Modal Terbatas Bukan Halangan! 4 Cara Investasi dengan Biaya Rendah

- Manfaatkan program investasi dari tempat kerja
- Pilih ETF atau reksa dana indeks biaya rendah
- Cukup mulai dengan satu dana terdiversifikasi
Banyak orang berpikir investasi hanya untuk mereka yang punya banyak uang, padahal faktanya tidak begitu. Jika kamu merasa membeli saham individu terlalu mahal atau membingungkan, masih ada banyak cara untuk memulai investasi dengan biaya rendah, bahkan saham pun kini lebih mudah dijangkau dari sebelumnya.
Menurut profesor keuangan di Creighton University, Robert R. Johnson, Ph.D., CFA, ada beberapa strategi sederhana dan murah untuk mulai berinvestasi dan membangun kekayaan jangka panjang.
1. Manfaatkan program investasi dari tempat kerja

Kalau kamu bekerja di perusahaan yang menawarkan program investasi seperti dana pensiun karyawan atau BPJS DPLK, pastikan kamu ikut berpartisipasi penuh, terutama jika ada tambahan kontribusi dari perusahaan. Tidak memanfaatkan fasilitas ini sama saja seperti menolak uang gratis.
Selain bisa menikmati bunga majemuk dari hasil investasimu, kontribusi tersebut juga bisa membantu mengurangi beban pajak karena diambil dari pendapatan sebelum pajak.
2. Pilih ETF atau reksa dana indeks biaya rendah

Bagi kamu yang ingin berinvestasi tanpa perlu terlalu banyak riset, ETF (Exchange-Traded Fund) atau reksa dana indeks adalah pilihan ideal. Produk ini menawarkan portofolio terdiversifikasi dengan biaya pengelolaan rendah.
Alih-alih membeli satu per satu saham perusahaan seperti Apple atau Google, kamu bisa membeli satu unit ETF yang otomatis berisi kumpulan saham dari berbagai perusahaan besar. Dengan begitu, risiko lebih tersebar dan hasil lebih stabil dalam jangka panjang.
3. Cukup mulai dengan satu dana terdiversifikasi

Kamu tidak perlu punya banyak produk investasi untuk bisa mulai. Johnson menjelaskan, berinvestasi di satu reksa dana pasar saham total, seperti Vanguard Total Stock Market Index Fund (VTI) di Amerika Serikat, sudah cukup untuk mendapatkan diversifikasi penuh.
Di Indonesia, kamu bisa mulai dengan produk seperti reksa dana indeks IDX30 atau LQ45. Menariknya, kamu bisa mulai dari nominal kecil, bahkan Rp10 ribu saja.
4. Gunakan aplikasi investasi otomatis

Bagi generasi muda, aplikasi auto-invest atau round-up apps seperti Bibit dan Pluang bisa jadi solusi praktis. Aplikasi ini secara otomatis membulatkan transaksi harianmu dan menginvestasikan selisihnya.
Misalnya, saat kamu membeli kopi seharga Rp25.500, aplikasi akan membulatkannya menjadi Rp26 ribu, lalu Rp500 sisanya langsung diinvestasikan ke reksa dana. Cara sederhana ini membuatmu menabung sambil berinvestasi tanpa terasa.
Tak masalah jika kamu baru bisa memulai dengan jumlah kecil. Yang penting adalah memulai lebih awal dan konsisten. Menurut Johnson, cara paling pasti untuk membangun kekayaan sejati adalah dengan berinvestasi secara rutin, bukan sekadar menabung di rekening bank.
Melalui strategi sederhana seperti dollar-cost averaging, kamu bisa menanamkan sejumlah uang secara berkala dan menikmati pertumbuhan jangka panjang tanpa stres mengikuti naik-turun pasar.


















