Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

ICFH Gandeng Women’s World Banking Buka Pasar bagi UMKM Perempuan

5 min read
ICFH Gandeng Women’s World Banking Buka Pasar bagi UMKM Perempuan
Amartha Financial sebagai inisiator Koalisi Indonesia untuk Kesehatan Keuangan atau Indonesian Coalition for Financial Health (ICFH) menggandeng Women’s World Banking dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk menggelar program nasional Tumbuhkan Peluang di Palu. (Dok. Istimewa)
  • ICFH, Women’s World Banking, dan KemenPPPA menggelar program Tumbuhkan Peluang di Palu pada 21 Oktober 2026, mempertemukan sekitar 200 UMKM perempuan dengan mitra industri dan calon pembeli.
  • Peserta, terutama dari sektor pertanian dan pangan olahan, mendapat akses diskusi dengan calon pembeli untuk memahami standar produk, peluang kurasi, serta kebutuhan pasar yang lebih luas.
  • Program turut memfasilitasi NIB, sertifikasi halal, PIRT, rekening bank, dan pendampingan pengelolaan keuangan guna memperkuat formalitas usaha serta keberlanjutan bisnis UMKM perempuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang mencapai 8,47 persen pada 2025 membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk mengembangkan bisnis dan menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, peluang tersebut perlu didukung oleh akses pasar, legalitas usaha, serta pengelolaan keuangan yang baik agar bisnis dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Untuk mendorong hal tersebut, Amartha Financial melalui Koalisi Indonesia untuk Kesehatan Keuangan atau Indonesian Coalition for Financial Health (ICFH), bersama Women’s World Banking dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), menggelar program Tumbuhkan Peluang di Palu, Sulawesi Tengah, pada 21 Oktober 2026.

Program ini mempertemukan sekitar 200 UMKM dengan mitra industri dan calon pembeli besar (offtaker). Inisiatif tersebut juga mendorong formalisasi usaha serta penguatan kesehatan finansial, khususnya bagi perempuan pelaku UMKM.

Berikut tiga upaya yang dilakukan ICFH bersama para mitra untuk memperluas peluang bisnis UMKM perempuan di Palu.

  1. 1. Mempertemukan UMKM dengan calon mitra pasar

    IMG-20261021-WA0019.jpg
    Amartha Financial sebagai inisiator Koalisi Indonesia untuk Kesehatan Keuangan atau Indonesian Coalition for Financial Health (ICFH) menggandeng Women’s World Banking dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk menggelar program nasional Tumbuhkan Peluang di Palu. (Dok. Istimewa)

    Salah satu upaya untuk memperluas bisnis UMKM perempuan adalah membuka akses langsung ke calon pembeli. Melalui lokakarya Tumbuhkan Peluang, peserta diperkenalkan dan berdiskusi dengan sejumlah mitra pasar lokal, antara lain Toko Oleh-Oleh Sri Rejeki, Toko Oleh-oleh Sal-Han, G.I (Gampiri Interaksi Lestari), dan Nina Agro Jaya.

    Pertemuan tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memahami standar produk yang dibutuhkan pasar, menjajaki peluang kurasi, serta memperoleh umpan balik dari calon pembeli. Dengan demikian, UMKM dapat mengetahui aspek produk yang perlu diperkuat agar lebih siap memasuki pasar yang lebih luas.

    Peserta lokakarya didominasi UMKM di sektor pertanian dan pangan olahan. Kedua sektor tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar di Sulawesi Tengah.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat nilai tambah Rp67,96 triliun pada 2025. Sementara itu, industri makanan dan minuman mencapai Rp7,24 triliun.

    Besarnya kontribusi kedua sektor tersebut membuka peluang bagi UMKM untuk mengembangkan usaha melalui peningkatan kualitas produk dan penyesuaian dengan kebutuhan pembeli.

    Head of Secretariat ICFH dan Chairman Amartha.org, Aria Widyanto, mengatakan penguatan UMKM perempuan membutuhkan dukungan ekosistem yang lebih luas daripada sekadar akses pembiayaan.

    “Penguatan UMKM perempuan tidak cukup hanya dengan membuka akses pembiayaan. Mereka membutuhkan ekosistem yang membantu usaha menjadi lebih formal, mampu mengakses pasar lebih luas, sekaligus memiliki ketahanan dan kesehatan finansial.

