Comscore Tracker

Audit Internal: Pengertian, Fungsi dan Tujuannya 

Apa Itu Audit Internal?

Jika sebelumnya kamu sudah mendengar audit eksternal maka kali ini kita akan membahas tentang audit internal yang juga berperan penting di suatu bisnis perusahaan. Istilah ini sebenarnya sudah tidak asing lagi didunia perekonomian dan bisnis, karena berhubungan dengan kasus keuangan.

Audit sendiri diartikan sebagai pemeran penting dalam menyajikan laporan keuangan yang berfungsi sebagai peninjau untuk mengambil langkah yang akan datang demi menangani perusahaan tersebut. Lalu bagaimana cara kerja audit internal ini? Berikut penjelasan mengenai audit internal dan cara kerjanya.

Baca Juga: BPK Akan Serahkan Hasil Audit LPP TVRI ke DPR Senin 17 Februari

1. Pengertian audit internal dari berbagai sumber

Audit Internal: Pengertian, Fungsi  dan Tujuannya Ilustrasi Riset (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut kamus keuangan, audit internal adalah proses audit yang dilakukan oleh auditor internal untuk memastikan tidak terjadi manipulasi, tugas serta tanggung jawab pengurus dan komisaris telah dilaksanakan dengan baik.

Menurut seorang pakar ekonomi bernama Milton Stevens Fonorow dalam bukunya yang berjudul Internal Audit Manual mengatakan bahwa audit internal adalah salah satu penilaian yang dilakukan oleh karyawan perusahaan yang sudah terlatih dalam hal ketelitian, mampu dipercaya, efisiensi dan fungsi catatan akuntansi perusahaan, serta pengendalian internal yang ada di dalam perusahaan. 

Dengan kata lain, audit internal berfungsi sebagai bentuk penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan oleh auditor internal melalui kegiatan organisasi. Jika audit eksternal bertugas memberikan penilaian dari luar (lembaga independen) maka audit internal memberikan penilaian secara rinci dari dalam.

Audit internal memiliki peran detail dalam memeriksa secara keseluruhan dari data keuangan tahunan yang ada di perusahaan. Meskipun auditor internal bekerja didalam perusahaan namun, ia harus memiliki kedudukan yang netral dalam menilai atau objektif sama seperti lembaga independen di luar (auditor eksternal).

Sayangnya banyak orang yang menganggap pihak auditor internal tidak independen karena merupakan pegawai dari perusahaan tersebut. Ditakutkannya, pihak perusahaan menutupi beberapa kepentingan data pada audit internal, dan ini jelas berbeda dengan cara kinerja dari audit eksternal karena mereka adalah lembaga independen di luar naungan perusahaan. Meskipun begitu, audit internal tetap diperlukan untuk mencegah terjadinya kerugian yang ada di perusahaan.

Baca Juga: Polisi Belum akan Selidiki Kasus ASABRI Sebelum Ada Audit

2. Tujuan dan fungsi dari audit internal

Audit Internal: Pengertian, Fungsi  dan Tujuannya Ilustrasi pengecekan data (Unsplash/rawpixel)

Secara garis besar, audit internal bertujuan untuk membantu manajemen organisasi dalam memberikan pertanggungjawaban yang efektif karena melaporkan data secara mendetail. Audit Internal memberikan keyakinan pada manajemen untuk melakukan perbaikan atas sistem pengawasan perusahaan secara keseluruhan.

Hal ini juga bertujuan untuk mewujudkan pencapaian yang positif dari perusahaan. Untuk mencapai tujuan dari audit internal, maka auditor perlu melakukan beberapa seperti berikut ini:

  • Menelaah dan menilai kebaikan, memadai tidaknya dan penerapan dari sistem pengendalian manajemen, pengendalian internal dan pengendalian operasional lainnya serta mengembangkan pengendalian yang efektif dengan biaya yang tidak terlalu tinggi.
  • Memastikan ketaatan terhadap kebijakan, rencana, dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen.
  • Memastikan seberapa jauh harta perusahaan dipertanggungjawabkan dan dilindungi dari kemungkinan terjadinya segala bentuk pencurian, kecurangan, dan penyalahgunaan.
  • Memastikan bahwa pengelolaan data yang dikembangkan dalam perusahaan dapat dipercaya.
  • Menilai mutu pekerjaan setiap bagian dalam perusahaan untuk melaksanakan tugasnya.
  • Menyarankan perbaikan-perbaikan operasional untuk peningkatan efisiensi & efektifitas.

Selain itu juga, ada beberapa peran atau fungsi dari adanya audit internal seperti berikut ini:

  • Melakukan pengawasan atas semua aktivitas yang sulit ditangani oleh pimpinan puncak.
  • Melakukan identifikasi dan meminimalisasi resiko.
  • Mendukung dan membantu manajemen seputar bidang teknis.
  • Melakukan laporan validasi pada manajer.
  • Membantu proses pengambilan keputusan.
  • Melakukan analisis untuk masa yang akan datang.
  • Membantu manajer dalam hal pengelolaan perusahaan.

Baca Juga: Diminta Sandiaga Audit Forensik Soal Jiwasraya, Kejagung: Kami Lakukan

3. Cara membangun dan memiliki internal auditor yang efektif

Audit Internal: Pengertian, Fungsi  dan Tujuannya mohamed Hassan dari Pixabay" target="_blank">ilustrasi audit (pixabay/mohamed_hassan)

Jika sudah memiliki pandangan baru tentang audit internal, bagaimana cara kita membangun dan memiliki departemen audit internal yang efektif? Ini juga penting karena jika ingin perusahaan tetap seimbang maka yang paling penting adalah pengokohan dari dalam.

Berikut ini adalah cara membangun dan memiliki internal auditor yang efektif:

1. Seorang auditor internal harus memiliki kedudukan yang independen. 

Artinya mereka harus memiliki sifat dan syarat seperti bertanggung jawab memberikan data dengan jujur kepada vice president perusahaan.

2. Tidak boleh terlibat dalam kegiatan perusahan.

Baik itu adalah kegiatan penjualan pemasaran, pembuatan sistem akuntansi, pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan dan lain-lain. Mereka hanya bertugas sebagai orang penting dari luar yang cukup menerima data atau laporan yang sudah disusun yang kemudian dicek ulang dalam proses audit ini.

3. Memiliki posisi pekerjaan yang jelas.

Setiap posisi yang ada pada auditor internal seperti audit manager, audit supervisors, senior auditors, associate auditors (semi seniors), dan assistant auditors (junior auditors). Peran ini sangat penting demi masa depan karir perusahaan.

4. Harus mempunyai audit internal secara manual. 

Ini berfungsi sebagai penilaian suara dari seorang auditor internal yang akan menjelaskan pada para stafnya terkait tanggung jawab yang mereka emban pada pihak manajemen.

Ini juga menjadi petunjuk tertulis bagi para staf auditor untuk mencegah adanya penyimpangan dalam melaksanakan tugas, menentukan nilai standar yang berperan dalam mengukur dan meningkatkan kinerja perusahaan, serta meyakinkan hasil akhir departemen yang sesuai dengan kebutuhan pihak direktur internal audit untuk lebih ditingkatkan setiap tahunnya karena tergantung dari perkembangan perusahaan.

Kesimpulannya, baik audit internal maupun eksternal memiliki peran penting dalam tumbuh kembang suatu perusahaan. Khususnya pada audit internal yang mengatur segala sesuatu secara rinci dari dalam. Maka adanya auditor internal yang berperilaku independent dapat meningkatkan kemajuan perusahaan.

Topic:

  • Kiki Amalia
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya