OJK Pastikan Kerja Kolektif Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

- OJK menegaskan kerja kolektif seluruh jajaran untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan, terutama pasar modal di tengah dinamika global.
- OJK terus memantau ketahanan industri, mendorong pendalaman pasar keuangan, serta mengupayakan inovasi agar sektor jasa keuangan dapat mendukung pembangunan ekonomi tanpa mengorbankan kepentingan konsumen.
- OJK fokus pada reformasi integritas pasar modal dengan meningkatkan transparansi dan free float saham, sebagai respons atas perhatian lembaga pemeringkat terhadap komitmen Indonesia memperkuat tata kelola sektor keuangan.
Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan, khususnya pasar modal.
Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, seluruh jajaran OJK akan bekerja secara bersama-sama untuk memastikan sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah dinamika global.
"Kami ADK (Anggota Dewan Komisioner) OJK itu (kerjanya) kolektif dan kolegial. Kita semua tentu akan berjalan bersama, beriringan. Yang pertama tentu tugas kita adalah menjaga stabilitas sistem keuangan," ujarnya yang karib disapa Kiki, usai Rapat Paripurna di gedung DPR, Kamis (12/3/2026).
1. OJK selalu pantau perkembangan terkini

Menurut Kiki, upaya menjaga stabilitas tersebut dilakukan dengan terus melakukan asesmen terhadap kondisi sektor jasa keuangan, termasuk memantau ketahanan modal industri serta dampak dinamika geopolitik global terhadap stabilitas sistem keuangan domestik.
Selain itu, OJK juga menempatkan pemulihan kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan sebagai prioritas berikutnya, terutama setelah sejumlah dinamika yang terjadi di pasar modal dalam beberapa waktu terakhir.
“Kita mengupayakan pemulihan kepercayaan kepada sektor jasa keuangan kita, terutama di sektor pasar modal,” katanya.
2. OJK berkomitmen untuk memperdalam pasar keuangan

Di sisi lain, OJK juga akan mendorong pendalaman pasar keuangan agar sektor jasa keuangan dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional dan program prioritas pemerintah dalam jangka panjang.
Perempuan yang kerap disapa Kiki menjelaskan bahwa pasar keuangan yang lebih dalam akan memperkuat kemampuan sektor jasa keuangan dalam menyediakan pembiayaan bagi berbagai program pembangunan.
Selain itu, OJK juga mendorong inovasi di sektor jasa keuangan agar industri dapat terus berkembang tanpa mengorbankan kepentingan konsumen dan masyarakat.
“Bagaimana kita mendorong sektor jasa keuangan ini bisa berinovasi dan berkembang, tetapi tidak mengorbankan kepentingan konsumen dan masyarakat,” ujarnya.
3. Ada sejumlah isu yang jadi perhatian lembaga pemeringkat

OJK juga akan terus melakukan perbaikan dan optimalisasi internal organisasi untuk meningkatkan efektivitas lembaga dalam menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan. Kiki mengungkapkan, terdapat beberapa isu yang menjadi perhatian lembaga pemeringkat, terutama terkait komitmen Indonesia dalam memperkuat integritas pasar modal.
Ia menuturkan, saat salah satu lembaga pemeringkat bertemu dengan OJK, sebagian besar pembahasan justru berfokus pada agenda reformasi integritas pasar modal yang tengah disiapkan regulator.
“Sekitar 90 persen waktu diskusi kami habiskan untuk membahas detail proposal reformasi integritas pasar modal dan komitmen kita untuk menjalankannya,” kata dia.
Dalam pertemuan tersebut, lembaga pemeringkat meminta penjelasan rinci terkait berbagai langkah reformasi yang dirancang OJK. Beberapa hal yang menjadi sorotan antara lain kebijakan peningkatan porsi saham beredar di publik atau free float, transparansi kepemilikan saham, hingga keterbukaan informasi pemegang saham pengendali.

















