Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pasar Kripto Mulai Bangkit, Tren Naik atau Hanya Reli Sesaat?
ilustrasi investasi Bitcoin (pexels.com/Leeloo The First)
  • Bitcoin menembus 70 ribu dolar AS dan sempat melampaui 72 ribu dolar AS pada 20 Agustus, menandai perubahan setelah lama bergerak di kisaran 64 ribu-65 ribu dolar AS.

  • ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sekitar 517 juta dolar AS pada 19 Agustus, sementara pembelian kembali obligasi AS membantu sentimen aset berisiko.

  • Reli diperkuat likuidasi lebih dari US$2 miliar posisi short, tetapi keberlanjutannya bergantung pada pembeli baru, arus dana, dan kondisi imbal hasil obligasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pasar kripto kembali bergerak setelah Bitcoin menembus US$70.000 dan Ethereum ikut menguat tajam. Kenaikan ini terjadi setelah pasar sempat lesu dan membuat sejumlah aset kripto bergerak datar. Perubahan tersebut mulai memunculkan pertanyaan apakah pasar sedang memasuki fase pemulihan atau hanya mengalami lonjakan sementara.

Ada beberapa alasan yang membuat sentimen berubah dalam waktu singkat, mulai dari kondisi pasar keuangan AS hingga meningkatnya minat terhadap produk investasi kripto. Posisi short yang terpaksa ditutup juga ikut mempercepat kenaikan harga. Namun, reli yang cepat belum cukup untuk memastikan bahwa tren naik baru sudah benar-benar terbentuk.

1. Bitcoin mulai bergerak setelah lama tertahan

ilustrasi grafik pergerakan harga (pexels.com/Hanna Pad)

Bitcoin sebelumnya cukup lama bergerak di kisaran 64 ribu hingga 65 ribu dolar AS sebelum akhirnya menembus batas tersebut. Pada 20 Agustus, BTC bahkan sempat melewati 72 ribu dolar AS dan mencapai level tertinggi sejak Juni. Penembusan ini penting karena menunjukkan adanya perubahan kekuatan antara pembeli dan penjual setelah periode pergerakan yang relatif datar.

Meski begitu, kenaikan tajam belum otomatis berarti tren baru sudah dimulai. Bitcoin masih perlu bertahan di atas area yang sebelumnya menjadi batas pergerakan agar penembusan tersebut tidak berubah menjadi false breakout. Jika harga mampu bertahan setelah tekanan beli awal mereda, peluang terbentuknya tren yang lebih kuat akan semakin terbuka.

2. Uang baru mulai masuk ke produk investasi Bitcoin

ilustrasi uang dan bitcoin (pexels.com/Kaboompics)

Salah satu sinyal yang cukup menarik datang dari produk investasi berbasis Bitcoin. Produk ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus dana masuk bersih sekitar 517 juta dolar AS pada 19 Agustus, menjadi salah satu arus masuk harian terkuat dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan Bitcoin tidak hanya didorong aktivitas trader di pasar berjangka.

Arus dana tersebut tetap perlu dipantau dalam beberapa hari berikutnya karena satu hari positif belum cukup untuk membuktikan perubahan tren. Jika investor terus menambah dana ketika harga sudah lebih tinggi, permintaan pasar akan memiliki dasar yang lebih kuat. Sebaliknya, apabila arus dana kembali melemah setelah harga melonjak, reli berisiko kehilangan salah satu sumber pendukungnya.

3. Kondisi pasar keuangan AS mulai memberi dorongan

ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Kaboompics)

Departemen Keuangan AS memperbesar rencana pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang dari 2 miliar dolar AS menjadi setidaknya 4 miliar dolar AS per operasi. Kebijakan ini muncul ketika imbal hasil obligasi 30 tahun sempat mencapai sekitar 5,34 persen, level tertinggi sejak 2007. Setelah pengumuman tersebut, imbal hasil turun dan sentimen terhadap aset berisiko ikut membaik.

Hubungannya dengan kripto cukup sederhana: ketika imbal hasil obligasi turun, aset yang tidak memberikan bunga seperti Bitcoin bisa menjadi relatif lebih menarik. Perubahan tersebut juga mendorong penguatan pada sejumlah aset lain, menunjukkan bahwa reli kripto berkaitan dengan perubahan sentimen di pasar yang lebih luas. Namun, jika imbal hasil kembali naik tajam, dukungan tersebut bisa berkurang.

4. Reli perlu bertahan setelah efek short squeeze mereda

ilustrasi market cryptocurrency (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Kenaikan Bitcoin kali ini diperkuat oleh short squeeze, yaitu kondisi ketika trader yang bertaruh harga akan turun terpaksa membeli kembali aset setelah harga justru melonjak. Lebih dari 2 miliar dolar AS posisi short dilaporkan terlikuidasi selama lonjakan tersebut, sehingga tekanan beli bertambah dan pergerakan harga menjadi semakin cepat.

Masalahnya, short squeeze biasanya merupakan pendorong jangka pendek dan tidak cukup sendirian untuk menciptakan tren panjang. Setelah posisi yang kalah ditutup, pasar membutuhkan pembeli baru agar harga tetap bertahan di level yang lebih tinggi. Karena itu, kemampuan Bitcoin mempertahankan kenaikan setelah efek short squeeze selesai akan menjadi salah satu ujian penting bagi reli kali ini.

Pasar kripto memang mulai menunjukkan tanda pemulihan, tetapi belum ada kepastian bahwa tren naik baru telah terbentuk. Arus dana, kondisi pasar keuangan, dan kekuatan permintaan setelah short squeeze akan menjadi penentu berikutnya. Jika faktor-faktor tersebut tetap mendukung, kenaikan kali ini bisa berkembang menjadi tren yang lebih panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article