Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tesla Pamerkan Mobil Terbang, Saham Malah Merosot Akibat Valuasi

3 min read
Tesla Pamerkan Mobil Terbang, Saham Malah Merosot Akibat Valuasi
ilustrasi logo Tesla (unsplash.com/Prometheus 🔥)
  • Tesla memamerkan Roadster dua kursi versi mobil terbang dengan nosel dan tangki udara bertekanan, serta klaim akselerasi hingga 97 km/jam dalam kurang dari satu detik.
  • Saham Tesla turun lebih dari 18 persen sejak awal tahun karena investor mencermati valuasi, profitabilitas, arus kas, dan ketidakpastian pendapatan dari robotaxi, Optimus, serta AI.
  • Menjelang laporan kuartal ketiga, pendapatan diproyeksikan 28 miliar dolar AS; Tesla mencatat produksi 464.391 unit dan pengiriman 486.532 unit secara global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perusahaan kendaraan listrik asal Amerika Serikat, Tesla, memamerkan mobil terbang terbarunya di tengah tantangan meyakinkan investor mengenai potensi pertumbuhan jangka panjang. Langkah inovatif tersebut rupanya belum mampu mengangkat harga saham perusahaan yang justru mengalami penurunan akibat kekhawatiran valuasi pasar.

Dilansir Anadolu Agency, kinerja pasar saham Tesla dan langkah terobosan teknologinya menunjukkan perbedaan tajam. Para investor kini menyoroti masalah profitabilitas, arus kas, hingga valuasi perusahaan menjelang pengumuman laporan keuangan kuartal ketiga.

  1. 1. Unjuk kebolehan mobil terbang Roadster

    Tesla Roadster
    Tesla Roadster (dok. Tesla)

    Dalam acara peluncuran produk terbarunya, Tesla memperkenalkan versi mobil terbang dari mobil sport Roadster dua kursi. Kendaraan ini memanfaatkan sepuluh nosel dan tangki udara bertekanan ultra-tinggi untuk seolah-olah menentang gravitasi.

    Produsen tersebut mendemonstrasikan kemampuan kendaraan yang dapat menaiki tanjakan curam dan melayang terbalik menggunakan tenaga hisap. Mobil tersebut juga melakukan gerakan salto di udara dan mendarat setelah melompati deretan mobil yang terparkir.

    Chief Executive Officer (CEO) Tesla, Elon Musk, menyatakan bahwa mobil swakemudi tersebut mampu mencapai kecepatan sekitar 97 kilometer per jam dalam waktu kurang dari satu detik. Kendati menampilkan teknologi futuristis, para analis memperingatkan bahwa investasi besar pada taksi otonom (robotaxi), robot humanoid Optimus, serta infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mengaburkan jadwal perolehan pendapatan berkelanjutan bagi perusahaan.

  2. 2. Kekhawatiran investor picu penurunan saham

    ilustrasi pasar saham
    ilustrasi pasar saham (pexels.com/Pixabay)

    Meskipun menyajikan peragaan teknologi masa depan, saham Tesla justru mengalami aksi jual di bursa. Saham pembuat mobil listrik tersebut telah anjlok lebih dari 18 persen sejak awal tahun akibat kekhawatiran atas tingginya valuasi pasar.

    Dilansir Anadolu Agency, harga saham produsen otomotif ini sempat turun 3,57 persen pada September dan terperosok lagi sebesar 7,3 persen pada pekan lalu. Tekanan ini menunjukkan kehati-hatian investor dalam memandang pengembalian modal dari berbagai inovasi besar yang dicanangkan perusahaan.

    Kekhawatiran finansial tersebut juga merambat ke pasar surat utang. Spread credit default swap (CDS) berjangka lima tahun milik Tesla naik menjadi 188,1 basis poin, yang merupakan posisi tertinggi sejak Mei 2023.

  3. 3. Proyeksi pendapatan dan catatan produksi global

    interior Tesla Model 3
    interior Tesla Model 3 (unsplash.com/David von Diemar)

    Perhatian para pelaku pasar sebelumnya tertuju pada laporan kinerja keuangan kuartal ketiga yang dijadwalkan terbit pada Rabu (21/10/2026) setelah penutupan perdagangan pasar Amerika Serikat. Pendapatan kuartalan Tesla diproyeksikan menyentuh angka 28 miliar dolar AS atau setara Rp505,23 triliun (kurs Rp18.044) dengan laba per saham sebesar 0,45 dolar AS atau setara Rp8.120.

    Laporan pendapatan ini hadir menyusul data produksi global perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan solid. Tesla sukses memproduksi sebanyak 464.391 unit kendaraan atau naik 3,8 persen secara tahunan, serta membukukan pengiriman sebanyak 486.532 unit kendaraan ke berbagai negara.

    Di kawasan Uni Eropa, penjualan mobil Tesla tercatat menembus 142.165 unit sepanjang periode Januari hingga Agustus dengan lonjakan sebesar 65,9 persen. Pada Agustus saja, penjualannya naik 52,7 persen menjadi 12.547 unit, yang berkontribusi sebesar 1,9 persen dari total penjualan mobil di kawasan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More