Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Kesalahan Pemula saat Membeli Emas Batangan, Bikin Rugi!

ilustrasi emas
ilustrasi emas (pexels.com/Robert Lens)
Intinya sih...
  • Membeli emas tanpa tujuan investasi yang jelas.
  • Tidak memperhatikan selisih harga jual beli emas.
  • Membeli emas di tempat yang tidak terpercaya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Membeli emas batangan mungkin kerap dianggap sebagai langkah investasi yang aman dan minim berisiko, terutama untuk pemula. Namun, tanpa pemahaman yang memadai, maka keputusan pembelian bisa saja berujung pada kerugian atau keuntungan yang kurang optimal.

Banyak calon investor yang mungkin tergoda untuk membeli emas hanya karena tren atau dorongan emosional, tanpa mempertimbangkan soal strategi jangka panjang. Berikut ini merupakan beberapa kesalahan pemula pada saat membeli emas batangan agar bisa dihindari, sehingga investasi yang dilakukan bisa memberikan manfaat finansial jangka panjang.

1. Membeli tanpa memahami tujuan investasi

ilustrasi emas
ilustrasi emas (pexels.com/3D Render)

Kesalahan pertama yang sering dilakukan pemula adalah dengan membeli emas tanpa menentukan terlebih dahulu tujuan investasi yang dimiliki. Tanpa memiliki tujuan yang terarah, maka pembelian emas biasa saja bersifat impulsif dan tidak terintegrasi dengan perencanaan keuangan.

Emas batangan idealnya dapat diposisikan sebagai instrumen penyimpanan nilai untuk jangka menengah hingga panjang, bukan sebagai sarana untuk mencari keuntungan dengan cepat. Jika investasi tidak dipahami sejak awal, maka pemula bisa saja berpotensi menjual emas ketika harganya tinggi, sehingga mengalami kerugian yang diakibatkan karena selisih harga beli dan harga jual.

2. Tidak memperhatikan selisih harga jual beli

ilustrasi emas
ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Banyak pemula mungkin hanya fokus pada harga beli emas yang sedang stabil atau sedang turun, namun tidak memperhitungkan soal selisih antara harga beli dan harga jual kembali. Padahal, selisih tersebut ternyata bisa mempengaruhi potensi keuntungan yang diperoleh, terutama jika emas tersebut dijual dalam waktu yang relatif singkat.

Selisih harga atau spread biasanya cukup signifikan pada emas batangan ukuran kecil, sehingga keuntungannya baru bisa terasa dalam jangka waktu yang lebih lama. Tanpa memahami hal ini, maka pemula bisa saja merasa kecewa pada saat harga jual kembali tidak sesuai dengan ekspektasi awal.

3. Membeli di tempat yang tidak terpercaya

ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)
ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Kesalahan berikutnya adalah dengan membeli emas di tempat yang tidak memiliki reputasi jelas atau bahkan tidak bersertifikat resmi. Risiko membeli emas palsu atau emas tanpa dokumen pendukung jelas dapat menimbulkan kerugian besar yang dapat menyulitkan proses penjualan kembali.

Memilih penjual resmi atau lembaga yang telah memiliki izin dan rekam jejak positif tentu merupakan langkah penting untuk menjamin keaslian dan juga kualitas emas. Selain itu, penyimpanan bukti transaksi dan sertifikat juga semestinya dapat dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar nilai emas tetap terjaga pada saat ingin dicairkan sewaktu-waktu.

4. Mengabaikan biaya tambahan dan penyimpanan

ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)
ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Sebagian pemula mungkin tidak memperhitungkan biaya tambahan seperti biaya cetak, administrasi, atau bahkan penyimpanan apabila menggunakan fasilitas brankas. Biaya biaya yang ada bisa mengurangi efektivitas investasi jika tidak direncanakan sejak awal.

Aspek keamanan penyimpanan di rumah juga kerap diabaikan, padahal emas batangan memiliki nilai yang cukup tinggi dan rawan risiko kehilangan. Tanpa strategi penyimpanan yang aman dan terencana, maka investasi hanya akan menimbulkan kekhawatiran yang mengganggu ketenangan finansial.

Emas batangan memang dikenal sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, namun tetap memerlukan perencanaan agar hasilnya optimal. Dengan menghindari kesalahan umum yang kerap dilakukan pemula, maka pembelian emas bisa menjadi Langkah cerdas. Jangan sampai pembelian emas tersebut justru menimbulkan kerugian jangka panjang.

FAQ Kesalahan Investasi Emas

Apa kesalahan paling umum dalam investasi emas?

Kesalahan paling umum adalah membeli emas tanpa tujuan jelas, hanya ikut tren atau karena takut ketinggalan (FOMO).

Apakah membeli emas saat harga sedang tinggi merupakan kesalahan?

Bisa menjadi kesalahan jika dilakukan tanpa strategi jangka panjang. Membeli di harga puncak berisiko membuat investor harus menunggu lama untuk balik modal.

Apakah investasi emas cocok untuk semua tujuan keuangan?

Tidak. Emas kurang ideal untuk tujuan jangka pendek karena pergerakan harganya cenderung lambat.

Apakah berharap keuntungan cepat dari emas adalah kesalahan?

Ya. Emas bukan instrumen untuk trading cepat. Mengharapkan cuan instan sering berujung kecewa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Rusia Tuduh Ukraina Lakukan Pemerasan Energi, Kenapa?

18 Feb 2026, 22:27 WIBBusiness