5 Orang Terkaya dari Bisnis Fashion, Ada Bos Zara sampai Uniqlo

- Amancio Ortega, pendiri Inditex yang menaungi Zara, memiliki kekayaan sekitar US$148,9 miliar dan mengelola jaringan sekitar 5.000 toko serta delapan merek fashion.
- Bernard Arnault dan keluarga menguasai LVMH, grup sekitar 75 merek termasuk Louis Vuitton dan Sephora, dengan kekayaan US$171 miliar menurut Forbes 2026.
- Tadashi Yanai mengglobalisasi Fast Retailing dan Uniqlo, sementara Wertheimer pemilik Chanel serta François Pinault melalui Kering membangun kekayaan dari portofolio merek luxury.
Orang terkaya dari bisnis fashion membuktikan bahwa industri mode bukan sekadar soal pakaian, tren, atau gaya hidup. Di balik gemerlapnya dunia fashion, ada sederet pengusaha yang berhasil membangun kerajaan bisnis bernilai fantastis sampai berhasil masuk jajaran orang dengan kekayaan terbesar di dunia. Sumber kekayaan mereka pun beragam, mulai dari luxury fashion, retail, hingga kepemilikan perusahaan mode global.
Menariknya, perjalanan para pengusaha fashion ini gak selalu dimulai dari kesuksesan besar. Ada yang membangun brand dari nol, hingga meneruskan bisnis keluarga lalu mengembangkannya menjadi perusahaan fashion berskala internasional. Lantas, siapa saja sosok yang berhasil meraup kekayaan fantastis dari industri fashion?
1. Amanio Ortega
Amancio Ortega merupakan salah satu orang terkaya di dunia sekaligus sosok penting di balik kesuksesan industri fast fashion modern. Pengusaha asal Spanyol tersebut dikenal sebagai salah satu pendiri Inditex, perusahaan fashion raksasa yang menaungi Zara dan sejumlah merek populer lainnya. Berdasarkan data Forbes per 30 Agustus 2026, kekayaan bersih Ortega mencapai sekitar US$148,9 miliar dan menempatkannya di peringkat ke-10 orang terkaya di dunia.
Perjalanan Ortega di dunia fashion gak lepas dari Inditex yang ia dirikan bersama mantan istrinya, Rosalia Mera, pada 1975. Dari perusahaan tersebut, Ortega kemudian membangun salah satu kerajaan retail fashion terbesar di dunia dengan Zara sebagai merek andalannya. Inditex turut menaungi tujuh brand lain, termasuk Massimo Dutti dan Pull&Bear, serta mengoperasikan sekitar 5.000 toko di berbagai belahan dunia.
2. Bernard Arnault

Potret jenama Dior (pexels.com/@matreding) Bernard Arnault, nama besar di balik industri luxury fashion dunia yang berhasil membawa LVMH menjadi kerajaan bisnis global. Pengusaha asal Prancis ini mengawasi LVMH, grup yang menaungi sekitar 75 brand fashion dan kosmetik, termasuk Louis Vuitton dan Sephora. Dalam daftar Forbes World’s Billionaires 2026, Arnault dan keluarganya memiliki kekayaan sekitar US$171 miliar berdasarkan perhitungan per 1 Maret 2026, yang menempatkannya sebagai salah satu orang terkaya di dunia dari sektor fashion dan retail.
LVMH memiliki bisnis yang mencakup fashion dan leather goods, parfum dan kosmetik, jam tangan serta perhiasan, hingga wine dan spirits serta retail, sehingga kerajaan bisnisnya jauh lebih luas daripada sekadar pakaian. Strategi tersebut membuat nama-nama dengan identitas kuat seperti Louis Vuitton, Dior, Fendi, Givenchy, dan sejumlah brand luxury lainnya dapat berkembang di bawah payung perusahaan yang sama. Arnault juga diketahui mengakuisisi Tiffany & Co. oleh LVMH pada 2021 silam dengan nilai sekitar US$15,8 miliar. Akuisisi tersebut disebut Forbes sebagai salah satu, bahkan diyakini sebagai akuisisi terbesar dalam sejarah brand luxury.
3. Tadashi Yanai
Kalau mendengar nama Uniqlo, sosok Tadashi Yanai hampir pasti ikut terlintas karena dialah orang yang membawa bisnis pakaian asal Jepang tersebut ke panggung fashion dunia. Yanai tak lain adalah chairman, president, dan CEO Fast Retailing, perusahaan yang menaungi Uniqlo serta sejumlah merek lain seperti GU, Theory, Helmut Lang, dan J Brand. Dan di bawah kepemimpinannya, Fast Retailing berkembang menjadi perusahaan ritel pakaian global dengan ribuan toko yang tersebar di berbagai negara.
Menariknya, Yanai sebenarnya bukan orang yang memulai bisnis pakaian dari nol karena usaha ini sudah lebih dulu dibangun oleh ayahnya, Hitoshi Yanai. Sang ayah mendirikan perusahaan yang kemudian berkembang menjadi Fast Retailing pada 1949, sebelum Tadashi mengambil alih dan mengubah arahnya menjadi bisnis fashion berskala internasional. Dari sebuah bisnis keluarga, Yanai kemudian membangun perusahaan yang mampu menghasilkan pendapatan puluhan miliar dolar setiap tahunnya.
4. Alain dan Gerard Wertheimer

