Pasar Kendaraan Listrik di Filipina Melonjak hingga 163 Persen

Penjualan xEV Filipina melonjak 163 persen menjadi 54.372 unit sepanjang Januari–September 2026, mengangkat pangsa pasarnya menjadi 17,71 persen.
Pasar kendaraan konvensional menyusut 11 persen menjadi 307.060 unit dalam sembilan bulan, meski penjualan September naik 20 persen dibanding Agustus menjadi 35.722 unit.
Mitsubishi memperkirakan pasar tetap lambat hingga akhir 2026 akibat ekonomi melemah dan harga BBM tinggi; Toyota memimpin penjualan, diikuti Mitsubishi.
Jakarta, IDN Times - Permintaan kendaraan listrik di Filipina terus menunjukkan tren penguatan hingga akhir September 2026 dengan volume penjualan yang melesat lebih dari dua kali lipat. Penyerapan mobil ramah lingkungan tersebut sukses menembus 50 ribu unit di tengah lesunya minat pasar terhadap kendaraan berbahan bakar minyak.
Laporan terbaru dari Chamber of Automotive Manufacturers of the Philippines Inc. (CAMPI) dan Truck Manufacturers Association (TMA) mencatat xEV sebagai satu-satunya motor pertumbuhan industri otomotif setempat. Sebaliknya, total penjualan kendaraan bermotor secara keseluruhan di Filipina justru terkontraksi 11 persen sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.
1. Penjualan kendaraan listrik melesat tajam

ilustrasi mobil listrik (unsplash.com/Charlie Deets) Berdasarkan data gabungan CAMPI dan TMA yang dilaporkan Manila Bulletin, penjualan kendaraan listrik di Filipina melonjak 163 persen menjadi 54.372 unit sepanjang Januari hingga September 2026. Angka tersebut melesat tajam jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang mencatatkan 20.676 unit. Lonjakan volume ini mengerek pangsa pasar segmen xEV menjadi 17,71 persen, naik signifikan dari capaian sebelumnya sebesar 6,05 persen.
Model kendaraan listrik hibrida menjadi kategori yang paling diminati konsumen dengan total penjualan mencapai 27.694 unit, atau tumbuh 69 persen dari perolehan 16.349 unit pada tahun lalu. Sementara itu, penjualan kendaraan listrik bertenaga baterai bertengger di peringkat kedua lewat lonjakan 337 persen menjadi 16.006 unit dari sebelumnya 3.657 unit. Laju pertumbuhan tertinggi dibukukan oleh kategori kendaraan listrik hibrida plug-in yang meroket hingga 1.492 persen dengan torehan 10.672 unit dibandingkan 670 unit pada tahun sebelumnya.
2. Koreksi pasar konvensional dan pemulihan September

ilustrasi stasiun pengisian bahan bakar (pexels.com/Derwin Edwards) Kondisi bertolak belakang terjadi pada pasar mobil berbahan bakar bensin yang masih dibayangi tren pelemahan. Total penjualan kendaraan dari para anggota CAMPI dan TMA selama sembilan bulan pertama 2026 hanya tercatat 307.060 unit, menyusut 11 persen dibandingkan 341.753 unit pada periode serupa setahun lalu. Segmen kendaraan komersial yang menguasai hampir 80 persen pasar konvensional turun 11 persen menjadi 244.231 unit dari 274.104 unit. Pada saat yang sama, segmen mobil penumpang tergelincir sembilan persen menjadi 62.829 unit dari 69.306 unit.
Kendati melemah secara tahunan, pasar menunjukkan geliat kebangkitan pada September 2026. Penjualan bulanan CAMPI dan TMA pada September tercatat 35.722 unit, turun hampir 16 persen secara tahunan dari 37.915 unit, namun melonjak 20 persen secara bulanan dari 29.612 unit pada Agustus. Jika memperhitungkan estimasi penjualan merek di luar asosiasi, total penyerapan kendaraan nasional pada September berhasil menyentuh 40.240 unit.
Dilansir Manila Bulletin, Presiden CAMPI Jose Maria Atienza menjelaskan bahwa keberhasilan menembus ambang 40 ribu unit per bulan menandai pemulihan industri setelah gangguan cuaca menekan aktivitas pasar pada Agustus. Pemulihan bulanan tersebut didorong oleh lonjakan penjualan segmen kendaraan komersial sebesar 22 persen menjadi 27.923 unit dari 22.828 unit di Agustus, serta segmen mobil penumpang yang tumbuh 15 persen menjadi 7.799 unit dari 6.784 unit. Di sisi lain, permintaan kendaraan listrik juga melonjak hampir 27 persen secara bulanan menjadi 8.959 unit dari 7.073 unit.
“Pertumbuhan yang terus berlanjut di kedua segmen ini mencerminkan permintaan konsumen yang sehat dan memperkuat keyakinan kami terhadap pasar,” ungkap Atienza merujuk pada performa positif kendaraan komersial dan mobil penumpang. Berdasarkan dinamika tersebut, ia optimistis industri otomotif berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan momentum dan mencetak kinerja tahunan yang solid pada 2026.
3. Prospek bisnis dan persaingan produsen otomotif

ilustrasi pabrik perakitan mobil (pexels.com/Hyundai Motor Group) Kendati memperlihatkan pemulihan bulanan, Presiden dan Chief Executive Officer Mitsubishi Motors Philippines Corp. (MMPC) Ritsu Imaeda memperkirakan penjualan otomotif masih akan bergerak lambat di sisa tahun ini. Pelemahan pertumbuhan ekonomi dan tingginya harga bahan bakar minyak dinilai menjadi faktor penahan laju penjualan mobil hingga akhir tahun. Mempertimbangkan situasi tersebut, MMPC hanya menargetkan realisasi penjualan tahun ini setidaknya dapat menyamai torehan 86.808 unit seperti tahun lalu.
Imaeda memproyeksikan aktivitas pasar otomotif baru berpeluang kembali terakselerasi pada paruh kedua 2027, didorong oleh perputaran aktivitas menjelang pemilihan presiden 2028 di Filipina. Di antara para anggota CAMPI dan TMA, MMPC mengukuhkan posisi sebagai pabrikan dengan volume penjualan terbesar kedua hingga akhir September 2026 lewat raihan 50.125 unit. Posisi teratas masih ditempati oleh Toyota Motor Philippines Corp. yang memimpin pasar dengan total penjualan 151.457 unit.























