Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Starbucks Catat Lonjakan Laba Bersih 408,8 Persen di Kuartal Keempat

3 min read
Starbucks Catat Lonjakan Laba Bersih 408,8 Persen di Kuartal Keempat
ilustrasi papan nama Starbucks (unsplash.com/Athar Khan)
  • Pendapatan Starbucks kuartal IV fiskal 2026 turun 4,5 persen menjadi 9,14 miliar dolar AS, sementara laba bersih melonjak 408,8 persen menjadi 677,2 juta dolar AS.
  • Lonjakan laba didukung turunnya biaya restrukturisasi dan penurunan nilai aset; laba operasional naik 256,5 persen menjadi 991,8 juta dolar AS, dengan margin 10,8 persen.
  • Restrukturisasi operasi China menekan pendapatan internasional 37 persen, tetapi penjualan komparabel global naik 7,2 persen; Starbucks menargetkan pembukaan bersih 1.200 gerai pada fiskal 2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Raksasa kopi asal Amerika Serikat, Starbucks, melaporkan pendapatan mereka turun 4,5 persen secara tahunan (year on year) menjadi 9,14 miliar dolar AS atau setara Rp165,78 triliun(kurs Rp18.132) pada kuartal keempat tahun fiskal 2026, Kamis (29/10/2026). Penurunan pendapatan tersebut terjadi bersamaan dengan lonjakan laba bersih perusahaan yang mencapai 408,8 persen.

Dilansir Xinhua, lonjakan laba bersih tersebut sebagian mencerminkan penurunan tajam pada biaya restrukturisasi serta penurunan nilai aset. Laporan kinerja keuangan ini mencakup periode kuartal 13 pekan yang berakhir pada 27 September.

  1. 1. Kenaikan laba operasional dan laba per saham

    ilustrasi gerai Starbucks
    ilustrasi gerai Starbucks (unsplash.com/AK)

    Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada Starbucks naik menjadi 677,2 juta dolar AS atau setara Rp12,28 triliun dari 133,1 juta dolar AS atau setara Rp2,41 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham dilusian perusahaan meningkat menjadi 0,59 dolar AS atau setara Rp10.701,42 dari sebelumnya 0,12 dolar AS atau setara Rp2.176,56. Sementara itu, laba per saham yang disesuaikan secara non-GAAP naik 53,8 persen menjadi 0,8 dolar AS atau setara Rp14.510,40.

    Laba operasional Starbucks melonjak 256,5 persen menjadi 991,8 juta dolar AS atau setara Rp17,99 triliun dari 278,2 juta dolar AS atau setara Rp5,05 triliun pada tahun sebelumnya. Selain itu, margin operasional perusahaan tercatat melebar menjadi 10,8 persen dari posisi 2,9 persen pada periode yang sama tahun lalu.

  2. 2. Pengaruh restrukturisasi operasional di China

    ilustrasi bendera China
    ilustrasi bendera China (pexels.com/Hao Liang)

    Starbucks menyatakan bahwa penurunan pendapatan kuartalan terutama disebabkan oleh konversi operasi ritel mereka di China menjadi model ventura bersama berlisensi. Di sisi lain, segmen internasional mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 37 persen menjadi 1,31 miliar dolar AS atau setara Rp23,76 triliun.

    Penurunan pendapatan segmen internasional tersebut sebagian besar mencerminkan restrukturisasi operasi Starbucks di China. Kendati demikian, penjualan komparabel internasional tercatat masih mengalami peningkatan sebesar 0,9 persen.

  3. 3. Kinerja penjualan komparabel global dan Amerika Utara

    ilustrasi warga bersantai di kedai Starbucks
    ilustrasi warga bersantai di kedai Starbucks (unsplash.com/Anton Borzenkov)

    Penjualan kedai kopi komparabel global Starbucks naik 7,2 persen pada kuartal ini. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan rata-rata nilai transaksi sebesar 5,2 persen dan kenaikan transaksi komparabel sebesar 1,8 persen.

    Di wilayah Amerika Utara, penjualan komparabel meningkat 7,9 persen, termasuk kenaikan 7,7 persen di Amerika Serikat. Pada saat yang sama, pendapatan dari segmen Amerika Utara tumbuh 6 persen menjadi 7,33 miliar dolar AS atau setara Rp132,95 triliun.

  4. 4. Capaian tahunan dan target tahun fiskal 2027

    ilustrasi mata uang dolar AS
    ilustrasi mata uang dolar AS (pexels.com/Pixabay)

    Starbucks membuka 303 gerai baru secara bersih selama kuartal berjalan, sehingga total gerai global mereka mencapai 41.607 pada akhir September. Untuk keseluruhan tahun fiskal 2026, pendapatan perusahaan tercatat 37,91 miliar dolar AS atau setara Rp687,61 triliun, atau naik 2 persen dibandingkan tahun fiskal sebelumnya. Laba bersih tahunan yang diatribusikan naik 36,1 persen menjadi 2,53 miliar dolar AS atau setara Rp45,89 triliun, dengan laba per saham dilusian naik menjadi 2,21 dolar AS atau setara Rp40.084,98 dari 1,63 dolar AS atau setara Rp29.564,94.

    Memasuki tahun fiskal 2027, Starbucks memperkirakan pendapatan akan turun sekitar satu persen, terutama mencerminkan transisi operasi di China ke model ventura bersama berlisensi. Perusahaan memproyeksikan pertumbuhan penjualan komparabel Amerika Utara sekitar 4 persen dan berencana membuka 1.200 gerai baru secara bersih di seluruh dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More