Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ingin Kaya Raya? Simak 7 Pelajaran Soal Uang dari Miliarder Dunia
ilustrasi kaya raya, sukses, mobil mewah, gaya hidup mewah (pexels.com/ata ataer)
  • Uang diposisikan sebagai sumber kebebasan memilih hidup, sehingga penghasilan perlu dikelola lewat tabungan dan aset, bukan sekadar dibelanjakan.
  • Peluang investasi perlu diamati dan dipelajari; hindari produk yang tidak dipahami, pahami risiko serta biaya, lalu arahkan dana ke aset berpotensi berkembang.
  • Pengeluaran bijak dan diversifikasi membantu melindungi kekayaan, sementara pencapaian finansial tetap bukan satu-satunya ukuran nilai diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Punya banyak uang mungkin menjadi impianmu, tapi menjadi kaya bukan cuma soal mendapatkan penghasilan sebesar-besarnya, lho. Orang-orang yang berhasil mengumpulkan kekayaan dalam jumlah besar biasanya juga punya cara pandang tertentu dalam mengelola uang. Mereka gak hanya memikirkan bagaimana mendapatkan uang, tapi juga bagaimana mempertahankan dan mengembangkannya.

Menariknya, beberapa prinsip yang mereka pegang sebenarnya cukup sederhana dan bisa kamu terapkan meski kondisi keuanganmu belum sebesar mereka. Jadi, kalau kamu ingin membangun kondisi finansial yang lebih kuat, ada beberapa pelajaran soal uang yang bisa ditiru dari orang-orang terkaya di dunia.

1. Uang memberimu kebebasan

ilustrasi kapal pesiar, traveling (pexels.com/Phillip Hernando)

Menurut Kevin O’Leary, pengusaha dan investor asal Kanada yang dikenal lewat Shark Tank, uang pada dasarnya memberikan kebebasan. Maksudnya bukan berarti uang bisa membeli semua hal, tapi kondisi finansial yang cukup bisa membuatmu punya lebih banyak pilihan dalam hidup.

Ketika kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan kesehatan sudah aman, kamu gak harus terus mengambil keputusan hanya karena terdesak kebutuhan finansial. Kamu pun jadi punya ruang untuk menentukan apa yang ingin dilakukan dengan waktu dan hidupmu.

Coba bayangkan kalau kamu punya tabungan dan aset yang cukup untuk bertahan selama beberapa bulan tanpa pemasukan. Saat pekerjaan terasa gak cocok, kamu punya pilihan untuk mencari pekerjaan lain tanpa langsung panik soal kebutuhan sehari-hari.

Begitu juga ketika ingin berlibur, memulai bisnis, atau mengambil kesempatan baru, kondisi keuangan yang sehat membuat keputusan tersebut terasa lebih mungkin dilakukan. Jadi, tujuan mengumpulkan uang sebaiknya gak cuma untuk membeli barang mahal, tapi juga menciptakan lebih banyak pilihan dalam hidup.

2. Selalu mencari peluang investasi

ilustrasi street food, usaha kuliner, bisnis, jajanan viral (pexels.com/Nam Phong Bùi)

Orang kaya cenderung punya perhatian yang besar terhadap peluang yang bisa meningkatkan kekayaan mereka. Bukan berarti kamu harus setiap hari membuka aplikasi investasi atau buru-buru membeli aset baru, ya.

Lebih dari itu, kamu perlu membangun kebiasaan untuk memperhatikan berbagai peluang dan informasi yang bisa menambah wawasan finansial. Bahkan informasi sederhana dari orang lain atau perubahan tren di sekitarmu bisa menjadi bahan untuk belajar memahami sebuah peluang.

Misalnya, kamu mendengar anak remaja membicarakan platform media sosial yang sedang naik daun. Daripada langsung menganggapnya sebagai tren sesaat, kamu bisa mencoba memahami kenapa platform tersebut menarik perhatian banyak orang.

Begitu juga ketika melihat produk makanan baru yang tiba-tiba ramai dibeli, kamu bisa memperhatikan apa yang membuat produk tersebut diminati. Kebiasaan mendengarkan dan mengamati seperti ini bisa membantumu lebih peka terhadap perubahan yang berpotensi menciptakan peluang finansial.

3. Hindari investasi yang gak kamu pahami

ilustrasi saving, dana pensiun, dana darurat, investasi (vecteezy.com/papan saenkutrueang)

Salah satu prinsip penting dalam mengelola uang adalah jangan membeli sesuatu hanya karena terlihat menguntungkan. Investasi yang rumit bisa membuatmu kesulitan memahami risiko, biaya, dan cara kerja produk tersebut.

Beberapa instrumen juga bisa memiliki struktur biaya yang gak sederhana atau risiko yang sulit dikendalikan. Karena itu, kalau kamu sendiri gak mengerti bagaimana uangmu akan bekerja di dalam sebuah investasi, gak ada salahnya memilih untuk gak masuk terlebih dahulu.

Prinsip ini sebenarnya sederhana banget untuk diterapkan. Sebelum menaruh uang, pastikan kamu tahu dari mana potensi keuntungan berasal, apa risikonya, berapa biaya yang dikenakan, dan dalam kondisi apa kamu bisa kehilangan uang.

Jangan sampai kamu membeli produk investasi cuma karena mendapat rekomendasi dari teman, influencer, atau orang yang mengaku ahli. Lebih baik melewatkan sebuah peluang daripada kehilangan uang karena masuk ke investasi yang bahkan gak kamu mengerti.

4. Mengurangi pengeluaran bisa terasa seperti menghasilkan uang

ilustrasi investasi (vecteezy.com/Khunkorn Laowisit)

Menghemat uang bukan berarti kamu harus hidup sengsara atau selalu menolak menikmati hasil kerja kerasmu, lho. Intinya adalah memahami bahwa uang yang berhasil kamu pertahankan bisa dialihkan untuk tujuan yang lebih produktif.

