7 Langkah Perencanaan Keuangan saat Punya Anak

- Siapkan mental dan dana menuju kehamilan, termasuk biaya program hamil, terapi hormon, inseminasi, hingga IVF.
- Merinci segala biaya rutin saat hamil seperti kontrol ke dokter, suplemen dan vitamin, periksa USG, periksa darah.
- Realistis dalam membuat daftar dan budget belanja untuk si kecil serta menghitung biaya persalinan sesuai tipe yang dipilih.
Jakarta, IDN Times – Bagi orangtua baru, dikarunia seorang anak tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Apalagi di era digital saat ini, begitu melihat dua garis biru di test pack rasanya ingin segera mengabarkan ke seluruh dunia.
Posting hasil USG di Instagram, pemotretan maternity, babymoon, belanja perlengkapan bayi, dan sederet kegiatan menyenangkan lainnya langsung terbayang di kepala.
Padahal, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum dan setelah kelahiran si bayi. Tes laboratorium, metode persalinan, imunisasi, ASI, MPASI, sampai rencana pendidikan anak.
Mau tak mau, cashflow rumah tangga pasti berubah. Oleh sebab itu, perencanaan keuangan perlu dilakukan agar kondisi finansial keluarga tetap terjaga.
Dalam buku MoneySmart Parent, Nadia Mulya dan Prita Ghozie, memaparkan semua hal terkait perencanaan keuangan dikupas tuntas lho. Buku tujuh bab ini mengupas segala hal berkaitan dengan gaya hidup serta perencanaan keuangan mama, papa, dan calon anggota keluarga baru.
Apa saja sih tips yang dapat kamu jalankan dari buku tersebut? Yuk, simak review-nya!
Table of Content
1. Siapkan mental dan dana menuju kehamilan

Pada bab satu buku ini, dijabarkan mengenai berbagai biaya menuju hamil serta sumber pembiayaannya. Kehamilan tentu menjadi karunia bagi setiap pasangan baru menikah, tetapi tidak setiap pasangan dikaruniai kehamilan dengan mudah.
Program hamil, terapi hormon, inseminasi, hingga IVF tentu membutuhkan kesiapan mental dan dana. Ternyata, mendapatkan dua setrip di test pack secara alami itu bisa menghemat Rp20-Rp70 juta loh! Sebab, Mama tidak perlu lagi menjalani program kehamilan yang memakan banyak biaya.
2. Merinci segala biaya rutin saat hamil

Tapi, jangan senang dulu. Argo biaya langsung berjalan begitu Mama hamil. Jadwal kontrol ke dokter, suplemen dan vitamin, periksa USG, periksa darah, dan berbagai kebutuhan lain perlu dipersiapkan demi kesehatan mama dan janin. Inilah yang dibahas pada bab dua.
3. Realistis dalam membuat daftar dan budget belanja untuk si kecil

Nesting adalah mempersiapkan segala kebutuhan untuk si kecil. Wish list barang bayi seakan tiada habisnya.
Nah, pada bab tiga ini, mama dan papa diajak realistis dalam membuat daftar dan bujet belanja, sekaligus menata sumber dananya. Ada tips-tips hemat juga loh!
4. Menghitung biaya persalinan sesuai tipe yang dipilih

Selain itu, mama dan papa juga dilatih merancang birth plan agar bisa mempersiapkan dana kelahiran. Jangan lupa siapkan plan B. Sebab, kita tak pernah tahu kapan dan bagaimana si kecil akan lahir ke dunia.
Pada bab empat diberikan referensi harga metode persalinan berbeda dari beberapa lokasi yang berbeda, serta checklist apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum dan setelah melahirkan.
5. Kelola keuangan rumah tangga agar cashflow tetap lancar

Sejak ada bayi, yang berubah bukan hanya jam tidur Mama, tetapi juga cashflow. Mama mungkin berpikir untuk mengubah status dari working mom menjadi working from home mom hingga stay at home mom.
Pada bab lima buku itu, mama diajak untuk mengetahui plus minus dari masing-masing pilihan tersebut.
Bagaimana menata keuangan manakala memutuskan berhenti bekerja? Saat memutuskan tetap menjadi perempuan karier, siapa yang akan mengasuh anak? Gaji babysitter dan daycare cukup tinggi, bagaimana alokasi biayanya? Semua dikupas tuntas dalam bab ini.
6. Siapkan pos kebutuhan utama bayi

Pos kebutuhan utama bayi pada tahun-tahun pertama meliputi imunisasi (shots), susu (dots), dan popok (diapers). Ternyata, banyak kiat untuk mengehemat manakala Mama mengetahui celahnya.
7. Rencanakan dana pendidikan anak

Jangan lupa, ngobrol dengan pasangan soal biaya pendidikan juga wajib dilakukan. Dana pendidikan adalah tujuan keuangan utama anak.
Dengan inflasi yang tinggi, perlu dipersiapkan strateginya dari sekarang. Caranya? Hitung mundur jumlah yang dibutuhkan, kemudian hitung maju berapa dana yang perlu disisihkan.
FAQ seputar Langkah Perencanaan Keuangan saat Punya Anak
| Apa saja hal penting dalam perencanaan keuangan untuk orangtua baru? | Hal penting dalam perencanaan keuangan orangtua baru meliputi pengaturan anggaran keluarga, menyiapkan dana darurat, rencana pendidikan anak, asuransi kesehatan, tabungan pensiun, investasi, dan perlindungan terhadap risiko finansial. |
| Kenapa orangtua baru perlu menyiapkan dana darurat? | Orangtua baru perlu dana darurat karena kebutuhan tak terduga seperti biaya kesehatan anak, peralatan bayi, atau keadaan darurat lainnya dapat muncul sewaktu-waktu dan memerlukan cadangan finansial. |
| Bagaimana cara mengatur anggaran keluarga setelah memiliki anak? | Cara mengatur anggaran keluarga setelah memiliki anak antara lain dengan membuat pos pengeluaran khusus untuk kebutuhan anak, mengurangi pengeluaran yang kurang penting, serta menetapkan tujuan tabungan setiap bulan. |
| Apa saja jenis asuransi yang sebaiknya dimiliki orangtua baru? | Orangtua baru sebaiknya mempertimbangkan asuransi kesehatan untuk keluarga, asuransi pendidikan anak, serta asuransi jiwa untuk memberi perlindungan finansial pada anggota keluarga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. |
| Apakah investasi penting untuk orangtua baru? | Ya, investasi penting untuk orangtua baru karena dapat membantu menyiapkan tujuan jangka panjang seperti biaya pendidikan anak, rumah, atau pensiun yang semakin meningkat seiring waktu. |
















