ilustrasi otak manusia, daya ingat (magnific.com/kues1)
Ketika mengingat perjalanan investasimu, kamu mungkin lebih mudah mengingat transaksi yang menghasilkan keuntungan besar daripada keputusan yang berakhir dengan kerugian. Akibatnya, kamu bisa merasa strategi yang digunakan selama ini sudah efektif, padahal belum pernah mengevaluasi seluruh transaksi secara menyeluruh. Kebiasaan mengandalkan ingatan seperti ini berisiko membuatmu mengulangi kesalahan yang sama karena penilaian terhadap pengalaman masa lalu menjadi kurang objektif.
Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Accounting Education, peserta mengikuti latihan terstruktur yang mencakup perbandingan antara perkiraan dan hasil aktual, peninjauan data perdagangan, serta refleksi terhadap keputusan yang diambil. Setelah rangkaian latihan tersebut, pemahaman yang mereka nilai sendiri terhadap tiga bias psikologis mengalami peningkatan signifikan. Meski begitu, hasil tersebut mengukur pemahaman yang dirasakan peserta, bukan membuktikan bahwa perilaku investasi mereka otomatis berubah menjadi lebih baik.
Kamu bisa menerapkan pendekatan serupa tanpa harus memiliki latar belakang pendidikan keuangan. Buatlah jurnal investasi yang berisi alasan membeli saham, target keuntungan, batas kerugian, perkiraan risiko, dan hasil akhirnya. Tinjau catatan tersebut secara berkala untuk mengetahui apakah keputusanmu sudah sesuai dengan rencana atau justru sering dipengaruhi emosi. Kamu juga sebaiknya menetapkan aturan membeli dan menjual saham sebelum melakukan transaksi, sehingga keputusan gak gampang berubah hanya karena panik atau terlalu bersemangat melihat pergerakan harga.
Kerugian dalam investasi saham gak selalu disebabkan oleh kondisi pasar atau kurangnya kemampuan menganalisis perusahaan. Cara kamu menilai keberhasilan, mengelola rasa percaya diri, dan merespons kerugian juga bisa memengaruhi hasil investasi. Penelitian dalam jurnal Accounting Education dan Journal of Behavioral Decision Making memperlihatkan bahwa bias psikologis layak diperhatikan dalam proses pengambilan keputusan, sedangkan buku Michael Pompian dan penjelasan Corporate Finance Institute membantu memberikan konteks mengenai perilaku investor.
Karena itu, biasakanlah mengevaluasi setiap transaksi secara objektif, mencatat alasan pengambilan keputusan, dan menetapkan aturan investasi sebelum bertindak. Dengan mengenali jebakan psikologi sejak awal, kamu bisa membangun kebiasaan investasi yang lebih disiplin dan mengurangi risiko mengulangi kesalahan yang sama.