- Jika penghasilan kamu masuk kategori menengah dan ingin memiliki rumah mungil di lokasi yang mungkin nonsubsidi dengan developer pilihan kamu, KPR BCA Griya adalah pilihan yang lebih fleksibel.
- Jika penghasilan kamu masuk kategori MBR dan tujuan utama kamu adalah mendapatkan harga rumah paling terjangkau dengan keringanan uang muka dan suku bunga fixed yang disubsidi, KPR Sejahtera (FLPP) adalah jawabannya.
Mengenal KPR BCA Griya, Samakah dengan KPR Sejahtera?

- KPR BCA Griya dan KPR Sejahtera menawarkan bunga rendah dan kepastian cicilan.
- Beda bunga flat: 5% dari bank vs pemerintah, plafon pinjaman, luas bangunan, dan syarat profil pemohon.
- Keduanya adalah solusi terbaik untuk menghindari suku bunga tinggi dan cicilan yang fluktuatif bagi pembeli rumah pertama.
Bagi generasi muda, keputusan membeli rumah pertama adalah pertaruhan finansial terbesar. Kabar baiknya, ada dua opsi pembiayaan istimewa yang sama-sama menawarkan bunga rendah dan kepastian cicilan: KPR BCA Griya dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera yang didukung Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari pemerintah.
Keduanya sama-sama menarik, namun dirancang untuk profil pembeli yang berbeda. Agar tidak salah pilih, mari kita bedah perbedaan mendasar antara kedua program ini.
1. Beda bunga flat: 5% dari bank vs pemerintah

Daya tarik utama dari kedua KPR ini terletak pada suku bunga flat yang memberikan kepastian cicilan hingga lunas. KPR BCA Griya menawarkan suku bunga flat sebesar 5% sepanjang tenor. Kunci di sini adalah, meskipun sangat rendah, bunga ini sepenuhnya inisiatif dan kebijakan dari pihak bank (BCA), menjadikannya produk non-subsidi.
Sementara itu, KPR Sejahtera (FLPP) juga menawarkan suku bunga yang sangat kompetitif, yaitu 5% flat sepanjang tenor. Bedanya, bunga yang rendah ini disubsidi penuh oleh Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ini adalah bentuk dukungan nyata negara bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, meskipun angkanya sama-sama 5%, sumber dan tujuan pendanaannya sangat berbeda, memengaruhi siapa yang berhak mengaksesnya.
2. Plafon pinjaman dan luas bangunan

Perbedaan mendasar selanjutnya terletak pada target properti yang bisa dibeli. KPR BCA Griya memiliki batasan plafon pinjaman maksimal di sekitar Rp350 jutaan dan luas bangunan maksimal 36 meter persegi. Program ini jelas menargetkan rumah atau apartemen mungil (compact) di lokasi strategis yang harganya masih terjangkau di batas atas target entry-level non-subsidi.
Sebaliknya, KPR Sejahtera (FLPP) memiliki batasan harga rumah yang berbeda-beda tergantung wilayahnya, tetapi biasanya memiliki batasan harga yang lebih ketat yang ditetapkan oleh pemerintah. Program ini secara khusus ditujukan untuk Rumah Sejahtera Tapak atau Rumah Susun Sejahtera. Pembeli harus membeli rumah dari pengembang yang sudah terdaftar dalam program FLPP, dengan spesifikasi dan batasan harga yang harus dipatuhi. Artinya, pilihan propertinya lebih terbatas, tetapi memang terjamin harganya sesuai subsidi.
3. Syarat profil pemohon

KPR BCA Griya menetapkan syarat bagi pembeli rumah pertama dengan kondisi BI Checking wajib bagus dan usia minimal pemohon 18 tahun dengan masa kerja minimal satu tahun. Syarat ini fokus pada integritas finansial nasabah non-subsidi yang sudah mandiri secara ekonomi. Meskipun plafonnya terbatas, syarat riwayat kreditnya ketat, menandakan ini adalah produk premium di segmen entry-level.
Adapun KPR Sejahtera (FLPP) memiliki persyaratan yang sangat ketat terkait pendapatan. Program ini didesain untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan batas penghasilan tertentu yang biasanya di bawah Rp8 juta per bulan (tergantung lokasi). Selain itu, pemohon dan pasangan tidak boleh pernah memiliki rumah, dan tentu saja, wajib memiliki riwayat kredit yang baik. Syarat ini memastikan subsidi pemerintah tepat sasaran kepada mereka yang secara ekonomi paling membutuhkan bantuan untuk memiliki rumah.
4. Persamaan mendalam

Meskipun terdapat perbedaan signifikan, kedua program ini memiliki satu persamaan fundamental: komitmen untuk membantu pembeli rumah pertama. Keduanya adalah solusi terbaik untuk menghindari suku bunga tinggi dan cicilan yang fluktuatif, yang merupakan kekhawatiran terbesar anak muda.
Keputusan kamu bergantung pada profil penghasilan:
Jelas sudah bahwa baik KPR BCA Griya maupun KPR Sejahtera menawarkan solusi bunga flat yang sangat menguntungkan, namun keduanya bergerak di koridor yang berbeda. Kuncinya terletak pada mengidentifikasi diri kamu—apakah kamu seorang pekerja muda dengan track record finansial kuat yang mencari flexibility (Griya), atau kamu termasuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah yang berhak mendapatkan bantuan subsidi penuh dari pemerintah (Sejahtera).
Dengan memahami detail dan syarat dari kedua program ini, kamu dapat memilih skema KPR yang paling sesuai dengan kondisi finansial dan rencana masa depan kamu, memastikan langkah pertama menuju kepemilikan rumah berjalan seaman dan semudah mungkin.



















