Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pertamina Gandeng KDMP, Minyak Jelantah Disulap Jadi Avtur

4 min read
Pertamina Gandeng KDMP, Minyak Jelantah Disulap Jadi Avtur
Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop) meluncurkan piloting pengumpulan minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) berbasis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) (Dok/Istimewa).
  • Pertamina Patra Niaga dan Kemenkop meluncurkan uji coba pengumpulan minyak jelantah melalui empat koperasi di Banyumas, menargetkan 500 ribu liter selama sekitar empat bulan.
  • Minyak jelantah yang dikumpulkan warga akan dibeli Pertamina Patra Niaga dan diolah menjadi Sustainable Aviation Fuel di kilang, dengan pengembangan fasilitas juga direncanakan di Balongan, Dumai, dan Plaju.
  • Program ini ditujukan membuka pendapatan bagi koperasi dan masyarakat, mengurangi pencemaran akibat jelantah, serta mendorong koperasi menjadi pengepul resmi dari rumah tangga hingga pelaku usaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop) mulai mengembangkan pengumpulan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).Program percontohan ini diharapkan dapat menjadi sumber pasokan bahan baku avtur ramah lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi koperasi.

Program tersebut diluncurkan di KDMP Dawuhan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026). Peluncuran ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Pertamina Patra Niaga dan Kemenkop.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan, inisiatif ini merupakan upaya menghubungkan potensi sumber daya domestik dengan kebutuhan industri energi melalui rantai pasok yang terintegrasi. Menurutnya, masyarakat dapat berperan dalam penyediaan bahan baku, sementara koperasi menjadi penggerak pengumpulan minyak jelantah sebelum diolah oleh Pertamina menjadi produk energi bernilai tambah.

"Dari dapur warga, kita bangun fondasi pasokan. Melalui koperasi, kita perkuat pengumpulan. Dan dengan kapabilitas Pertamina dari hulu hingga hilir, kita jadikan minyak jelantah bagian dari solusi energi berkelanjutan," ujar Simon dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2026).

  1. 1. Dari Dapur Warga, Pertamina Bangun Pasokan Energi dari Minyak Jelantah

    IMG-20261029-WA0029.jpg
    PT Pertamina Patra Niaga menggandeng Kementerian Koperasi untuk mengumpulkan minyak jelantah dari masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). (Dok/Istimewa).

    Dalam tahap awal, Pertamina Patra Logistik bersama Kemenkop akan menguji coba program ini di empat koperasi di Kabupaten Banyumas. Keempatnya yakni KDMP Dawuhan di Kecamatan Banyumas, KKMP Kober dan KKMP Karanglewas Lor di Kecamatan Purwokerto Barat, serta KKMP Karangwangkal di Kecamatan Purwokerto Utara.

    Uji coba tersebut direncanakan berlangsung selama sekitar empat bulan dengan target pengumpulan minyak jelantah mencapai 500 ribu liter.

    Melalui program ini, Pertamina berharap pengumpulan minyak jelantah di tingkat masyarakat dapat memperkuat pasokan bahan baku energi nabati. Di sisi lain, keterlibatan koperasi diharapkan memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung pengembangan energi berkelanjutan di dalam negeri

  2. 2. Pertamina sulap minyak jelantah jadi bahan bakar pesawat

    IMG-20261029-WA0027.jpg
    PT Pertamina Patra Niaga menggandeng Kementerian Koperasi untuk mengumpulkan minyak jelantah dari masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). (Dok/Istimewa).

    Simon menjelaskan, Pertamina telah mengembangkan pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar avtur nabati atau Sustainable Aviation Fuel (SAF). Pengujian bahan bakar tersebut telah dilakukan melalui sejumlah tahapan. Pertamina pernah melakukan uji terbang menggunakan pesawat CN235, kemudian dilanjutkan dengan pengujian bersama Garuda Indonesia.

    Pada 2025, Pertamina juga melakukan uji terbang komersial perdana menggunakan SAF pada penerbangan Pelita Air rute Jakarta-Denpasar.

    Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas pengolahan untuk memanfaatkan minyak jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Salah satunya melalui Kilang Cilacap yang telah mampu memproduksi SAF dengan menggunakan Katalis Merah Putih hasil inovasi dalam negeri.

    Ke depan, Pertamina Patra Niaga juga akan mengembangkan fasilitas pengolahan di sejumlah kilang lain, yakni Balongan, Dumai, dan Plaju. "Karena itu, kepastian pasokan bahan baku menjadi hal penting agar pengembangan energi ini dapat berjalan secara berkelanjutan," ujar Mars Ega.

  3. 3. Koperasi Desa bakal pasok minyak jelantah untuk produksi avtur

    IMG_20260714_165335.jpg
    Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Wamentan Sudaryono bergiliran menjawab pertanyaan para wartawan yang hadir di acara sosialisasi pembiayaan LPDP Koperasi. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat dan koperasi melalui ekonomi hijau, tetapi juga mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah sembarangan. Ferry berharap, proyek percontohan di Banyumas dapat menjadi model pengembangan usaha baru bagi KDKMP di seluruh Indonesia.

    Melalui skema tersebut, minyak jelantah yang dikumpulkan masyarakat akan dibeli oleh PT Pertamina Patra Niaga untuk selanjutnya diolah di kilang menjadi bahan bakar avtur.

    "Ini bisa menjadi model yang bisa digunakan di seluruh KDKMP di seluruh Indonesia. Minyak jelantah yang dikumpulkan selanjutnya dijual ke PT Pertamina Patra Niaga, untuk diproses di kilang menjadi bahan bakar avtur yang akan dijual kepada aviasi. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan kita bisa mengekspor avtur berbahan baku minyak jelantah," kata Ferry.

    Ia menambahkan, skema bisnis tersebut dirancang agar memberikan keuntungan bagi koperasi dan anggotanya. Selain menghasilkan pendapatan tambahan, program ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola limbah rumah tangga.

    Ferry menyebutkan, satu liter minyak jelantah yang dibuang sembarangan berpotensi mencemari hingga satu juta liter air bersih. Untuk memastikan pasokan bahan baku, pemerintah juga akan mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari rumah tangga, warung makan, restoran, industri kecil hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    Melalui kampanye bertajuk "Jelantah Jadi Berkah: Koperasi Menggerakkan Kesejahteraan Rakyat melalui Ekonomi Hijau", Kemenkop berharap koperasi dapat menjadi pengepul resmi minyak jelantah sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More