- Berhenti investasi dan mengalihkan seluruh aset portofolio ke kas
- Termakan rumor atau rekomendasi tanpa analisis
- Mengalihkan dana darurat ke instrumen berisiko tinggi
6 Hal yang Perlu Dilakukan Investor Pemula saat IHSG Anjlok

- Saat mendapat penurunan pasar saham, investor pemula tidak boleh asal mengambil keputusan.
- Ada beberapa hal yang perlu dilakukan investor pemula saat IHSG anjlok, termasuk menghindari keputusan emosional dan melakukan rebalancing.
- Saat pasar saham anjlok, investor pemula wajib menghindari kesalahan seperti mengalihkan seluruh asset ke kas dan termakan rumor tanpa analisis.
Pergesaran kondisi pasar saham sering menjadi momen krusial yang menguji mental investor, terutama bagi yang masih pemula. Saat mendapati indeks melemah tajam dalam waktu singkat atau warna merah di layar perdagangan, tak sedikit investor pemula merasakan kekhawatiran berlebih hingga membuat keputusan emosional yang justru merugikan.
Situasi ini sebenarnya wajar, mengingat banyak investor baru belum terbiasa menghadapi volatilitas pasar saham. Sebagai contoh, baru-baru ini terjadi kondisi anjloknya IHSG yang dipicu oleh berbagai faktor. Bagi investor pemula, kondisi itu menimbulkan rasa takut akan potensi kerugian yang semakin dalam. Padahal, kemungkinan buruk tersebut belum tentu benar-benar terjadi.
Beranjak dari situ, penting bagi investor pemula untuk memahami langkah-langkah yang tepat sebelum mengambil keputusan. Berikut ini sejumlah hal yang perlu dilakukan investor pemula saat IHSG anjlok.
1. Tetap tenang dan hindari keputusan emosional

Kondisi panik sering membuat investor buru-buru menjual saham di harga terendah. Alasan utamanya tentu karena ingin mengamankan sisa investasi yang belum raib sepenuhnya.
Keputusan demikian perlu dihindari. Sebab, mengambil keputusan dengan menjual sisa saham justru akan meningkatkan risiko kerugian. Investor pemula sebaiknya memberi jeda, mengevaluasi kondisi pasar secara objektif, dan tidak terpancing oleh rumor atau sentimen sesaat di media sosial. Satu lagi, paasar saham bergerak naik-turun, dan koreksi merupakan bagian normal dari perjalanan investasi.
2. Evaluasi portofolio investasi

Saat IHSG anjlok, ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengecek kembali portofolio. Perhatikan saham yang dimiliki, sektor mana yang paling terdampak, dan seberapa besar penurunan yang terjadi.
Tujuannya, evaluasi dapat membantu investor memahami adanya penurunan sentimen pasar secara umum atau fundamental perusahaan yang memang memburuk. Dari situ, keputusan yang diambil akan lebih rasional dan terarah.
3. Rebalancing

Berikutnya ada rebalancing, proses penyesuaian kembali proporsi aset ke komposisi awal sesuai profil risiko. Istilah ini kembali relevan di tengah kondisi penurunan pasar.
Sebagai contoh, kamu punya portofolio dengan komposisi 70 persen saham dan 30 persen obligasi. Nah, ketika pasar saham turun tajam, porsi sahamnya dapat menyusut menjadi 60 atau 50 persen. Bagi sebagian investor berpengalaman, rebalancing dianggap sebagai cara jitu untuk membeli aset saat valuasinya relatif lebih rendah tanpa harus menebak arah pasar.
4. Manfaatkan strategi investasi bertahap

Berada di tengah memburuknya pasar saham, strategi investasi bertahap bisa menjadi pilihan bijak. Jadi, alih-alih membeli secara "all in", kamu dapat membeli saham secara berkala dengan strategi dollar-cost averaging (DCA).
Strategi tersebut membantu meredam risiko volatilitas dan membuat harga beli rata-rata menjadi lebih seimbang. Bagi investor pemula, pendekatan bertahap terasa lebih aman dan psikologisnya juga lebih nyaman.
5. Perbanyak edukasi dan belajar dari kondisi

Momen seperti kondisi IHSG anjlok seharusnya tidak hanya dilihat sebagai ancaman, tetapi juga kesempatan belajar. Investor pemula bisa mempelajari pola pasar, memahami penyebab penurunan, dan mengamati bagaimana saham-saham bereaksi.
Bersama pemahaman dari literatur, mengikuti sumber informasi yang kredibel, dan belajar dari pengalaman, investor pemula akan lebih siap menghadapi kondisi pasar serupa di masa depan.
6. Kesalahan yang wajib dihindari investor pemula saat pasar anjlok

Saat mendapati pasar anjlok, ada beberapa kesalahan umum yang biasa dilakukan investor pemula. Kesalahan-kesalahan tersebut biasanya disebabkan kurangnya rencana investasi yang jelas sejak awal. Berikut di antaranya:
Demikian tadi ulasan mengenai sejumlah hal yang perlu dilakukan investor pemula saat IHSG anjlok. Tak boleh asal mengambil keputusan, ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan lagi agar tidak menyesal di kemudian hari.
FAQ seputar hal yang perlu dilakukan investor pemula saat IHSG anjlok
| Ketika saham turun, apa yang harus dilakukan? | Saat pasar saham turun, kamu sebagai investor tidak boleh panik. Sadari bahwa penurunan adalah bagian dari perjalanan investasi. |
| Apa yang harus dilakukan investor sebelum berinvestasi? | Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Di antaranya megenali keuntungan yang akan didapat, tujuan atau target investasi hingga kesanggupan modal. |
| Apa itu IHSG? | IHSG adalah singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan. Indeks ini mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di papan utama dan papan pengembangan Bursa Efek Indonesia. |


















