Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Digital Edge Siapkan Rp75,5 T Bangun Pusat Data Hyperscale di Bekasi

Digital Edge siap membangun CGK Campus, pusat data hyperscale berbasis AI dengan kapasitas awal 500MW di GIIC Industrial Estate Bekasi
Digital Edge siap membangun CGK Campus, pusat data hyperscale berbasis AI dengan kapasitas awal 500MW di GIIC Industrial Estate Bekasi (dok. Digital Edge)
Intinya sih...
  • Permintaan kapasitas pusat data di Indonesia alami peningkatan signifikan
  • Pembangunan CGK Campus dilakukan bertahap pada 2026 hingga 2027 dengan standar efisiensi dan keberlanjutan tinggi
  • CGK Campus ditopang jaringan fiber dan infrastruktur Indonet untuk konektivitas yang handal
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Digital Edge mengumumkan investasi sebesar 4,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp75,53 triliun untuk pembangunan CGK Campus, pusat data hyperscale berbasis AI dengan kapasitas awal 500MW di GIIC Industrial Estate Bekasi.

Proyek ini menjadi investasi infrastruktur terbesar perusahaan dan mempertegas komitmennya dalam memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang pesat.

"CGK Campus adalah tonggak penting dalam strategi kami di Asia Pasifik dan menjadi investasi infrastruktur terbesar yang pernah kami lakukan. Langkah ini akan memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi lonjakan permintaan layanan digital, cloud, dan AI di tahun‑tahun mendatang," kata CEO Digital Edge, John Freeman dalam pernyataan resmi yang diterima IDN Times, Minggu (1/2/2026).

1. Permintaan kapasitas pusat data di Indonesia alami peningkatan

ilustrasi data center
ilustrasi data center (pexels.com/panumas nikhomkhai)

Pembangunan CGK Campus bukannya tanpa alasan, sebab permintaan kapasitas pusat data atau data center di tanah air meningkat signifikan seiring pertumbuhan layanan digital, cloud, dan pemanfaatan akal imitasi/artificial intelligence (AI) pada berbagai industri.

Dengan potensi ekspansi hingga 1GW, CGK Campus dirancang untuk menjadi salah satu fasilitas hyperscale terbesar dan paling strategis di Indonesia.

Stephanus Oscar selaku CEO Digital Edge Indonesia mengatakan, kebutuhan infrastruktur digital nasional telah tumbuh lebih cepat dari ketersediaannya.

“CGK Campus hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan kapasitas 500MW yang berkelanjutan, siap untuk deployment hyperscale dan AI dalam skala besar,” ujar dia.

2. Pembangunan dilakukan bertahap pada 2026 hingga 2027

Digital Edge siap membangun CGK Campus, pusat data hyperscale berbasis AI dengan kapasitas awal 500MW di GIIC Industrial Estate Bekasi
Digital Edge siap membangun CGK Campus, pusat data hyperscale berbasis AI dengan kapasitas awal 500MW di GIIC Industrial Estate Bekasi (dok. Digital Edge)

CGK Campus dirancang dengan standar efisiensi dan keberlanjutan tingkat tinggi, mulai dari target annualized PUE 1,25 yang menjadi salah satu terbaik di kelas hyperscale, penerapan teknologi direct‑to‑chip liquid cooling untuk mendukung beban kerja AI berintensitas tinggi, hingga penggunaan sistem daur ulang air, dan integrasi energi terbarukan.

Fasilitas ini juga mengusung arsitektur carrier‑neutral untuk memastikan fleksibilitas konektivitas dan akses ke ekosistem jaringan yang lebih luas.

Berlokasi kurang dari 15 kilometer dari klaster data center utama di kawasan dan sekitar 40 kilometer dari fasilitas data center EDGE1 dan EDGE2, lokasi CGK Campus ini menawarkan konektivitas latensi rendah ke pusat bisnis Jakarta.

Adapun pembangunan dilakukan bertahap, yakni gedung pertama siap beroperasi pada kuartal IV-2026, diikuti gedung kedua pada kuartal I-2027 dan gedung ketiga pada kuartal II-2027.

3. CGK Campus ditopang jaringan fiber dan infrastruktur Indonet

WhatsApp Image 2025-06-17 at 17.25.12.jpeg
paparan publik PT Indointernet Tbk (EDGE) atau Indonet. Dok Indonet

CGK Campus akan ditopang jaringan fiber dan infrastruktur Indonet, anak perusahaan Digital Edge di Indonesia.

CEO Indonet, Andy Rigoli mengatakan infrastruktur Indonet akan menjadi fondasi konektivitas CGK Campus.

"Seluruh rute baru ke GIIC dibangun sepenuhnya di bawah tanah untuk meningkatkan keandalan dan ketahanan jaringan. Didukung perangkat berstandar tinggi dan pemantauan canggih, integrasi ini memastikan solusi carrier‑neutral yang siap memenuhi kebutuhan hyperscale dan enterprise," tutur Andy.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More

6 Investasi yang Berguna pada Musim Hujan dan Banjir

01 Feb 2026, 21:00 WIBBusiness