Menkeu Purbaya Respons Dugaan Gratifikasi Pejabat Kemenkeu

- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, angkat bicara terkait rencana KPK menindaklanjuti laporan dugaan gratifikasi mobil mewah yang menyeret nama pejabat Kemenkeu berinisial RLM.
- Purbaya mempertanyakan motif di balik mencuatnya isu tersebut dan akan mencermati perkara ini secara menyeluruh sebelum mengambil sikap. Ia tidak menampik telah mengetahui identitas pejabat berinisial RLM yang dimaksud.
- Kasus dugaan gratifikasi mobil mewah ini menjadi sorotan publik karena menyangkut integritas pejabat negara dan kredibilitas Kementerian Keuangan. Publik kini menunggu langkah KPK dalam menindaklanjuti l
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, angkat bicara terkait rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti laporan dugaan gratifikasi berupa satu unit mobil mewah yang menyeret nama pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berinisial RLM.
Purbaya mempertanyakan motif di balik mencuatnya isu tersebut. Ia menduga ada pihak tertentu yang sengaja mengembuskan kabar itu di tengah dinamika internal kementerian.
1. Isu ini diduga sengaja diembuskan

Menurut Purbaya, laporan dugaan gratifikasi tersebut muncul beriringan dengan rencananya menarik pejabat dimaksud ke jajaran manajemen Kemenkeu. Ia menilai, langkah itu kemungkinan tidak disetujui sejumlah kalangan.
“Kenapa yang diincar justru pejabat itu? Sepertinya karena saya akan menariknya ke dalam manajemen Kemenkeu, tapi mungkin ada yang tidak setuju sehingga isu ini dihembuskan. Namun, kita akan lihat seperti apa kasusnya,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Rabu (18/2/2026).
2. Kemenkeu bakal cermati secara komprehensif

Purbaya memastikan pihaknya akan mencermati perkara ini secara menyeluruh sebelum mengambil sikap. Ia tidak menampik telah mengetahui identitas pejabat berinisial RLM yang dimaksud.
“Saya sudah tahu. Nanti akan saya telepon dan diskusikan dengan KPK,” katanya.
3. Tegaskan sikap objektif dan adil

Purbaya menegaskan, Kemenkeu akan bersikap objektif dan menjunjung asas keadilan. Ia mengingatkan agar tidak terjadi pembentukan opini yang merugikan pihak tertentu tanpa dasar yang kuat.
“Kita akan melihat pejabat ini secara fair, benar atau tidak seperti yang dilaporkan,” imbuhnya.
Kasus dugaan gratifikasi mobil mewah ini menjadi sorotan publik karena menyangkut integritas pejabat negara dan kredibilitas Kementerian Keuangan. Publik kini menunggu langkah KPK dalam menindaklanjuti laporan tersebut serta hasil klarifikasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat.


















