Harga Emas Antam Turun Rp5.000, Dibanderol Rp2,88 Juta per Gram

- Harga emas Antam turun Rp5.000 menjadi Rp2,888 juta per gram, sementara harga buyback tetap di Rp2,674 juta per gram sesuai data logammulia.com.
- Penjualan kembali emas ke Antam di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan tiga persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
- Emas dianggap instrumen penting untuk diversifikasi portofolio karena nilainya cenderung berlawanan dengan saham atau properti serta cocok bagi investor konservatif.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam pada Kamis (16/4/2026) turun Rp5.000 per gram, sehingga dibanderol Rp2,888 juta per gram.
Berdasarkan data situs logammulia.com, harga buyback tidak mengalami perubahan, sehingga dibanderol Rp2,674 juta per gram. Harga buyback emas harus merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Adapun besarannya 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan tiga persen untuk yang tidak memegang NPWP.
1. Rincian harga emas Antam
Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:
Harga emas 0,5 gram: Rp1,494 juta
Harga emas 1 gram: Rp2,888 juta
Harga emas 2 gram: Rp5,716 juta
Harga emas 3 gram: Rp8,549 juta
Harga emas 5 gram: Rp14,215 juta
Harga emas 10 gram: Rp28,375 juta
Harga emas 25 gram: Rp70,812 juta
Harga emas 50 gram: Rp141,545 juta
Harga emas 100 gram: Rp283,012 juta
Harga emas 250 gram: Rp707,26 juta
Harga emas 500 gram: Rp1,4 miliar
Harga emas 1.000 gram: Rp2,82 miliar.
Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP.
Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
2. Emas jadi instrumen untum diversifikasi portofolio
Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.
Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik, sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.
Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar lima hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.
3. Berinvestasi emas sering jadi pilihan investor konservatif
Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.
Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuannya. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli. Alih-alih untung, kamu justru malah buntung. Oleh karena itu, pintar-pintar dalam menentukan tujuan investasi ya!



