Potret jenama Chanel (pexels.com/@brunafisantos) Nama Alain dan Gerard Wertheimer mungkin tidak sesering disebut seperti Chanel karena kedua bersaudara ini merupakan pemilik rumah mode mewah asal Prancis tersebut. Dilansir dari laman Forbes, kekayaan masing-masing mencapai sekitar US$39,4 miliar, dengan Chanel menjadi sumber utama kekayaan mereka dan menempatkan keduanya sebagai salah satu pasangan miliarder terbesar dari bisnis fashion. Keduanya juga sama-sama menjaga kehidupan pribadi cukup jauh dari sorotan, berbeda dengan banyak figur besar lain di industri luxury yang lebih sering tampil di depan publik.
Hubungan keluarga Wertheimer dengan Chanel sudah berlangsung sejak generasi sebelumnya, tepatnya ketika sang kakek, Pierre Wertheimer, menjadi rekan bisnis Gabrielle “Coco” Chanel pada era 1920-an. Dari kerja sama tersebut, keluarga Wertheimer kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan rumah mode yang namanya kini identik dengan Chanel No. 5, little black dress, tas mewah, dan berbagai produk ikonik lainnya. Kini, Alain dan Gerard menjadi generasi ketiga keluarga tersebut yang meneruskan kepemilikan Chanel.
5. François Pinault
Bermula sebagai bisnis kayu dan material bangunan, Pinault perlahan membangun sebuah kerajaan bisnis yang kemudian berbelok drastis ke industri barang mewah. Perubahan besar dalam perjalanan bisnis Pinault terjadi pada 1999 ketika ia membeli saham pengendali Gucci Group. Langkah tersebut menjadi titik balik karena Pinault mulai mengarahkan bisnisnya dari sektor perdagangan dan material menuju luxury goods yang memiliki pasar global. Dari sinilah fondasi Kering sebagai salah satu grup fashion mewah terbesar dunia mulai terbentuk.
Di bawah kepemilikan keluarga Pinault, Kering kemudian berkembang dengan mengumpulkan sejumlah rumah mode ternama dalam portofolionya. Grup ini memiliki brand seperti Gucci, Saint Laurent, Balenciaga, Bottega Veneta, dan Alexander McQueen yang masing-masing memiliki identitas kuat di industri fashion. Strategi tersebut membuat kekayaan Pinault tidak bergantung pada satu merek saja, melainkan berasal dari sebuah ekosistem luxury fashion yang luas.
Dari Zara, Louis Vuitton, Uniqlo, hingga Chanel, industri fashion ternyata bisa menjadi jalan menuju kekayaan yang luar biasa besar. Kisah para orang terkaya dari bisnis fashion ini juga menunjukkan bahwa di balik brand populer, ada strategi, keberanian, dan keputusan bisnis yang panjang. Siapa sangka, pakaian yang kita kenakan sehari-hari ternyata merupakan bagian dari kerajaan bisnis bernilai fantastis!










![[QUIZ] Cari Tahu di Umur Berapa Kamu akan Mencapai Financial Freedom](https://image.idntimes.com/post/20250809/pexels-pavel-danilyuk-7654621_fcdf0e58-11fe-4e36-b4ca-ee76f6e09991.jpg)









