Pemerintah Berburu Bahan Baku Plastik ke Sejumlah Negara

- Pemerintah mempercepat impor bahan baku plastik dari negara alternatif seperti India, Amerika Serikat, dan beberapa negara Afrika untuk menstabilkan harga di pasar domestik.
- Ketergantungan pada pasokan nafta dari Timur Tengah terganggu akibat konflik geopolitik, menyebabkan kenaikan biaya produksi dan harga plastik di dalam negeri.
- Produsen plastik di berbagai negara Asia mengalami keterbatasan bahan baku hingga force majeure, sementara pemerintah berharap impor baru dapat menekan harga plastik dalam waktu dekat.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah berupaya mempercepat impor bahan baku plastik dari sejumlah negara alternatif guna meredam kenaikan harga plastik di pasar domestik.
Langkah ini diharapkan dapat menambah pasokan sekaligus menstabilkan harga dalam waktu dekat.
1. Pemerintah cari negara lain untuk bahan baku plastik

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan, selama ini Indonesia sangat bergantung pada pasokan nafta dari Timur Tengah. Namun, konflik geopolitik di kawasan tersebut membuat distribusi terganggu dan memicu kenaikan harga.
Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah telah mengalihkan sumber impor ke negara lain, seperti India, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Afrika. Proses impor saat ini sudah berjalan, meski membutuhkan waktu untuk terrealisasi di dalam negeri.
"Jadi pada prinsipnya kita cari solusi negara lain yang menyuplai bahan baku, dan kita juga koordinasi dengan teman-teman di perwakilan supaya membantu juga mencarikan alternatif dari negara lain," tegasnya saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Nafta merupakan bahan baku utama dalam industri plastik. Bahan ini berasal dari hasil olahan minyak bumi yang kemudian diproses di pabrik petrokimia untuk menghasilkan zat dasar seperti etilena dan propilena. Selanjutnya, zat tersebut diolah menjadi berbagai produk plastik, seperti kemasan, botol, hingga bahan baku industri.
Artinya, jika harga atau pasokan nafta terganggu, biaya produksi plastik akan ikut naik dan berdampak pada harga barang di pasaran.
2. Produsen plastik mulai keterbatasam bahan baku

Gangguan tersebut tidak hanya berasal dari sisi pasokan, tetapi juga dari distribusi. Jalur pengapalan yang terdampak konflik menyebabkan waktu pengiriman lebih lama dan biaya logistik meningkat, sehingga menekan harga di tingkat produsen hingga pedagang.
Di sisi lain, kondisi global juga memperburuk situasi. Sejumlah produsen plastik di negara seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Singapura dilaporkan mengalami kendala produksi hingga force majeure akibat keterbatasan bahan baku.
"Produsen plastiknya di beberapa negara seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, Singapura itu kan banyak yang force majeure ya. Jadi memang ini krisis global terkait dengan keterbatasan bahan baku," tegasnya.
3. Nagara alternatif impor bahan baku diharapkan bisa dorong turunnya harga plastik

Dengan mencari alternatif produsen plastik, Mendag berharap harga plastik di dalam negeri bisa segera turun.
"Ya mudah-mudahan harga plastik (bisa turun akhir bulan ini)," ucapnya.

















