Perkembangan akal imitasi (AI) mulai menghadirkan tantangan baru bagi industri keuangan, terutama dalam menghadapi serangan siber. Pendiri Binance, Changpeng Zhao atau CZ, memperingatkan bahwa teknologi tersebut dapat meningkatkan kemampuan peretas dalam menyerang bursa kripto hingga lembaga perbankan.
Peringatan ini muncul setelah Binance mengalami insiden keamanan besar yang menyebabkan aset digital senilai 6,34 miliar dolar Amerika Serikat (AS) terdampak pada akhir Oktober 2026. CZ menilai kemampuan penyerang dalam memanfaatkan teknologi AI berkembang lebih cepat dibandingkan kesiapan sejumlah lembaga keuangan dalam membangun sistem pertahanan.
Dia bahkan memperingatkan bahwa bank juga dapat menghadapi risiko serangan yang serius apabila tidak memperkuat keamanan digitalnya. Lantas, bagaimana AI dapat meningkatkan ancaman siber dan apa yang perlu dilakukan industri keuangan untuk menghadapinya?