Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Penjualan Bersih Amazon Naik 12 Persen pada Kuartal Ketiga 2026

4 min read
Penjualan Bersih Amazon Naik 12 Persen pada Kuartal Ketiga 2026
ilustrasi logo Amazon (unsplash.com/Marques Thomas)
  • Amazon membukukan penjualan bersih kuartal III 2026 sebesar 201,9 miliar dolar AS, naik 12 persen tahunan, didorong pertumbuhan pesat AWS.
  • Penjualan AWS melonjak 39,3 persen menjadi 46 miliar dolar AS, mendorong laba operasional Amazon naik 61 persen menjadi 28,1 miliar dolar AS.
  • Laba bersih turun menjadi 20,69 miliar dolar AS akibat pembandingan keuntungan investasi Anthropic tahun sebelumnya; Amazon juga meningkatkan belanja infrastruktur AI dan memproyeksikan pertumbuhan kuartal IV.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Raksasa e-commerce dan teknologi Amerika Serikat, Amazon, mengumumkan penjualan bersih kuartal ketiga 2026 naik 12 persen secara tahunan menjadi 201,9 miliar dolar AS atau setara Rp3.662,06 triliun (kurs Rp18.132). Kenaikan pendapatan untuk periode yang berakhir pada 30 September ini didorong oleh pertumbuhan pada divisi cloud computing milik mereka.

Pengumuman kinerja keuangan tersebut dirilis oleh perusahaan pada Kamis (29/10/2026). Pada laporan yang sama, laba operasional melonjak 61 persen, sementara laba bersih mengalami penurunan akibat perbandingan keuntungan investasi pada periode tahun sebelumnya.

  1. 1. Penjualan AWS melonjak dan laba operasional cetak rekor

    ilustrasi pusat data
    ilustrasi pusat data (pexels.com/Brett Sayles)

    Divisi komputasi awan, Amazon Web Services atau AWS, mencatatkan penjualan bersih sebesar 46 miliar dolar AS atau setara Rp834,35 triliun, naik 39,3 persen secara tahunan. Dilansir Anadolu Agency, laju pertumbuhan ini menandai laju tercepat dalam hampir lima tahun dan mendorong proyeksi laju pendapatan tahunan menjadi 184 miliar dolar AS atau setara Rp3.337,39 triliun. Laba operasional AWS tercatat naik 55 persen menjadi 17,8 miliar dolar AS atau setara Rp322,86 triliun dibanding 11,4 miliar dolar AS atau setara Rp206,77 triliun pada kuartal ketiga 2025.

    Secara keseluruhan, laba operasional Amazon melonjak 61 persen pada periode Juli hingga September menjadi 28,1 miliar dolar AS atau setara Rp509,68 triliun dari 17,4 miliar dolar AS atau setara Rp315,60 triliun pada tahun sebelumnya. Lonjakan laba operasional ini mengangkat margin operasional perusahaan ke rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 13,9 persen. Penjualan bersih kuartal ketiga naik dari 180,2 miliar dolar AS atau setara Rp3.268,47 triliun pada periode yang sama 2025, atau tumbuh 13 persen di luar dampak valuta asing merugikan sebesar 900 juta dolar AS atau setara Rp16,32 triliun.

  2. 2. Laba bersih turun akibat dampak keuntungan investasi tahun lalu

    ilustrasi mata uang dolar AS
    ilustrasi mata uang dolar AS (pexels.com/Pixabay)

    Dilansir Xinhua, laba bersih Amazon kuartal ketiga turun menjadi 20,69 miliar dolar AS atau setara Rp375,27 triliun dari 21,19 miliar dolar AS atau setara Rp384,34 triliun pada tahun sebelumnya. Laba per saham terdilusi juga turun menjadi 1,89 dolar AS atau setara Rp34.281 dibanding 1,95 dolar AS atau setara Rp35.369. Amazon menyatakan penurunan laba bersih ini terutama mencerminkan dampak keuntungan sebelum pajak sebesar 9,5 miliar dolar AS atau setara Rp172,31 triliun dari investasinya di perusahaan kecerdasan buatan Anthropic yang dibukukan pada kuartal ketiga 2025.

    Arus kas bebas Amazon dalam periode 12 bulan yang berakhir pada 30 September berbalik negatif dengan mencatat arus keluar sebesar 42,4 miliar dolar AS atau setara Rp769,05 triliun. Angka ini berbanding terbalik dari arus masuk sebesar 14,8 miliar dolar AS atau setara Rp268,44 triliun setahun sebelumnya. Defisit arus kas ini terutama mencerminkan peningkatan investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan.

  3. 3. Penjualan segmen ritel meningkat dan periklanan tumbuh

    CEO Amazon Andy Jassy
    CEO Amazon Andy Jassy (Lisi Mezistrano Wolf, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Pada sektor ritel, penjualan segmen Amerika Utara tumbuh enam persen secara tahunan menjadi 112,9 miliar dolar AS atau setara Rp2.047,78 triliun. Penjualan internasional naik lima persen secara tahunan menjadi 43,1 miliar dolar AS atau setara Rp781,75 triliun, atau naik delapan persen jika tidak menghitung fluktuasi mata uang. Selain itu, penjualan bersih dari layanan periklanan naik 11 persen secara tahunan mencapai 19,64 miliar dolar AS atau setara Rp356,23 triliun.

    Presiden dan Chief Executive Officer Amazon, Andy Jassy, memberikan pernyataan mengenai kinerja perusahaannya. "Investasi AWS kami dalam fungsionalitas dan infrastruktur berhasil, dengan pertumbuhan pendapatan lebih dari 39 persen dari tahun ke tahun pada Q3 dan proyeksi tingkat pertumbuhan pendapatan lebih dari 40 persen baik pada 2027 maupun pada 2028," kata Jassy. Dia menambahkan, "Belum pernah ada bisnis dengan pendapatan triliun dolar, dan kita mungkin akan memiliki dua di antaranya dalam 5-10 tahun ke depan."

  4. 4. Proyeksi kuartal keempat dan rencana belanja modal 2026

    tampilan antarmuka Amazon pada smarthphone
    tampilan antarmuka Amazon pada smarthphone (unsplash.com/Marques Thomas)

    Untuk kuartal keempat 2026, Amazon memperkirakan penjualan bersih berada pada rentang 240 miliar hingga 247 miliar dolar AS atau setara Rp4.353,12 triliun hingga Rp4.480,09 triliun. Rentang proyeksi tersebut menunjukkan pertumbuhan tahunan antara 12 persen hingga 16 persen. Laba operasional pada kuartal keempat diproyeksikan berada di antara 28,5 miliar hingga 33,5 miliar dolar AS atau setara Rp516,93 triliun hingga Rp607,62 triliun, dibanding 25 miliar dolar AS atau setara Rp453,45 triliun pada kuartal keempat 2025.

    Amazon menegaskan kembali perkiraan belanja modal kas untuk tahun penuh 2026 mencapai sekitar 220 miliar dolar AS atau setara Rp3.990,36 triliun. Perusahaan menyatakan nilai belanja modal tersebut didorong terutama oleh investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More