Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Cara Menaikkan Penjualan Tanpa Harus Menurunkan Harga

3 min read
3 Cara Menaikkan Penjualan Tanpa Harus Menurunkan Harga
ilustrasi pedagang (Pexels.com/Markus Winkler)
  • Product bundling menggabungkan produk yang saling melengkapi agar pelanggan membeli lebih banyak dalam satu transaksi, tanpa memangkas harga produk utama.
  • Upselling dan cross-selling menawarkan versi lebih bernilai atau produk pelengkap yang relevan, dengan menjelaskan manfaat tambahan sesuai kebutuhan pelanggan.
  • Bisnis dapat meningkatkan nilai melalui kualitas, fitur unik, kemudahan, pelayanan, dan manfaat tambahan agar pelanggan memahami harga tanpa bergantung pada diskon.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat penjualan mulai melambat, menurunkan harga sering dianggap sebagai jalan keluar paling cepat. Diskon memang bisa mendorong pembelian dalam jangka pendek, tetapi jika terlalu sering dilakukan, margin keuntungan bisa ikut tergerus. Padahal, meningkatkan penjualan tidak selalu harus dilakukan dengan memangkas harga. Pelaku usaha bisa mencari cara agar pelanggan membeli lebih banyak, memilih produk dengan nilai lebih tinggi, atau melihat manfaat tambahan dari produk yang ditawarkan.

Shopify mencatat sejumlah strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan tanpa harus mengandalkan potongan harga. Bisnis bisa mulai melakukan product bundling, rekomendasi produk, hingga upselling dan cross-selling. Berikut tiga cara yang bisa dicoba!

  1. 1. Tawarkan paket produk yang saling melengkapi

    ilustrasi bundling product (Pexels.com/Ron Lach)
    ilustrasi bundling product (Pexels.com/Ron Lach)

    Salah satu cara menaikkan nilai transaksi adalah menggabungkan beberapa produk yang memang saling berkaitan. Misalnya, penjual pakaian tidak hanya menawarkan kemeja, tetapi membuat paket kemeja, celana, dan ikat pinggang untuk kebutuhan kerja. Penjual makanan bisa menawarkan paket makan yang terdiri dari makanan utama, minuman, dan makanan pendamping.

    Strategi ini dikenal sebagai product bundling. Bundling dapat meningkatkan penjualan karena pelanggan bisa mendapatkan beberapa produk yang mereka butuhkan dalam satu paket. Strategi ini juga dapat memberikan kemudahan karena pelanggan tidak perlu mencari setiap produk secara terpisah.

    Yang penting, paket tersebut harus masuk akal bagi pelanggan. Jangan menggabungkan barang yang tidak berhubungan hanya demi membuat nilai transaksi terlihat lebih besar. Dengan paket yang tepat, penjual bisa meningkatkan jumlah barang dalam satu transaksi tanpa harus menurunkan harga produk utama.

  2. 2. Tawarkan produk yang lebih bernilai sesuai kebutuhan pelanggan

    ilustrasi belanja online (Pexels.com/Leeloo The First)
    ilustrasi belanja online (Pexels.com/Leeloo The First)

    Ketika pelanggan sudah menunjukkan minat pada suatu produk, jangan langsung menganggap pilihan tersebut sebagai batas maksimal pengeluarannya. Penjual dapat menawarkan versi yang lebih lengkap atau berkualitas lebih tinggi, selama memang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Strategi ini disebut upselling.

    Misalnya, seseorang sedang mencari tas kerja standar. Penjual bisa memperkenalkan versi premium yang memiliki bahan lebih kuat, ruang penyimpanan lebih banyak, atau fitur tambahan yang memang dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari. Dilansir Shopify, upselling mendorong pelanggan memilih versi produk yang lebih mahal, sedangkan cross-selling menawarkan produk pelengkap. Keduanya dapat meningkatkan pendapatan tanpa harus memberikan diskon, asalkan rekomendasi yang diberikan memang relevan bagi pelanggan.

    Karena itu, jangan menawarkan produk yang lebih mahal hanya karena harganya lebih tinggi. Jelaskan apa manfaat tambahan yang diperoleh pelanggan dari pilihan tersebut. Tujuannya bukan membuat pelanggan mengeluarkan uang sebanyak mungkin, tetapi membantu mereka menemukan pilihan yang memberikan nilai lebih sesuai kebutuhannya.

  3. 3. Tingkatkan nilai produk, bukan sekadar menurunkan harganya

    ilustrasi diskon produk (Pexels.com/Reyney Poojary)
    ilustrasi diskon produk (Pexels.com/Reyney Poojary)

    Harga bukan satu-satunya alasan seseorang membeli sebuah produk. Pelanggan juga mempertimbangkan manfaat, kenyamanan, kualitas, pelayanan, hingga pengalaman yang mereka dapatkan. Karena itu, ketika ingin meningkatkan penjualan, pelaku usaha bisa mencari cara untuk membuat produk terasa lebih bernilai.

    Misalnya, toko makanan dapat memberikan pilihan kemasan yang lebih praktis untuk dibawa. Toko pakaian bisa menawarkan bantuan memilih ukuran. Penjual produk kecantikan dapat memberikan panduan penggunaan. Sementara, bisnis jasa bisa memberikan layanan tambahan yang membantu pelanggan mendapatkan hasil lebih maksimal.

    Strategi tanpa diskon dapat dilakukan dengan menonjolkan nilai produk, fitur yang unik, pelayanan pelanggan, serta menawarkan manfaat tambahan. Dengan pendekatan tersebut, bisnis tidak harus selalu menggunakan potongan harga untuk mendorong pembelian. Cara ini juga dapat membantu menjaga persepsi harga. Jika pelanggan memahami alasan sebuah produk memiliki harga tertentu dan melihat manfaat yang diperoleh, mereka tidak hanya membandingkan angka di label harga.

    Menaikkan penjualan tidak selalu berarti menjual lebih murah. Ada kalanya yang perlu diperbaiki justru cara menawarkan produk dan nilai yang diterima pelanggan. Mulai dari membuat paket produk yang relevan, menawarkan pilihan yang lebih bernilai, hingga memberikan manfaat tambahan, pelaku usaha memiliki banyak pilihan untuk mendorong penjualan tanpa harus terus-menerus mengandalkan diskon.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More