Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Tips Mengelola Keuangan buat Freelancer Biar Tetap Aman

4 Tips Mengelola Keuangan buat Freelancer Biar Tetap Aman
Ilustrasi tenaga kerja. (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Tips pertama adalah menjaga pengeluaran tetap stabil setiap bulan dengan menghitung persentase pengeluaran dan menabung sebesar 40 persen dari pendapatan.
  • Tabungan dan dana darurat penting untuk dimiliki oleh freelancer sebagai cadangan uang saat menghadapi kondisi darurat seperti sakit atau kehilangan pendapatan.
  • Freelancer disarankan untuk memiliki asuransi kesehatan dan berinvestasi pada instrumen yang memberikan imbal hasil tetap, serta menentukan tujuan keuangan untuk jangka pendek dan panjang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tren bekerja lepas atau freelance makin meningkat di Indonesia, seiringan dengan pesatnya perkembangan teknologi. Bekerja sebagai freelancer makin diminati, karena fleksibilitas waktu, tempat, gaji, dan tugas atau proyek yang dikerjakan.

Meski begitu, dikutip dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), freelancer kerap menemui permasalahan, yakni pendapatan mereka.

Pada umumnya, freelancer akan menerima besaran pendapatan yang berbeda setiap bulan, tergantung proyek yang diselesaikannya. Bahkan, ada juga freelancer yang memiliki pendapatan tidak rutin setiap bulan, bisa 2 bulan sekali, 3 bulan sekali, atau lebih.

Kondisi ini tentunya akan lebih sulit untuk mengatur keuangan bulanan. Nah, ada empat tips pengelolaan keuangan yang bermanfaat untuk freelancer.

Table of Content

1. Jaga pengeluaran tetap stabil

1. Jaga pengeluaran tetap stabil

ilustrasi uang (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi uang (IDN Times/Aditya Pratama)

Tips pertama dan sangat penting adalah mengupayakan pengeluaran tetap stabil setiap bulan. Sebab, pemasukan kamu pun tidak sama setiap bulannya. Hindari pengeluaran besar yang bukan kebutuhan utama.

Nah, untuk menjaga pengeluaran tetap stabil bisa dihitung dengan persentase. Sebagai contoh, jagalah alokasi pengeluaran setiap bulan sebesar 60 persen dari rata-rata pemasukan yang kamu terima. Kemudian, jika memungkinkan, alokasikan juga 40 persen dari pendapatan kamu untuk menabung.

Langkah ini bisa kamu lakukan dengan mudah jika kamu juga melakukan pencatatan keuangan rutin dan rinci.

2. Siapkan tabungan dan dana darurat

ilustrasi arus kas (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi arus kas (IDN Times/Aditya Pratama)

Tabungan dan dana darurat adalah aspek penting dalam kehidupan seorang freelancer. Sebab, freelancer memiliki risiko yang lebih besar untuk kehilangan pendapatan dibandingkan dengan karyawan atau pegawai.

Sisihkanlah pendapatan yang dimiliki saat ini untuk tabungan dan dana darurat. Sehingga, kamu tetap memiliki cadangan uang saat menghadapi kondisi darurat seperti sakit, kehilangan pendapatan, dan lain-lain.

3. Miliki asuransi kesehatan

Ilustrasi asuransi. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi asuransi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Asuransi kesehatan juga penting untuk dimiliki freelancer. Riset Willis Tower Watson menunjukkan, kenaikan biaya kesehatan di Indonesia mencapai 10 persen per tahun. Tentunya hal ini sangat berisiko bagi freelancer yang tak memiliki pendapatan tetap setiap bulan.

Kamu bisa memanfaatkan BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan lainnya untuk memberikan perlindungan lebih kepada diri sendiri.

4. Berinvestasi pada instrumen yang memberikan imbal hasil tetap

ilustrasi dana insentif (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi dana insentif (IDN Times/Aditya Pratama)

Melakukan investasi juga akan membuat pengelolaan keuangan lebih baik bagi freelancer. Namun, sebaiknya freelancer berinvestasi pada instrumen investasi yang memberi imbal hasil tetap dan tumbuh.

Freelancer juga sebaiknya menentukan tujuan keuangan untuk jangka pendek dan jangka panjang, sehingga bisa menyesuaikan instrumen investasi apa yang paling cocok. Penting juga untuk menyesuaikan profil risiko dengan instrumen yang dipilih.

FAQ seputar Tips Mengelola Keuangan buat Freelancer

Apa saja tips mengelola keuangan untuk freelancer?

Freelancer sebaiknya membuat anggaran bulanan, menyisihkan dana darurat, memisahkan rekening bisnis dan pribadi, serta membuat jadwal penagihan dan pencatatan pemasukan agar keuangan tetap teratur.

Kenapa freelancer perlu dana darurat?

Karena pemasukan freelancer sering tidak tetap, dana darurat penting untuk menutup kebutuhan hidup pada periode sepi job atau pemasukan terlambat.

Bagaimana cara membuat anggaran keuangan sebagai freelancer?

Mulailah dengan mencatat semua pemasukan dan pengeluaran setiap bulan, lalu sesuaikan anggaran berdasarkan prioritas kebutuhan pokok, biaya usaha, dan tabungan.

Apakah penting memisahkan rekening pribadi dan bisnis untuk freelancer?

Ya, memisahkan rekening membantu melacak laba usaha dengan lebih jelas dan memudahkan pencatatan pajak serta pengeluaran bisnis.

Bagaimana cara memastikan pemasukan freelance cukup untuk kebutuhan?

Freelancer perlu menentukan tarif yang sesuai, menjaga hubungan baik dengan klien, melakukan diversifikasi sumber pendapatan, dan rajin menagih invoice tepat waktu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
Jumawan Syahrudin
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Saham Turun, Lebih Baik Cut Loss atau Tahan? Ini Panduan Bijaknya

02 Feb 2026, 22:40 WIBBusiness