    Melalui kolaborasi lintas sektor seperti ini, kami ingin memastikan lebih banyak perempuan pelaku UMKM di daerah tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas dan mengubah potensi usahanya menjadi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di level akar rumput,” ujar Aria Widyanto, Head of Secretariat ICFH dan Chairman Amartha.org.

  2. 2. Mendorong legalitas agar UMKM lebih siap berkembang

    IMG-20261021-WA0022.jpg
    Amartha Financial sebagai inisiator Koalisi Indonesia untuk Kesehatan Keuangan atau Indonesian Coalition for Financial Health (ICFH) menggandeng Women’s World Banking dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk menggelar program nasional Tumbuhkan Peluang di Palu. (Dok. Istimewa)

    Selain akses pasar, legalitas menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kesiapan bisnis UMKM. Melalui program Tumbuhkan Peluang, peserta mendapatkan edukasi dan fasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta pembukaan rekening bank.

    Dalam proses pengurusan NIB, peserta memperoleh pendampingan langsung bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

    Kepemilikan NIB dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk mengurus perizinan lanjutan, mengakses program pemerintah dan layanan keuangan formal, serta memenuhi persyaratan kerja sama dengan calon pembeli.

    Meski demikian, formalisasi usaha masih menjadi tantangan bagi sebagian pengusaha mikro perempuan. Keterbatasan literasi digital, pemahaman mengenai persyaratan administrasi, serta waktu yang terbagi antara mengelola usaha dan tanggung jawab rumah tangga menjadi sejumlah kendala.

    Asisten Deputi PUG Bidang Perekonomian, Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dan Pemerintah Daerah Wilayah KemenPPPA, Eni Widiyanti, menekankan pentingnya akses yang setara bagi perempuan pelaku usaha.

    “Pemberdayaan ekonomi perempuan tidak cukup hanya dengan meningkatkan keterampilan berusaha, tetapi juga harus memastikan perempuan memiliki akses yang setara terhadap pembiayaan, legalitas usaha, teknologi, dan pasar. Masih banyak perempuan pelaku usaha mikro yang menghadapi keterbatasan akses informasi, jaringan pemasaran, serta tanggung jawab pengasuhan dan pekerjaan domestik," ujarnya.

    "Melalui kegiatan Tumbuhkan Peluang, kami ingin mendorong agar perempuan pelaku UMKM tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga memiliki kesempatan untuk naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan kemandirian ekonominya. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan menjadi kunci untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.”

  3. 3. Memperkuat kesehatan finansial untuk menjaga keberlanjutan usaha

    IMG-20261021-WA0026.jpg
    Amartha Financial sebagai inisiator Koalisi Indonesia untuk Kesehatan Keuangan atau Indonesian Coalition for Financial Health (ICFH) menggandeng Women’s World Banking dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk menggelar program nasional Tumbuhkan Peluang di Palu. (Dok. Istimewa)

    Pengembangan bisnis tidak hanya bergantung pada peningkatan penjualan dan perluasan pasar. Kemampuan mengelola keuangan juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan usaha, terutama bagi UMKM yang menghadapi keterbatasan sumber daya.

    Dalam konteks UMKM, kesehatan finansial atau financial health mencakup kemampuan mengelola arus kas, memenuhi kebutuhan bisnis, menghadapi risiko keuangan, serta merencanakan pertumbuhan usaha.

    Pengelolaan keuangan yang lebih baik diharapkan dapat membantu pelaku UMKM menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus meningkatkan kesejahteraan perempuan dan keluarganya.

    Senior Policy Strategist, Southeast Asia, Women’s World Banking, Desi Vicianna, menjelaskan bahwa kegiatan lokakarya tersebut akan dilanjutkan dengan pendampingan untuk memperkuat praktik pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha.

    “Kesehatan finansial merupakan bagian penting dari pemberdayaan ekonomi perempuan. Kegiatan hari ini akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif oleh fasilitator lokal untuk membantu pengusaha mikro perempuan memperkuat praktik pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha sehingga kemajuan usaha dapat berjalan beriringan dengan kesehatan finansial yang lebih kuat.”

    Melalui program Tumbuhkan Peluang, ICFH bersama para mitra berharap koneksi antara UMKM dan calon pembeli dapat berkembang menjadi kemitraan usaha yang berkelanjutan.

    Kolaborasi yang menghubungkan penguatan kapasitas usaha, akses pasar, legalitas, dan kesehatan finansial tersebut diharapkan dapat membantu lebih banyak UMKM perempuan memperluas peluang bisnis sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More