Emas selama ini dikenal sebagai aset safe haven yang sering diburu ketika konflik geopolitik memicu ketidakpastian pasar. Namun, pergerakan harga emas tidak selalu mengikuti kekhawatiran investor karena ada faktor ekonomi lain yang ikut memengaruhi permintaan terhadap logam mulia tersebut. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah hubungan antara harga energi, inflasi, dan kebijakan suku bunga.
Pada Kamis, 22 Oktober 2026, harga emas dunia kembali melemah ketika minyak mentah Brent bergerak di atas 110 dolar Amerika Serikat (AS) per barel. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama. Lantas, mengapa harga minyak yang melonjak justru dapat menekan emas?
