Ilustrasi mencatat pengeluaran (freepik.com/Young muslim businesswoman check product purchase order on stock and save to tablet computer work at home office. tirachardz)
Pembuatan purchase order (PO) harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari awal pembuatan hingga transaksi benar-benar tuntas. Agar pembuatan purchase order lebih mudah dan tanpa kendala, kamu bisa ikuti beberapa tips berikut.
1. Verifikasi Detail Pesanan Sebelum Dikirim
Cek kembali nama vendor, spesifikasi barang/jasa, jumlah, harga, hingga lokasi pengiriman agar tidak terjadi kekeliruan. Langkah ini dapat mengurangi risiko adanya kesalah saat pihak vendor mulai memproses pesanan.
2. Gunakan Sistem Penomoran PO yang Mudah Dilacak
Beri nomor unik dengan format yang konsisten pada setiap transaksi. Dengan memberikan nomor PO yang mudah dilacak akan memudahkan tim internal melacak riwayat atau status pembelian dengan cepat.
3. Pastikan Approval Melalui Cara yang Sah
Sebelum dikirim ke vendor, PO wajib disetujui oleh pihak berwenang. Mekanisme approval ini dapat diatur berdasarkan besar kecilnya nominal, departemen terkait, jenis pengeluaran, maupun SOP perusahaan.
Bagi perusahaan dengan transaksi dalam jumlah banyak, penerapan otomatisasi persetujuan sangat membantu mengefisiensikan alur birokrasi sesuai aturan yang berlaku.
4. Arsipkan PO Bersamaan dengan Dokumen Pendukung
Dokumen PO harus tersimpan rapi agar tim keuangan dapat mencocokkannya dengan bukti penerimaan barang atau tagihan tanpa kendala. Arsip yang tertib juga membuat tim pengadaan lebih mudah memantau histori transaksi di satu tempat.
5. Awasi Status PO hingga Transaksi Tuntas
Lakukan monitoring secara berkala sampai barang atau jasa diterima serta tagihan selesai dibayar. Pembaruan status ini berguna untuk memetakan pesanan yang masih berjalan maupun yang sudah siap dilunasi.
Itulah contoh purchase order lengkap dengan tips membuatnya. Semoga informasinya bermanfaat!