first juga bisa membantumu membiasakan diri menyisihkan uang sebelum penghasilan habis untuk berbagai keinginan.
Jangan lupa mempertahankan dana penyangga agar perubahan waktu pembayaran gak langsung mengganggu kondisi rekeningmu. Sistem ini mungkin terasa merepotkan pada awalnya, tapi setelah berjalan beberapa siklus, pembagian uang bisa menjadi rutinitas otomatis. Dengan begitu, gaji yang masuk di penghujung bulan gak langsung habis hanya karena terasa masih banyak saat pertama kali masuk.