4 Perbedaan Perak Murni dan Perak Campuran dalam Investasi

- Perbedaan perak murni dan perak campuran terletak pada tingkat kemurnian logam, dengan perak murni memiliki kadar kemurnian lebih tinggi mencapai 99,9 persen.
- Nilai investasi jangka panjang lebih diminati untuk perak murni karena nilainya lebih mudah dipantau dan diakui secara internasional.
- Perak murni lebih likuid dan mudah dijual kembali dibandingkan perak campuran, yang memerlukan proses penilaian tambahan untuk mengetahui kadar peraknya.
Perak menjadi salah satu instrumen investasi logam mulia yang cukup banyak dilirik karena harganya relatif terjangkau dan memiliki potensi nilai untuk jangka panjang. Namun, sebelum berinvestasi tentu penting untuk memahami terlebih dahulu jenis perak yang kerap beredar di pasaran agar dapat membantumu untuk menentukan pilihan yang tepat.
Secara umum, perak terbagi menjadi perak murni dan perak campuran yang masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut ini merupakan beberapa perbedaan dari perak murni dan perak campuran untuk investasi yang perlu diketahui sejak awal.
1. Tingkat kemurnian logam

Perak murni memiliki kadar kemurnian yang lebih tinggi, yaitu mencapai 99,9 persen, sehingga kandungan logam peraknya hampir tidak ada campuran bahan lainnya. Tingkat kemurnian ini juga dapat membuat perak murni jauh lebih stabil secara nilai karena memang kerap mengikuti pergerakan pasar dari nilai logam mulia global.
Berbeda dengan perak campuran yang pada umumnya mengandung logam lain seperti tembaga untuk bisa meningkatkan kekuatan fisiknya. Kandungan dari campuran ini ternyata akan membuat kadar perak di dalamnya menjadi jauh lebih rendah, sehingga nilai intrinsiknya pun akan berbeda jika dibandingkan dengan perak murni.
2. Nilai investasi jangka panjang

Perak murni biasanya akan lebih diminati untuk investasi jangka panjang karena nilainya lebih mudah dipantau dan sudah diakui secara internasional. Investor pada umumnya lebih memilih perak murni sebagai aset lindung nilai terhadap risiko inflasi atau ketidakpastian ekonomi.
Perak campuran biasanya lebih sering digunakan sebagai perhiasan atau barang koleksi daripada aset investasi utama. Nilai jualnya juga lebih dipengaruhi desain dan kondisi fisik, sehingga potensi keuntungan jangka panjangnya pun akan relatif jauh lebih terbatas.
3. Likuiditas dan kemudahan penjualan

Perak murni biasanya lebih mudah dijual kembali karena memang standar kemurniannya cukup tinggi dan telah diakui oleh pasar. Proses penaksiran dari harganya pun akan lebih sederhana karena memang lebih mengacu langsung pada harga perak dunia, sehingga tingkat likuiditasnya pun tinggi dan mudah dalam proses penjualan.
Sebaliknya untuk perak campuran jelas memerlukan proses penilaian tambahan untuk bisa mengetahui kadar perak secara jelas yang ada di dalamnya. Hal ini dapat mempengaruhi kecepatan dan juga harga jual pada saat investor ingin mencairkan asetnya.
4. Risiko penyimpanan dan perawatan

Perak murni biasanya memiliki tekstur yang lebih lunak, sehingga memerlukan proses penyimpanan yang jauh lebih hati-hati agar tidak mudah tergores atau bahkan mengalami kerusakan. Walau demikian, nyatanya risiko penurunan nilai akibat kerusakan fisik masih tergolong rendah selama tingkat kemurniannya terjaga dengan baik.
Perak campuran memiliki struktur yang jauh lebih kuat karena tambahan logam lain, sehingga jauh lebih tahan terhadap risiko benturan ringan. Namun, kandungan campuran yang ada berpotensi mempengaruhi kualitas dan juga nilai apabila sampai terjadi oksidasi atau bahkan perubahan warna seiring dengan berjalannya waktu.
Memahami perbedaan perak murni dan perak campuran sangat penting sebelum menentukan strategi investasi yang tepat. Dengan menyesuaikan pilihan jenis perak sesuai tujuan dan profil risiko, maka bisa memaksimalkan potensi keuntungannya. Harus benar-benar cermat dalam memilih jenis perak untuk investasi agar tetap bisa memberikan keuntungan yang optimal.

















