Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Pengeluaran Kecil saat Lebaran yang Tanpa Sadar Menguras THR

6 Pengeluaran Kecil saat Lebaran yang Tanpa Sadar Menguras THR
Ilustrasi THR. (IDN Times/Ita Malau)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti kebiasaan pengeluaran kecil saat Lebaran, seperti jajan berlebihan, transportasi meningkat, dan belanja impulsif yang tanpa sadar menguras THR secara perlahan.
  • Ditekankan bahwa faktor sosial seperti memberi angpao berlebih atau rasa tidak enak saat kumpul keluarga turut memperbesar pengeluaran tanpa perencanaan matang.
  • Penulis mengingatkan pentingnya kesadaran finansial dan pengendalian diri agar momen Lebaran tetap menyenangkan tanpa membuat kondisi keuangan terganggu setelahnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lebaran selalu identik dengan momen bahagia, mulai dari berkumpul bersama keluarga hingga menikmati hidangan khas yang hanya muncul setahun sekali. Di balik suasana hangat itu, ada satu hal yang sering bikin kaget setelah semuanya selesai: THR alias tunjangan hari raya yang tiba-tiba habis tanpa terasa. Rasanya baru kemarin dapat, tapi sekarang saldo sudah menipis bahkan sebelum bulan berganti.

Tanpa disadari, pengeluaran kecil yang terlihat sepele justru jadi penyebab utamanya. Karena nominalnya tidak besar, kita cenderung mengabaikannya dan merasa masih aman secara finansial. Padahal, jika dikumpulkan, jumlahnya bisa cukup signifikan dan menggerus THR secara perlahan. Supaya kamu lebih aware, ini dia beberapa pengeluaran kecil saat Lebaran yang sering luput dari perhatian.

1. Jajan takjil dan camilan berlebihan

6 Pengeluaran Kecil saat Lebaran yang Tanpa Sadar Menguras THR
ilustrasi takjil (freepik.com/freestockcenter)

Saat Lebaran, godaan makanan memang sulit ditolak, apalagi kalau beragam camilan tersedia di mana-mana. Mulai dari kue kering, minuman segar, hingga jajanan khas yang hanya muncul musiman, semuanya terasa ingin dicoba.

Tanpa sadar, kamu jadi sering membeli lebih dari yang sebenarnya dibutuhkan. Apalagi kalau setiap keluar rumah selalu ada alasan untuk jajan sedikit-sedikit. Kebiasaan ini akhirnya menjadi pengeluaran rutin yang tidak terkontrol. Dalam beberapa hari saja, totalnya bisa cukup besar.

Selain itu, membeli camilan dalam jumlah banyak sering kali berujung mubazir. Tidak semua makanan habis dikonsumsi, bahkan ada yang akhirnya terbuang karena sudah tidak layak makan. Ini bukan hanya soal pemborosan uang, tapi juga kurang bijak dalam mengelola konsumsi.

Jika dihitung, uang yang terpakai untuk camilan berlebih sebenarnya bisa dialihkan untuk kebutuhan lain. Sayangnya, karena terasa kecil, pengeluaran ini jarang dievaluasi. Padahal dampaknya cukup signifikan terhadap kondisi keuangan setelah Lebaran.

2. Ongkos transportasi yang meningkat

6 Pengeluaran Kecil saat Lebaran yang Tanpa Sadar Menguras THR
ilustrasi taksi online (pexels.com/Yura Forrat)

Selama Lebaran, mobilitas biasanya meningkat dibanding hari biasa. Entah itu untuk silaturahmi ke rumah keluarga, jalan-jalan, atau sekadar berkunjung ke tempat wisata lokal. Tanpa sadar, biaya transportasi pun ikut naik, baik itu untuk bensin, ojek online, atau kendaraan umum. Karena dilakukan berulang, pengeluaran ini terasa seperti hal biasa. Padahal jika dijumlahkan, totalnya bisa cukup menguras THR.

Sering kali kita juga tidak merencanakan rute perjalanan dengan efisien. Akibatnya, perjalanan jadi lebih panjang dan biaya yang dikeluarkan lebih besar dari seharusnya. Ditambah lagi, momen Lebaran sering membuat harga transportasi naik atau ada tambahan biaya tertentu.

Hal tersebut semakin memperbesar pengeluaran tanpa disadari. Jika tidak dikontrol, biaya transportasi bisa jadi salah satu penyebab utama THR cepat habis. Apalagi jika aktivitas silaturahmi dilakukan hampir setiap hari.

3. Memberi angpao atau THR tambahan

ilustrasi seseorang memberikan THR (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi seseorang memberikan THR (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Memberi angpao memang sudah jadi tradisi yang menyenangkan saat Lebaran. Rasanya ada kepuasan tersendiri ketika bisa berbagi dengan keponakan, adik, atau kerabat yang lebih muda. Namun, sering kali kita memberikan lebih dari yang direncanakan. Apalagi kalau jumlah penerimanya banyak dan nominalnya tidak dibatasi. Tanpa sadar, total uang yang keluar jadi jauh lebih besar.