Ketika kamu mengurangi pengeluaran yang sebenarnya gak terlalu penting, uang tersebut bisa digunakan untuk menambah tabungan atau membeli aset. Dengan begitu, kamu gak hanya mengurangi pengeluaran, tapi juga memberi kesempatan kepada uang tersebut untuk menghasilkan uang lagi.

Sebagai contoh, kamu punya pilihan membeli tiket pesawat kelas bisnis yang lebih mahal atau memilih kelas yang lebih murah dan tetap nyaman untuk perjalananmu. Selisih uangnya bisa disimpan atau dialihkan ke instrumen yang berpotensi memberikan hasil di masa depan.

Memang, satu penghematan kecil gak akan langsung membuatmu kaya raya. Namun, kalau keputusan seperti ini dilakukan secara konsisten, jumlah uang yang berhasil dialihkan untuk membangun aset bisa semakin besar.

5. Utamakan aset yang berpotensi bertambah nilainya

ilustrasi jual beli rumah, properti, appraisal (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Orang kaya gak hanya memikirkan barang apa yang bisa mereka beli dengan uang yang dimiliki. Mereka juga memikirkan bagaimana sebagian uang tersebut bisa ditempatkan pada aset yang berpotensi mengalami kenaikan nilai atau menghasilkan pendapatan.

Menurut Tatiana Morales dalam penjelasannya di CBS, aset yang mengalami apresiasi adalah aset yang memiliki potensi meningkat nilainya dan atau menghasilkan pendapatan. Contohnya bisa berupa uang tunai, saham, obligasi, maupun properti, meski karakteristik dan risikonya tentu berbeda-beda.

Prinsip ini bisa membantumu membedakan antara membeli sesuatu karena konsumsi dan membeli sesuatu yang berpotensi menjadi aset. Mobil baru, pakaian mahal, atau barang elektronik biasanya membutuhkan uang untuk dibeli dan nilainya bisa menurun seiring waktu.

Sementara itu, aset tertentu berpotensi memberikan pemasukan atau mengalami peningkatan nilai, walaupun tetap ada risiko penurunan. Jadi, ketika punya uang lebih, kamu bisa mulai bertanya kepada diri sendiri apakah uang tersebut hanya akan habis untuk konsumsi atau bisa membantu membangun kekayaan di masa depan.

6. Jangan menaruh semua uang di satu tempat

ilustrasi stock market, pasar saham, investasi, risiko (vecteezy.com/Asih Wahyuni)

Kalau seluruh uang ditempatkan pada satu investasi, masalah pada investasi tersebut bisa memberikan dampak besar terhadap kondisi keuanganmu. Prinsip inilah yang membuat diversifikasi menjadi penting dalam pengelolaan portofolio. Investopedia juga menekankan bahwa menempatkan seluruh uang pada satu investasi merupakan tindakan yang berisiko. Dengan memiliki beberapa jenis aset, kamu punya perlindungan yang lebih baik ketika salah satu investasi mengalami penurunan.

Namun, diversifikasi bukan sekadar membeli saham dari banyak perusahaan yang berbeda, ya. Kalau kamu membeli saham dari empat perusahaan yang semuanya berasal dari industri makanan cepat saji, risiko sektornya masih cukup terkonsentrasi.

Diversifikasi yang lebih baik mempertimbangkan berbagai jenis aset atau sektor yang memiliki karakteristik berbeda. Dengan begitu, ketika satu sektor atau aset mengalami masalah, bagian lain dari portofolio masih memiliki peluang untuk membantu menjaga kondisi keseluruhan.

7. Nilai kekayaan bukan ukuran nilai diri

ilustrasi perempuan tersenyum (pexels.com/Yan Krukau)

Memiliki banyak uang memang bisa memberikan kenyamanan dan pilihan lebih banyak, tapi jumlah kekayaan gak menentukan seberapa berharga diri kamu, lho. Orang kaya sekalipun tetap bisa merasa kesepian, kehilangan hubungan yang berarti, atau gak bahagia kalau seluruh hidup hanya diukur dari saldo rekening.

Penulis Ken Solin juga menekankan bahwa harga diri seseorang gak seharusnya dikaitkan dengan jumlah uang yang dimiliki. Artinya, pencapaian finansial sebaiknya menjadi salah satu bagian dari kehidupan, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

Coba pikirkan lagi tujuanmu ingin menjadi kaya. Apakah hanya supaya bisa membeli barang mahal dan terlihat sukses di depan orang lain? Atau supaya kamu bisa membantu keluarga, punya waktu bersama orang tersayang, menjalani pekerjaan yang disukai, dan merasa lebih aman menghadapi masa depan? Kalau tujuan finansialmu punya makna yang lebih luas, proses membangun kekayaan juga akan terasa lebih sehat dan gak membuatmu terus membandingkan diri dengan orang lain.

Menjadi kaya raya tentu gak bisa dilakukan hanya dengan mengikuti tujuh prinsip di atas dalam semalam. Kamu tetap membutuhkan penghasilan, disiplin, kesabaran, serta kemampuan mengambil keputusan finansial dengan bijak.

Namun, cara orang kaya memandang uang bisa menjadi pelajaran penting bahwa membangun kekayaan bukan cuma tentang seberapa banyak uang yang masuk ke rekening. Kamu juga perlu tahu bagaimana menggunakan, menyimpan, mengembangkan, dan melindungi uang tersebut. Pada akhirnya, kekayaan yang baik bukan hanya membuat saldo rekening bertambah, tapi juga memberimu lebih banyak kebebasan untuk menjalani hidup sesuai dengan tujuanmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article