Amartha Financial sebagai inisiator Koalisi Indonesia untuk Kesehatan Keuangan atau Indonesian Coalition for Financial Health (ICFH) menggandeng Women’s World Banking dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk menggelar program nasional Tumbuhkan Peluang di Palu. (Dok. Istimewa)
Selain akses pasar, legalitas menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kesiapan bisnis UMKM. Melalui program Tumbuhkan Peluang, peserta mendapatkan edukasi dan fasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta pembukaan rekening bank.
Dalam proses pengurusan NIB, peserta memperoleh pendampingan langsung bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Kepemilikan NIB dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk mengurus perizinan lanjutan, mengakses program pemerintah dan layanan keuangan formal, serta memenuhi persyaratan kerja sama dengan calon pembeli.
Meski demikian, formalisasi usaha masih menjadi tantangan bagi sebagian pengusaha mikro perempuan. Keterbatasan literasi digital, pemahaman mengenai persyaratan administrasi, serta waktu yang terbagi antara mengelola usaha dan tanggung jawab rumah tangga menjadi sejumlah kendala.
Asisten Deputi PUG Bidang Perekonomian, Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dan Pemerintah Daerah Wilayah KemenPPPA, Eni Widiyanti, menekankan pentingnya akses yang setara bagi perempuan pelaku usaha.
“Pemberdayaan ekonomi perempuan tidak cukup hanya dengan meningkatkan keterampilan berusaha, tetapi juga harus memastikan perempuan memiliki akses yang setara terhadap pembiayaan, legalitas usaha, teknologi, dan pasar. Masih banyak perempuan pelaku usaha mikro yang menghadapi keterbatasan akses informasi, jaringan pemasaran, serta tanggung jawab pengasuhan dan pekerjaan domestik," ujarnya.
"Melalui kegiatan Tumbuhkan Peluang, kami ingin mendorong agar perempuan pelaku UMKM tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga memiliki kesempatan untuk naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan kemandirian ekonominya. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan menjadi kunci untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.”