4 Pertimbangan sebelum Membeli Emas Putih untuk Investasi

- Emas putih merupakan campuran emas kuning dengan logam lain seperti nikel atau perak, serta dilapisi rhodium agar tampak lebih cerah dan berkilau.
- Lapisan rhodium pada emas putih bisa memudar seiring waktu, sehingga perlu dilakukan pelapisan ulang secara berkala untuk menjaga warna dan kilauannya.
- Nilai dan harga emas putih ditentukan oleh kadar emasnya, namun nilai jual kembalinya bisa berbeda dari emas kuning karena campuran logam dan lapisan rhodium.
Emas putih kerap menjadi salah satu pilihan perhiasan yang diminati karena tampilannya terlihat elegan dan modern. Warna putih berkilau pada emas jenis ini memang kerap dianggap lebih mewah dan cocok digunakan dalam berbagai kesempatan formal atau kasual.
Perlu dipahami bahwa ada berbagai hal penting yang harus diketahui sebelum memutuskan untuk membeli emas putih agar tidak terjadi kesalahpahaman. Justru melalui pemahaman yang tepat, calon pembeli akan memperoleh perhiasan yang sesuai dengan kebutuhannya. Lima pertimbangan sebelum membeli emas putih untuk investasi berikut ini bisa kamu jadikan panduan, ya!
1. Emas putih bukan emas murni berwarna putih

Emas putih sebetulnya merupakan campuran antara emas kuning dengan logam lain seperti nikel, palladium, atau perak untuk bisa menghasilkan warna putih yang terlihat keperakan. Proses pencampuran ini memang dilakukan karena emas murni secara alami berwarna kuning dan tidak bisa mengalami perubahan warna tanpa adanya campuran logam lain.
Emas putih pada umumnya dilapisi dengan rhodium agar terlihat lebih cerah dan mengilap. Lapisan ini berfungsi untuk meningkatkan daya tahan agar memberikan tampilan putih yang lebih sempurna di bagian permukaan perhiasan tersebut.
2. Lapisan rhodium bisa memudar

Lapisan rhodium pada emas putih sebetulnya tidak bersifat permanen dan bisa memudar seiring waktu akibat adanya gesekan atau penggunaan sehari-hari. Pada saat lapisan ini sudah mulai menipis, warna kekuningan dari campuran emas di bawahnya pun akan mudah terlihat.
Pemilik emas putih harus melakukan pelapisan ulang secara berkala agar kilau dan warnanya tetap terjaga dengan baik. Biaya perawatan ini memang sebaiknya dapat dipertimbangkan sejak awal sebelum memutuskan untuk membeli emas putih, sehingga bisa diperhitungkan dengan baik.
3. Kadar emas tetap menentukan nilai

Seperti halnya emas kuning, nilai emas putih sebetulnya tetap ditentukan oleh kadar emas yang terkandung di dalamnya. Justru semakin tinggi kadarnya, semakin tinggi pula nilai jual dan juga harganya di pasaran.
Memahami kadar emas yang tertera, seperti 18 karat atau 14 karat, ternyata merupakan langkah penting agar pembeli tidak sampai hanya terpaku pada tampilan visualnya semata. Informasi terkait kadar emas putih tersebut sangat berpengaruh terhadap kekuatan, daya tahan, dan nilai investasi dari perhiasan tersebut.
4. Nilai jual kembali bisa berbeda

Emas putih pada umumnya memiliki nilai jual kembali yang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan emas kuning karena memang terdapat campuran logam dan lapisan rhodiumnya. Beberapa toko emas mungkin kerap menerapkan potongan yang jauh lebih besar pada saat menjual kembali emas putih tersebut.
Nilai jual yang berbeda tentu harus diketahui, terutama apabila emas putih dibeli dengan tujuan untuk investasi atau dijual kembali di kemudian hari. Setidaknya dengan memahami mekanisme jual beli yang ada, pembeli bisa membuat keputusan yang bijak dan realistis.
Membeli emas putih bukan hanya soal desain yang indah, tetapi juga soal memahami karakteristik dan perawatannya. Sebelum membeli emas putih untuk investasi, pahami terlebih dahulu komposisi, perawatan, kadar, hingga nilai jualnya. Dengan mengetahui hal tersebut, kita bisa mengambil keputusan membeli yang lebih tepat. Pertimbangkan terlebih dahulu sebelum membeli emas putih untuk investasi, ya!


















