ilustrasi perempuan tersenyum (pexels.com/Yan Krukau)
Memiliki banyak uang memang bisa memberikan kenyamanan dan pilihan lebih banyak, tapi jumlah kekayaan gak menentukan seberapa berharga diri kamu, lho. Orang kaya sekalipun tetap bisa merasa kesepian, kehilangan hubungan yang berarti, atau gak bahagia kalau seluruh hidup hanya diukur dari saldo rekening.
Penulis Ken Solin juga menekankan bahwa harga diri seseorang gak seharusnya dikaitkan dengan jumlah uang yang dimiliki. Artinya, pencapaian finansial sebaiknya menjadi salah satu bagian dari kehidupan, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.
Coba pikirkan lagi tujuanmu ingin menjadi kaya. Apakah hanya supaya bisa membeli barang mahal dan terlihat sukses di depan orang lain? Atau supaya kamu bisa membantu keluarga, punya waktu bersama orang tersayang, menjalani pekerjaan yang disukai, dan merasa lebih aman menghadapi masa depan? Kalau tujuan finansialmu punya makna yang lebih luas, proses membangun kekayaan juga akan terasa lebih sehat dan gak membuatmu terus membandingkan diri dengan orang lain.
Menjadi kaya raya tentu gak bisa dilakukan hanya dengan mengikuti tujuh prinsip di atas dalam semalam. Kamu tetap membutuhkan penghasilan, disiplin, kesabaran, serta kemampuan mengambil keputusan finansial dengan bijak.
Namun, cara orang kaya memandang uang bisa menjadi pelajaran penting bahwa membangun kekayaan bukan cuma tentang seberapa banyak uang yang masuk ke rekening. Kamu juga perlu tahu bagaimana menggunakan, menyimpan, mengembangkan, dan melindungi uang tersebut. Pada akhirnya, kekayaan yang baik bukan hanya membuat saldo rekening bertambah, tapi juga memberimu lebih banyak kebebasan untuk menjalani hidup sesuai dengan tujuanmu.