ilustrasi investasi (pexels.com/Yan Krukau)
Biar kamu tidak salah langkah saat berinvestasi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menentukan profil risiko sebelum mulai investasi. Berikut di antaranya.
Pertama, kamu bisa menentukan alasan dan target investasi sejak awal. Misalnya untuk membeli rumah, mempersiapkan dana pendidikan, atau kebutuhan pensiun. Setelah itu, tentukan juga estimasi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Tujuan investasi yang jelas akan membantu investor menentukan strategi sekaligus memahami seberapa besar risiko yang dapat diterima. Jika uangnya bakal dipakai dalam waktu dekat, pilih investasi dengan nilai stabil dan risiko rendah. Sebaliknya, untuk tujuan jangka panjang bisa disesuaikan dengan risiko lebih tinggi, tetapi juga potensi imbal hasil yang jauh lebih besar.
Sebelum menentukan profil risiko, kamu juga perlu mengecek kondisi keuangan secara keseluruhan. Mulai dari pendapatan bulanan, pengeluaran rutin, cicilan atau utang yang masih berjalan, langkah ini penting untuk mengetahui seberapa besar kemampuan finansial yang nantinya bisa dialokasikan untuk investasi tanpa mengganggu kebutuhan utama.
Intinya, pastikan dana yang digunakan untuk investasi memang bukan uang yang akan dipakai dalam waktu dekat. Dengan kondisi keuangan yang lebih tertata, kamu bisa menentukan tingkat risiko yang lebih sesuai tanpa merasa tertekan ketika nilai investasinya turun.
Sebagai investor pemula, kamu juga dapat menggunakan kuesioner profil risiko yang kini banyak tersedia pada platform investasi atau lembaga keuangan. Pertanyaan umumnya berkaitan dengan kondisi finansial, tujuan investasi, pengalaman, dan toleransi terhadap kerugian.
Hasil kuesioner tersebut bisa dijadikan referensi awal sebelum memilih produk investasi yang dirasa sesuai. Namun, kamu tidak bisa menjadikannya satu-satunya patokan. Setelahnya tetap perlu mempelajari karakteristik, risiko, dan tujuan dari instrumen investasi yang dipilih.
Perlu dipahami, setiap investor memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, jangan langsung memilih instrumen hanya karena teman, influencer, atau orang lain mengaku mendapatkan keuntungan dari produk tersebut.
Kenali dulu profil risiko dan tujuan pribadi, lalu lanjutkan dengan riset terhadap instrumen investasinya. Dengan begitu, keputusan investasi bisa dibuat berdasarkan pertimbangan yang lebih matang, bukan sekadar mengikuti tren.
Demikianlah tadi ulasan untuk menjawab kenapa memahami profil risiko penting sebelum memulai investasi. Semoga informasinya bermanfaat, ya!