Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Airlangga: Anjloknya IHSG Bisa Jadi Momentum Reformasi Regulasi

Airlangga: Anjloknya IHSG Bisa Jadi Momentum Reformasi Regulasi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab isu terkait keberlanjutan tarif Trump. (IDN Times/Triyan).
Intinya sih...
  • Regulasi terkait pasar modal akan dibahas lebih lanjut: Langkah reformasi regulasi pasar modal ini sudah dibahas Airlangga bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
  • Minta OJK tindaklanjuti laporan MSCI: Airlangga tak memungkiri kejatuhan IHSG selama 2 hari beruntun tersebut terjadi lantaran adanya sentimen teknikal keputusan lembaga keuangan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat dijadikan momentum untuk mereformasi regulasi di pasar modal. Hal ini menyusul penghentian sementara perdagangan saham (trading halt) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bila mengacu data RTI Business, pada pagi tadi IHSG sempat melemah hingga menyentuh level 7.654,66 atau ambruk 8 persen. Namun mulai mengalami perbaikan sehingga berhasil ditutup pada level 8.232.201 atau melemah 1,06 persen.

"Pada prinsipnya momentum ini bisa digunakan untuk mereformasi regulasi," ungkap Airlangga saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (29/1/2026).

1. Regulasi terkait pasar modal akan dibahas lebih lanjut

Airlangga: Anjloknya IHSG Bisa Jadi Momentum Reformasi Regulasi
IHSG melemah 5,91 persen pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (29/1/2026). (IDN Times/Pitoko)

Langkah reformasi regulasi pasar modal ini sudah dibahas Airlangga bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Melalui reformasi regulas ini dapat meningkatkan geliat di pasar saham.

“Kami akan meminta untuk bursa melakukan reformasi mengenai regulasi. Detailnya nanti OJK akan menjelaskan,” tutur Airlangga.

2. Minta OJK tindaklanjuti laporan MSCI

Airlangga: Anjloknya IHSG Bisa Jadi Momentum Reformasi Regulasi
IHSG melemah 5,91 persen pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (29/1/2026). (IDN Times/Pitoko)

Airlangga tak memungkiri kejatuhan IHSG selama 2 hari beruntun tersebut terjadi lantaran adanya sentimen teknikal keputusan lembaga keuangan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia. Isu tersebut menyangkut keputusan MSCI yang memutuskan untuk membekukan kebijakan indeks khusus bagi saham-saham Indonesia lantaran masih ada persoalan serius terhadap transparansi kepemilikan saham dan mekanisme penilaian free float yang belum memadai.

Terkait hal tersebut, Airlangga juga mengaku telah berpesan kepada BEI dan OJK untuk memperbaiki regulasi yang dipermasalahkan oleh MSCI tersebut.

3. Ada sentimen negatif investor dari laporan MSCI

Airlangga: Anjloknya IHSG Bisa Jadi Momentum Reformasi Regulasi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kemenko Perekonomian. (Dok/Istimewa).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, tekanan yang dialami IHSG hingga memicu trading halt semata-mata disebabkan sentimen negatif investor terhadap laporan dari MSCI.

“Mungkin orang shock (laporan MSCI), kemungkinan apakah pasar kita akan dianggap masuk kategori apa, misalnya frontier market. Tapi saya yakin tidak akan turun ke sana karena pondasi ekonomi kita kuat,” ujar Purbaya.

Oleh sebab itu, ia menekankan pergerakan IHSG berpotensi pulih dalam dua hari ke depan. Terlebih, pemerintah bersama Bank Indonesia terus berkomitmen mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai 6 persen pada 2026.

Menurut Purbaya, tekanan di pasar saham tidak mencerminkan lemahnya fundamental ekonomi. Ia menilai, pelemahan terutama terjadi pada saham-saham spekulatif atau saham gorengan.

“Yang saya bisa pastikan adalah fondasi ekonomi kita gak bermasalah, akan semakin cepat ke depan. Ini mungkin orang shock akan possibility kita pasarnya dianggap pasar frontier level," tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

PPATK: Transaksi Judi Online 2025 Turun 20 Persen Jadi Rp286,84 T

29 Jan 2026, 18:00 WIBBusiness