Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Cara Efektif Mengajarkan Remaja Bijak Mengelola Kartu Kredit

Ilustrasi anak memegang kartu kredit (freepik.com)
Ilustrasi anak memegang kartu kredit (freepik.com)
Intinya sih...
  • Mengajarkan remaja tentang penggunaan kartu kredit sebagai investasi penting untuk masa depan finansial mereka.
  • Berikan kartu kredit dengan batas aman, biarkan mereka bertanggung jawab jika terlanjur berutang, dan ajarkan cara kerja bunga kredit.
  • Buka rahasia di balik kartu kredit dengan menunjukkan daftar pembelian, proses pembayaran tagihan, dan konsekuensi dari tidak melunasi penuh bulan sebelumnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengajarkan remaja tentang keuangan, terutama penggunaan kartu kredit, merupakan investasi penting untuk masa depan mereka. Dengan pemahaman yang benar sejak dini, anak akan lebih siap menghadapi tanggung jawab finansial di usia dewasa, termasuk cara mengambil keputusan yang bijak dalam mengelola pengeluaran dan utang.

Tak hanya membantu mereka memahami nilai uang, keterampilan ini juga menjadi bekal agar mereka tidak terjebak dalam kebiasaan konsumtif atau terlilit utang di kemudian hari. Semakin awal remaja memahami konsep kredit, bunga, dan tanggung jawab finansial, semakin besar peluang mereka membangun masa depan yang stabil.

Dilansir YourTango, berikut empat cara praktis yang bisa kamu terapkan untuk membekali remaja dengan keterampilan keuangan, khususnya dalam mengelola kartu kredit:

1. Berikan kartu kredit dengan batas aman

Ilustrasi kartu kredit (freepik.com)
Ilustrasi kartu kredit (freepik.com)

Memberikan kartu kredit kepada remaja mungkin terdengar berisiko, namun para ahli keuangan menyarankan langkah ini sebagai strategi pembelajaran yang efektif. Pilih kartu dengan batas limit rendah, misalnya Rp2 juta atau sesuai kemampuan kontrolmu sebagai orang tua.

Menurut John Parfrey dari National Endowment for Financial Education (NEFE), kebiasaan keuangan yang sehat dimulai sejak masa sekolah menengah. Diskusikan setiap pembelian yang akan dilakukan anak, izinkan mereka menggunakan kartu dalam jumlah kecil setiap bulan, lalu evaluasi bersama saat tagihan datang. Gunakan momen ini untuk menjelaskan cara kerja bunga dan pentingnya membayar penuh setiap bulan.

Tunjukkan bahwa membayar tepat waktu dapat membangun skor kredit yang baik di masa depan—misalnya untuk kemudahan mendapatkan pinjaman kendaraan atau rumah. Tekankan pula pentingnya tidak bergantung pada kartu kredit sebagai sumber dana utama.

2. Biarkan mereka bertanggung jawab jika terlanjur berutang

Ilustrasi anak memegang kartu kredit (freepik.com)
Ilustrasi anak memegang kartu kredit (freepik.com)

Jika anak sudah memiliki tagihan berjalan, beri kesempatan untuk menyelesaikannya sendiri. Jangan langsung turun tangan membayar. Tahan kartu mereka sementara dan dorong untuk melunasi semua utang lebih dahulu sebelum bisa menggunakan kembali.

Langkah ini penting agar anak belajar bahwa setiap keputusan finansial memiliki konsekuensi. Ajarkan batasan sejak awal: Kamu bukan "bank pribadi" yang akan selalu menyelamatkan mereka dari kesalahan. Namun, jangan lupa beri apresiasi saat mereka berhasil melunasi utangnya. Ini membangun rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri dalam mengelola uang.

3. Ajarkan cara kerja bunga kredit

Ilustrasi suku bunga (freepik.com)
Ilustrasi suku bunga (freepik.com)

Pemahaman tentang bunga kredit wajib dikuasai sejak dini. Jelaskan bahwa pembelian dengan kartu bisa jauh lebih mahal jika tidak segera dibayar lunas.

Gunakan analogi sederhana. Misalnya, tunjukkan 10 permen kepada anak, lalu katakan bahwa jika ia membeli dengan kartu, ia hanya akan menerima 8 permen, tetapi tetap harus membayar setara 10. Dari sini, anak akan mengerti bahwa bunga adalah "biaya tambahan" atas penundaan pembayaran.

Langkah sederhana ini membantu anak memahami bahwa kredit bukanlah uang gratis, melainkan janji yang harus ditepati dengan konsekuensi.

4. Buka rahasia di balik kartu kredit

Ilustrasi kartu kredit (freepik.com)
Ilustrasi kartu kredit (freepik.com)

Banyak anak melihat kartu kredit sebagai "uang ajaib" yang tidak nyata. Padahal, transaksi dengan kartu sama nyatanya dengan membayar tunai.

Saat tagihan bulanan datang, duduk bersama anak dan tunjukkan daftar pembelian yang dilakukan. Ingatkan momen ketika kalian berbelanja bersama. Perlihatkan juga proses pembayaran tagihan dari rekening gaji bulananmu. Ajak mereka melihat rincian bunga jika ada, dan hitung berapa biaya tambahan yang harus dibayar karena tidak melunasi penuh bulan lalu.

Jika kamu masih melunasi utang dari bulan-bulan sebelumnya, berikan konteks: "Ini seperti membeli 10 permen, tapi sekarang kamu harus membayar seharga 13." Dengan cara ini, anak belajar bahwa kartu kredit bukan hanya tentang kemudahan, tetapi juga tentang tanggung jawab.

Bekal penting sebelum dewasa

Ilustrasi remaja memegang kartu kredit (freepik.com)
Ilustrasi remaja memegang kartu kredit (freepik.com)

Mengelola kartu kredit bukan hanya soal kemampuan membayar tagihan setiap bulan, tetapi juga tentang memahami risiko dan manfaat di balik penggunaannya. Banyak orang dewasa mengalami kesulitan keuangan karena tidak dibekali pengetahuan dasar mengenai kredit sejak usia muda, sehingga terbiasa mengandalkan utang tanpa strategi yang tepat.

Melibatkan remaja dalam diskusi dan praktik langsung seputar penggunaan kartu kredit akan membantu mereka membentuk kebiasaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab. Edukasi seperti ini bukan sekadar pelajaran sesaat, melainkan warisan penting yang nilainya tak bisa diukur dengan uang. Ini adalah langkah awal untuk membangun generasi yang melek finansial dan siap menghadapi tantangan ekonomi.

Bagaimana dengan kamu? Sudahkah anakmu memahami cara kerja kartu kredit dan dampaknya dalam kehidupan nyata?

FAQ tentang Pengelolaan Kartu Kredit oleh Remaja

Apakah remaja boleh memiliki kartu kredit?

Umumnya remaja belum dapat memiliki kartu kredit atas nama sendiri, tetapi bisa menjadi pemegang kartu tambahan di bawah orang tua atau wali.

Apa tujuan memberikan kartu kredit kepada remaja?

Untuk melatih tanggung jawab finansial, kemudahan transaksi, dan pengenalan pengelolaan keuangan secara terkontrol.

Jenis transaksi apa yang sebaiknya diizinkan?

Transaksi kebutuhan penting seperti:PendidikanTransportasiKebutuhan daruratBukan konsumsi impulsif.

Apakah kartu kredit cocok untuk kebutuhan sehari-hari remaja?

Tidak selalu. Kartu debit atau uang elektronik sering lebih tepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

AS–El Salvador Teken Kesepakatan Dagang Mineral Kritis

01 Feb 2026, 18:37 WIBBusiness