Di sisi lain, ada juga rasa tidak enak jika memberi dengan nominal kecil. Akhirnya, kamu cenderung menyesuaikan dengan standar sosial atau ekspektasi lingkungan. Hal ini membuat pengeluaran semakin membengkak tanpa perhitungan yang matang. Padahal, memberi seharusnya tetap disesuaikan dengan kemampuan finansial. Jika tidak, niat baik justru bisa berdampak pada kondisi keuangan setelah Lebaran. Karena itu, penting untuk menetapkan batas sejak awal.

4. Belanja dadakan karena diskon

ilustrasi seseorang belanja baju (pexels.com/Antoni Shkraba)
ilustrasi seseorang belanja baju (pexels.com/Antoni Shkraba)

Momen Lebaran identik dengan banyaknya promo dan diskon yang menggoda. Mulai dari pakaian, sepatu, hingga perlengkapan rumah tangga, semuanya terasa lebih murah dan sayang untuk dilewatkan.

Tanpa disadari, kamu jadi membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Apalagi jika tergoda oleh label “limited offer” atau “flash sale”. Pengeluaran ini sering kali terjadi secara impulsif.

Masalahnya, belanja dadakan ini biasanya tidak masuk dalam perencanaan keuangan. Akibatnya, THR yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan penting malah habis untuk hal konsumtif.

Selain itu, barang yang dibeli belum tentu benar-benar digunakan dalam jangka panjang. Bahkan ada yang akhirnya hanya disimpan tanpa pernah dipakai. Kebiasaan ini bisa jadi salah satu penyebab utama pemborosan saat Lebaran. Jika tidak dikontrol, dampaknya bisa terasa hingga setelah momen hari raya berakhir.

5. Biaya gak enakan saat kumpul keluarga

ilustrasi momen lebaran (freepik.com/freepik)
ilustrasi momen lebaran (freepik.com/freepik)

Saat berkumpul dengan keluarga besar, sering kali ada pengeluaran yang muncul karena rasa tidak enak. Misalnya ikut patungan makan, traktir sepupu, atau membeli sesuatu hanya karena orang lain juga melakukannya. Pengeluaran seperti ini terlihat kecil, tapi jika terjadi berulang bisa cukup besar. Apalagi jika kamu sulit menolak ajakan yang sebenarnya di luar budget.

Selain itu, tekanan sosial juga bisa memengaruhi keputusan finansial. Kamu mungkin merasa harus terlihat “mampu” di depan keluarga atau lingkungan sekitar. Padahal, kondisi keuangan setiap orang berbeda dan tidak perlu dibandingkan.

Jika terus mengikuti arus, pengeluaran bisa jadi tidak terkendali. Ujungnya, THR habis tanpa benar-benar tahu ke mana saja perginya. Karena itu, penting untuk tetap tegas pada batas kemampuan sendiri.

6. Langganan atau top up hiburan digital

ilustrasi e-wallet (freepik.com/freepik)
ilustrasi e-wallet (freepik.com/freepik)

Di sela-sela libur Lebaran, banyak orang menghabiskan waktu dengan hiburan digital. Mulai dari nonton film, bermain game, hingga berlangganan platform streaming.

Tanpa disadari, pengeluaran kecil seperti top up game atau upgrade langganan bisa terus bertambah. Karena nominalnya tidak besar, kamu mungkin merasa itu bukan masalah. Padahal jika dilakukan berulang, totalnya bisa cukup signifikan.

Selain itu, momen libur panjang membuat frekuensi penggunaan hiburan digital meningkat. Ini juga berdampak pada keinginan untuk mengeluarkan lebih banyak uang demi kenyamanan. Misalnya membeli paket premium atau konten tambahan yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Kebiasaan itu sering kali tidak disadari sebagai bentuk pemborosan. Padahal, jika dikontrol, pengeluaran ini bisa ditekan dengan cukup mudah. Kuncinya ada pada kesadaran dan prioritas.

Pengeluaran kecil saat Lebaran memang sering dianggap sepele, tapi justru di situlah letak masalahnya. Karena tidak terasa, kita cenderung tidak mengontrolnya dengan baik. Padahal, jika dikumpulkan, jumlahnya bisa sangat besar dan menguras THR secara perlahan. Mulai dari jajan, transportasi, hingga pengeluaran sosial, semuanya berkontribusi tanpa disadari.

Oleh karena itu, penting untuk lebih mindful dalam mengatur keuangan selama momen Lebaran. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati suasana hari raya tanpa harus khawatir kondisi finansial setelahnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More