5 Cara Atur Keuangan Keluarga di Tengah Krisis ala Upin & Ipin

Ada sejumlah cara atur keuangan keluarga di tengah krisis ala Upin & Ipin yang bisa dijadikan contoh.
Salah satunya dengan memprioritaskan kebutuhan pokok seperti makanan, lalu tunda pembelian barang yang belum mendesak.
Selain itu, bisa juga untuk cari pemasukan tambahan melalui usaha atau jasa sesuai kemampuan, lalu sisihkan uang untuk tabungan dan dana darurat.
Cara atur keuangan keluarga di tengah krisis ala Upin & Ipin bisa dilakukan dengan langkah sederhana, mulai dari mendahulukan kebutuhan pokok sampai mengalihkan anggaran yang tidak mendesak. Cara-cara ini membantu pengelolaan uang sehari-hari menjadi lebih bijak meski kondisi keuangan sedang kurang bagus.
Kondisi ekonomi yang tidak menentu memang bisa menjadi tantangan bagi setiap keluarga. Solusinya jelas bukan sekadar mengurangi belanja, tetapi juga hal-hal lain termasuk cara mengatur prioritas keuangan. Dalam serial animasi Upin & Ipin, pelajaran soal mengatur keuangan keluarga juga kerap disinggung dalam beberapa episode. Berikut di antaranya.
Table of Content
1. Dahulukan kebutuhan pokok keluarga

kak Ros di serial Upin Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production) Saat kondisi keuangan sedang sulit, keluarga perlu menentukan kebutuhan mana yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Kebutuhan pokok seperti makanan sehari-hari sebaiknya menjadi prioritas. Sementara itu, pembelian barang yang tidak mendesak bisa ditunda dulu sampai kondisi keuangan kembali stabil.
Di serial Upin & Ipin, Kak Ros sebagai orang yang mengatur keuangan keluarga biasa berlaku sangat tegas, termasuk ketika adik-adiknya meminta sesuatu. Meski tak dijelaskan secara detail, Kak Ros selalu mengutamakan kebutuhan pokok keluarga, seperti halnya makanan. Hal ini turut dibuktikan dari kondisi Upin dan Ipin yang tak pernah dilihatkan kekurangan makanan. Bahkan, mereka juga punya kebun sayuran sendiri, sehingga bisa dimanfaatkan ketika sewaktu-waktu menghadapi krisis.
Di luar kebutuhan pokok. Kak Ros sangat selektif dengan permintaan adik-adiknya itu. Misal dalam episode "Mainan Baru" ketika Upin dan Ipin minta dibelikan mobil-mobilan baru. Tak langsung dikabulkan, mereka harus menunggu Opah bekerja sebagai pengambil getah karet sebelum akhirnya bisa membeli mainan yang diinginkan.
2. Hindari utang

ilustrasi Mail (youtube.com/Les' Copaque Production) Meski kondisi keuangan sedang sulit, usahakan sebisa mungkin agar tidak mengambil pinjaman atau utang, terlebih kepada pihak yang mematok bunga tinggi. Alasannya karena utang dan bunganya bisa menjadi beban tambahan di kemudian hari. Kabar baik jika bulan depannya keuangan sudah stabil, tetapi kondisi akan semakin runyam ketika masih dilanda krisis dan kini ditambah utang.
Meski hidup sederhana, keluarga Upin dan Ipin tak pernah ditampilkan punya utang. Hal ini tentu karena pengelolaan keuangan yang baik dari Kak Ros dan Opah. Mereka sudah terbiasa untuk hidup sederhana, bahkan memiliki simpanan atau tabungan untuk kondisi darurat.
3. Tunda atau potong anggaran yang tidak mendesak

Ehsan, karakter Upin & Ipin yang punya akun Instagram di dunia nyata (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Berikutnya adalah menunda atau memotong anggaran yang tidak terlalu mendesak. Cara ini bisa dilakukan dengan menunda pembelian barang yang belum dibutuhkan atau mengurangi pengeluaran yang masih bisa ditekan. Misal seperti jajan atau beli makan di luar, belanja hiburan berbayar, atau beli produk gadget keluaran terbaru.
Di serial Upin & Ipin, ada contohnya dalam episode berjudul “Rajin Menyimpan, Bijak Belanja”. Singkat cerita, Upin dan Ipin ingin beli sepeda baru. Setelah mengumpulkan uang dari hasil membantu Tok Dalang hingga jualan sayuran, Opah mengingatkan agar Upin dan Ipin lebih baik mengutamakan menabung dulu daripada langsung membelanjakan uangnya.
Dari situ, keduanya pun sepakat untuk menunda keinginan beli sepeda dan memilih menabung. Upin dan Ipin juga sadar akan pentingnya mengetahui mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang hanya diinginkan.
4. Cari sampingan buat tambahan

tanaman bunga mawar Kak Ros dalam Upin & Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Hemat pengeluaran saat keuangan krisis memang penting, tetapi terkadang langkah tersebut belum cukup ketika kebutuhan keluarga terus berjalan. Jika memungkinkan, kamu bisa mencari sumber pemasukan tambahan sesuai kemampuan dan waktu yang tersedia. Contohnya bisa seperti jualan kecil-kecilan, menawarkan jasa berdasarkan keahlian, dan lain-lain.
Hal demikian pernah dicontohkan sejumlah karakter di serial Upin & Ipin. Misalnya Mail yang kerap memanfaatkan momen tertentu untuk cari cuan tambahan. Contohnya seperti saat jualan lemang jelang Lebaran atau jadi pemandu turis ketika liburan sekolah.
Upin dan Ipin juga pernah melakukan hal serupa. Keduanya pernah mencoba jualan es potong di pasar atau menjual layangan buatan Tok Dalang secara daring.
5. Persiapkan dana darurat

Mail menjual ayam goreng. (youtube.com/@lescopaque) Selain mengatur pengeluaran saat krisis berlangsung, kamu juga bisa menyiapkan dana darurat sebagai langkah pencegahan jika kondisi serupa terjadi lagi di masa mendatang. Dana darurat ini nantinya dapat dipakai untuk menghadapi situasi tak terduga, seperti kehilangan sumber pemasukan, adanya biaya pengobatan, atau kebutuhan mendesak lain.
Keluarga Upin & Ipin sudah melakukan cara di atas. Dalam berbagai momen, Opah dan Kak Ros selalu mengigatkan Upin dan Ipin agar rajin menabung. Tujuannya jelas untuk jangka panjang, baik itu untuk biaya pendidikan atau kondisi tak terduga lainnya.
Demikianlah tadi ulasan mengenai ccara atur keuangan keluarga di tengah krisis ala Upin & Ipin. Semoga bermanfaat, ya.























