Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemerintah Siapkan Rp1,28 Triliun untuk Buka Rekening 25 Juta Orang

2 min read
Pemerintah Siapkan Rp1,28 Triliun untuk Buka Rekening 25 Juta Orang
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Dok/Istimewa).
  • Pemerintah menganggarkan Rp1,28 triliun untuk membuka rekening bagi 25 juta masyarakat, dengan setoran awal Rp50.000 per rekening.
  • Data calon nasabah disiapkan BRI dan BSI berbasis DTSEN, melibatkan BPS serta LPS, untuk warga Indonesia berusia 17 tahun ke atas.
  • Program arahan Presiden Prabowo ini ditargetkan memperkuat penyaluran bansos, kegiatan produktif, dan inklusi keuangan hingga 99 persen; lebih dari 170 juta orang sudah memiliki rekening.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta – Pemerintah menganggarkan Rp1,28 triliun untuk mendukung program satu orang satu rekening. Anggaran tersebut disiapkan untuk memberikan rekening kepada 25 juta masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, anggaran tersebut mencakup setoran awal sebesar Rp50.000 untuk setiap rekening.

“Setoran awal disiapkan Rp50.000 dan anggarannya Rp1,28 triliun,” kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, Kamis (22/10/2026).

  1. 1. Data calon nasabah disiapkan oleh BSI dan BRI

    Aplikasi BYOND by BSI (instagram.com/banksyariahindonesia)
    Aplikasi BYOND by BSI (instagram.com/banksyariahindonesia)

    Airlangga menjelaskan, data calon nasabah tengah disiapkan oleh dua bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

    Penyusunan data tersebut mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

  2. 2. Diharapkan dorong inklusi keuangan 99 persen

    ilustrasi buku tabungan (vecteezy.com/Lumpang Moonmuang)
    ilustrasi buku tabungan (vecteezy.com/Lumpang Moonmuang)

    Melalui program ini, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial dan dukungan terhadap kegiatan produktif dapat berjalan lebih efektif.

    "Program tersebut juga diharapkan mendorong peningkatan inklusi keuangan hingga 99 persen," tegasnya.

    Program kepemilikan rekening bank bagi masyarakat Indonesia berusia 17 tahun ke atas. Program ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

  3. 3. Sekitar 98 persen penduduk Indonesia sudah tercatat dalam data Dukcapil

    Ilustrasi dokumen identitas kependudukan Indonesia berupa Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk.
    Ilustrasi identitas kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). (IDN Times/Paulus Risang)

    Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyarankan penggunaan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk mencari warga berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening bank.

    Tito mengatakan sekitar 98 persen penduduk Indonesia sudah tercatat dalam data Dukcapil. Data tersebut memuat identitas penduduk, seperti wajah, sidik jari, retina mata, alamat tempat tinggal, status, dan profil umum lainnya.

    Hal itu disampaikan dalam Opening Ceremony Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (24/9/2026).

    "Sehingga bisa di-filter dengan cepat sekali 17 tahun ke atas by name by address per provinsi, kabupaten, kota, sampai ke tingkat desa pun di Dukcapil bisa kita datakan," kata Tito.

    Tito mengatakan pemerintah sebelumnya telah menggelar rapat dengan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana agar masyarakat berusia 17 tahun ke atas memiliki rekening bank.

    Mantan Kapolri itu menyebut berdasarkan data yang dimiliki Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan perbankan, saat ini terdapat lebih dari 170 juta orang yang telah memiliki rekening bank.

    "Dari data yang ada di Danantara, perbankan, itu 170 juta yang baru memiliki rekening," ujar Tito.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More